Maarif NU Ajak Kepala Sekolah Matangkan Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh – Aspiratif News

Views: 12
Read Time:2 Minute, 2 Second

Maarif NU Ajak Kepala Sekolah Matangkan Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Untuk terus memaksimalkan efektivitas pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19, LP Ma’arif NU menyelenggarakan pelatihan pembelajaran jarak jauh. Pelatihan ini diikuti seratus kepala sekolah SD/MI seluruh Indonesia. Pelatihan tersebut dikhususkan untuk kepala sekolah dan madrasah yang Ada di lingkungan LP Ma’arif NU seluruh Indonesia, Selasa (16/6) siang.

 

Ketua LP Ma’arif PBNU H Arifin Junaidi menerangkan dengan kondisi daerah di Indonesia yang berbeda-beda, pembelajaran jarak jauh atau daring dapat ditunaikan dengan 4 pola. Pembelajaran pola ke-1 menurutnya, banyak daring dari pada tatap muka yang berlaku di daerah dengan jaringan internet kuat.

 

Pembelajaran ke-2 lebih banyak tatap muka daripada daring yang berlaku di daerah belum terhubung jaringan internet atau internet belum stabil. Adapun pola ketiga, pembelajaran daring dan tatap muka dalam porsi yang sama, dimana wajib di topang jaringan internet yang cukup kuat.

 

READ  Kemenag Siapkan Aturan Protokol Kesehatan di Madrasah dan Pesantren - Aspiratif News

“Untuk pola ke-4 ialah sedikit daring dan sedikit tatap muka tetapi kita tidak tahu apakah dapat diterapkan dalam pelaksanaanya atau tidak, melihat target kurikulum yang wajib dicapai,” jelasnya.

 

Arifin Junaidi juga menyebutkan pelatihan penguatan pembelajaran jarak jauh via zoom rencananya juga akan diselenggarakan dengan kepala SLTP/MTs dan SMA/SMK/MA di lingkungan LP Ma’arif NU.

 

Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Hasan Chabibi menyebutkan dukungannya untuk pelatihan yang ditunaikan LP Ma’arif NU.

 

“Semua sekolah dan madrasah sekarang ini Penting merancang pembelajaran online yang efektif untuk menyambut keputusan taktik new normal. Kecuali itu, juga tolong diperhatikan aspek dan kondisi masing-masing daerah dalam penentuan pembelajaran ini,” kata Hasan Chabibi.

 

Selama pandemi Mendikbud melakukan survei Kemajuan proses belajar siswa yang ditunaikan di rumah dengan memberikan bermacam-macam tugas. Dari tugas-tugas tersebut, kata dia, hasil survei urutan ke-1 siswa lebih banyak mengerjakan soal-soal dari guru, dan urutan ke-2 belajar interaktif bareng guru secara daring.

READ  Do'a untuk Pengasong Khilafah yang Ancam Penggal Leher Denny Siregar - Aspiratif News

 

“Urutan ketiga siswa belajar dari aplikasi seperti ruang guru; dan urutan ke-4 dan seterusnya di antaranya aktifitas praktik, belajar dari sumber digital, belajar dari buku-buku non-teks pelajaran, belajar dari TV, belajar dari radio, dan lainnya,” jelasnya.

 

Ia menambahkan dari hasil survei Mendikbud tersebut dapat jadi gambaran para guru pengampu pelajaran. Ia menganjurkan untuk guru-guru untuk diimbangi dengan perhatian, motivasi, dan sokongan untuk siswa-siswi.

 

Kontributor: Mohamad Ronji

Editor: Kendi Setiawan

Maarif NU Ajak Kepala Sekolah Matangkan Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *