luhut-binsar-pandjaitan-2_169.gif

Luhut Buka-bukaan Teknologi Pengolahan Nikel Anak Bangsa, Apa Itu?

Diposting pada
luhut binsar pandjaitan 2 169 Luhut Eksplorasi Teknologi Pengolahan Baby Nickel, Ada Apa?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berbicara tentang inovasi pengembangan teknologi STAL (Step Temperature Acid Leaching) dalam pengelolaan nikel di Indonesia. Teknologi ini dikembangkan oleh PT Trinitan Metal and Minerals.

Teknologi STAL, kata Luhut, merupakan penerapan teknologi hasil karya anak bangsa. Karena itu, ia menuntut agar teknologi ini terus dikembangkan.

“Ini pengembangan teknologi baru oleh anak bangsa, kita dukung. Saya ingin produk dalam negeri terus maju,” kata Luhut dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Teknologi STAL memproses bijih nikel pada tekanan atmosfer. Teknologi ini dikatakan mampu menghasilkan recovery nikel lebih dari 90%.

Dengan teknologi tersebut, smelter nikel dapat menghasilkan limbah yang lebih ramah lingkungan. Ini karena sampah bisa diolah kembali menjadi produk yang berharga.

Luhut menjelaskan, limbah STAL menghasilkan residu Fe (besi) dan Al (aluminium) yang dapat diubah menjadi bijih besi dan produk lainnya. Selain itu, STAL diyakini dapat menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan teknologi pemrosesan nikel lainnya.

Baca Juga :  Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Revitalisasi Balekambang Solo

Perkembangan teknologi STAL dianggap sebagai terobosan untuk aplikasi teknologi pengolahan nikel skala kecil. Penerapan teknologi STAL dapat dilakukan secara modular dan dinilai sesuai untuk aplikasi di lokasi yang dekat dengan areal penambangan nikel.

Dengan teknologi modular ini, jumlah investasi yang dibutuhkan akan terjangkau oleh industri pertambangan skala kecil dan tersedia secara luas di Indonesia.

Proyek teknologi STAL yang sedang dikembangkan membutuhkan 170.000 ton bijih nikel per tahun atau 600 ton per hari untuk setiap modul STAL, kata Luhut.

STAL dapat memproses bijih nikel hingga 1,1%. Jadi listrik yang dibutuhkan untuk menggunakan teknologi ini 1,3 mega watt-jam untuk menghasilkan 1.800 ton nikel.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *