604b41a198898.jpeg

Luhut Bareng Sandiaga dan Nadiem Tinjau Proyek Besar Jokowi di Borobudur

Diposting pada

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (12/3/2021).

Luhut didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada kunjungan ini.

Turut hadir Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian.

Mereka menilai pembangunan Borobudur sebagai salah satu dari lima Destinasi Wisata Prioritas Super (DPSP). Proyek tersebut merupakan salah satu proyek utama Jokowi di bidang pariwisata.

“Saat ini pemerintah sedang menyempurnakan dan melaksanakan Master Plan Pariwisata Terpadu Borobudur-Yogyakarta-Prambanan untuk mentransformasikan destinasi wisata super prioritas Borobudur (DPSP) menjadi pariwisata berkualitas,” kata Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (12/3/2021). .

Luhut menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan kawasan candi Borobudur menjadi laboratorium pelestarian cagar budaya berstandar internasional.

Di sisi lain, kata dia, masalah utama yang dihadapi Candi Borobudur saat ini adalah tekanan yang sangat besar pada struktur candi. Hal tersebut disebabkan peningkatan wisatawan ke candi tersebut, yang pada tahun 2019 mencapai 8.000 orang setiap harinya.

Baca Juga :  [Berita Gambar] Mengintip Latihan Gabungan di Gaza

Terlepas dari temuan kajian Balai Konservasi Borobudur, idealnya kawasan unggulan Candi Borobudur hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung untuk satu kali kunjungan per hari.

“Untuk memastikan dampak pelestarian Candi Borobudur ini berkelanjutan, kami akan aktif melibatkan masyarakat,” ucapnya.

“Salah satu peran mahasiswa adalah memperdalam kajian terhadap kawasan Borobudur sehingga memiliki sense of belonging terhadap kawasan ini. Sehingga muncul rasa tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan pusaka ini untuk generasi yang akan datang.” , Setelah melanjutkan.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di DPSP Borobudur akan bertumpu pada tiga pilar strategis yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Beberapa program yang akan dilaksanakan adalah pengembangan pelayanan dan aksesibilitas di bidang kompetensi instansi Borobudur. Ini termasuk pengembangan keterampilan dalam sumber daya manusia dan industri pariwisata, promosi dan publikasi produk dan kegiatan pariwisata, dan revitalisasi destinasi pariwisata.

“Ada juga program stimulus bagi pengusaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk keluar dari pandemi Covid-19,” kata Sandiaga Uno.

Baca Juga :  Luhut Ogah Lama-lama Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Program stimulus yang akan dilaksanakan bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait adalah Dana Hibah Pariwisata yang tahun ini akan ditingkatkan dan target penerima akan diperluas. Juga stimulus dengan skema pinjaman bersubsidi jangka panjang dengan bunga di bawah KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Berikutnya adalah pengembangan Desa Wisata yang merupakan bagian dari pilar terpenting pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masa depan.

Berdasarkan RPJMN 2020-2024, Kemenparekraf / Baparekraf menargetkan 244 desa liburan bersertifikat menjadi desa liburan mandiri pada tahun 2024. Dari 244 desa liburan tersebut, 150 desa liburan berada di 5 destinasi super prioritas, termasuk DPSP Borobudur dan akan diperluas.

“Program ini harus mencakup resor-resor di setiap DPSP. Harapannya, resor ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Dan tentunya pengembangan resor ini mengutamakan aspek-aspek yang berkelanjutan,” jelasnya. Sandiaga.

Sementara itu, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pihaknya telah mendorong perbaikan tata kelola secara umum mulai dari perlindungan hingga pemanfaatan untuk memaksimalkan potensi daerah tersebut.

Nadiem mengatakan banyak hal yang akan ditata dalam Rencana Pengelolaan Terpadu Candi Borobudur.

Baca Juga :  Asyik Nge-Bully Lupa Aib Diri

Hal tersebut meliputi perbaikan tafsir dan struktur informasi tentang nilai penting kompleks candi Borobudur, peningkatan kualitas lingkungan dan sumber daya alam, pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mendukung perlindungan kompleks candi Borobudur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan pelestarian alam. area aktivitas. dan tata kelola yang lebih baik.

“Pengembangan objek wisata pendukung di sejumlah titik di sekitar kompleks Candi Borobudur bertujuan untuk menyebarkan kunjungan wisatawan sehingga dapat mengurangi beban pada Candi Borobudur itu sendiri. Hal ini harus sejalan dengan semangat pelindung bentang alam. kompleks candi Borobudur., ”jelasnya.

Sebagai informasi, mereka menyempatkan diri melihat-lihat sejumlah titik pengembangan Borobudur. Diantaranya adalah Tanah Otoritas Borobudur, Lapangan Samigaluh, Desa Seni Borobudur atau Lapangan Kujon, Community Center Kembanglimus, Gerbang Palbapang, Pusat Studi Manohara dan Concourse Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. [kompas.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *