Lewat-Perpres-Jokowi-Izinkan-Industri-UMKM-Ini-Dimasuki-Pebisnis-Besar.jpg

Lewat Perpres, Jokowi Izinkan Industri UMKM Ini Dimasuki Pebisnis Besar

Diposting pada

Jakarta, Warta BataviaPresiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Peraturan Presiden (Perpres) nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal telah mengizinkan pengusaha besar untuk masuk ke beberapa industri yang sebelumnya dikhususkan untuk UMKM.

Salah satu industri yang dimaksud adalah industri kerupuk, keripik, peyek dan sejenisnya. Dalam lampiran Perpres, bidang usaha industri tersebut tercantum dalam daftar bidang usaha persyaratan tertentu, dengan syarat penanaman modal dalam negeri (PMDN) 100 persen.

Dilansir dari CNN Indonesia, pasal 6 Perpres itu mengatur ketentuan bahwa dalam bidang usaha persyaratan tertentu, investasi dapat dilakukan oleh semua investor yang memenuhi persyaratan penanaman modal untuk PMDN tak hanya koperasi dan UMKM.

Bidang usaha persyaratan tertentu juga memungkinkan penanaman modal dengan pembatasan kepemilikan modal asing; atau penanaman modal dengan perizinan khusus.

Sementara dalam aturan sebelumnya, yakni Perpres nomor 44 tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, industri kerupuk, keripik, peyek dan sejenisnya hanya dikhususkan untuk UMKM.

Baca Juga :  Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Perdana Pagi Ini, Begini Persiapan Istana

Selain itu, Jokowi juga memperbolehkan pengusaha besar dalam negeri untuk masuk dalam industri batik tulis serta industri kerajinan ukir-ukiran dari kayu bukan mebeller, ukiran kayu, relief, topeng, patung dan wayang. Dalam Perpres sebelumnya, dua bidang usaha ini hanya dibuka untuk khusus untuk UMKM.

Kemudian, ada pula industri batik cap yang dibuka untuk PMDN 100 persen dari sebelumnya dikhususkan untuk kemitraan dengan UMKM.

Ada pula bidang usaha penyiaran komunitas radio dan televisi yang dibolehkan untuk pengusaha besar dengan PMDN 100 persen serta modal asing 20 persen untuk pengembangan usaha. Dalam Perpres sebelumnya, bidang usaha tersebut hanya dialokasikan untuk UMKM. (ra/cnn)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *