Maarif NU Papua Menyambung ‘Sel’ yang Putus – Aspiratif News

Maarif NU Papua Menyambung 'Sel' yang Putus
Views: 920
Read Time:2 Minute, 29 Second

Maarif NU Papua Menyambung ‘Sel’ yang Putus – Aspiratif News

Jayapura, Aspiratif News

Pagi itu, Sabtu 11 Juli 2020 di Kantor Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Papua, 5 orang tengah sibuk mengangkat sembako ke dalam mobil. Sesekali mereka menyeka keringat yang mulai deras mengucur.

 

Tidak lama kemudian mereka pun bergegas berangkat meninggalkan Kota Jayapura. Target mereka ialah Distrik Bonggo Kabupaten Sarmi. Jaraknya kisaran 200 kilometer dari ibu kota Provinsi Papua tersebut.

 

Ialah Ketua LP Maarif PWNU Papua Rasyid Tumenggung Mayang, Sekretaris PWNU Papua Muhamad Thoif, Ketua PCNU Kota Jayapura Muhammad Syaiful, Wakil Ketua PCNU Kota Jayapura Hasruddin Dute, dan Sekretaris LP Maarif NU PWNU Papua Joko Prayitno. Mereka menghabiskan kisaran 5 jam perjalanan. Melewati jalan terjal berliku dan 50 lebih jembatan ragam rupa. Musik lawas yang diputar membikin perjalanan penat mereka serasa liburan akhir Minggu yang mengesankan.


Menjelang sore, pukul 14.30 WIT mereka sampai di Masjid Baiturrahim Kampung Bebon Jaya SP 2 Distrik Bonggo. Mereka disambut oleh para jamaah dan tidak lama kemudian guntur pun terdengar bersahutan memekakan telinga. Hujan deras pun turun mengiringi shalat jamak kelima orang tersebut.

READ  Kapolda Jateng Menyebut Banser Mitra Strategis Kepolisian - Aspiratif News

 

Beberapa waktu kemudian hujan pun reda, dilanjutkan dengan acara silaturahmi para pengurus Wilayah Ma’arif NU Papua dengan Nadliyin setempat. Kecuali menjaring aspirasi masyarakat, mereka juga melakukan pemberian sokongan sembako untuk warga. Iringan makan berbarengan dan dialog ringan ditunaikan sampai menjelang Maghrib.


Iring-iringan menemukan beberapa catatan. Di antaranya, Ada tanah seluas 70 meter x 50 meter aset milik Ma’arif NU. Berdiri di atas tanah itu gedung sekolah bagus, akan tetapi sudah tidak beroperasi lagi semenjak 2 tahun lalu.

 

“Untuk menindaklanjuti hal tersebut kami putuskan untuk bermalam dan ngopi bareng bakda Shalat Isya di rumah Pak Bambang, seorang Nadliyin yang bekerja sebagai guru SD semenjak tahun 2003,” kata Joko Prayitno.

 

Dalam ngopi bareng tersebut, lanjut Joko, mereka membahas Soal hal strategi menyambung sel-sel yang putus dan mati suri baik organisasi maupun lembaga pendidikannya. Beberapa langkah pun didesain, seperti pemberdayaan ekonomi ummat pada bagian pertanian, kehutanan dan perikanan-kelautan.

 

“Acara kongkow tersebut mesti distop karena lampu padam sesuai jadwal PLN setempat,” kata Joko.

READ  Ada Pihak yang Menyalahgunakan Kajian agama untuk Sebar Paham Radikal - Warta Batavia

 

Lepas Shalat Subuh, sambil berjalan kaki menikmati udara segar kampung, iring-iringan mengunjungi sekolah Ma’arif NU yang Waktu ini tampak dengan segenap kelebihan dan kekurangannya. Tetapi, iring-iringan percaya, sikap optimis dan antusias warganya dengan izin Allah akan merubah semua kondisi ini jadi jauh lebih baik di masa yang akan Datang.

 

“setelah sarapan dan ngeteh pagi bareng, kami lanjutkan dengan pemberian SK Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Kabupaten Sarmi. Dengan harapan bahwa kepengurusan Ma’arif yang ke-1 kali terbentuk di daerah itu dapat membuka jalan untuk keluar dari segala permasalahan ummat dalam hal tata kelola pendidikan,” ujar Joko lagi.

 

Iring-iringan pun pamit untuk segenap warga dan kiai Ahmad Nasokha, seorang ulama kharismatik yang amat ditakzimi di Distrik Bonggo. “Dengan senyumnya yang khas, beliau berkata ‘barokah’, sembari melepas kepergian kami meninggalkan kampung tersebut,” pungkas Joko.

 

Editor: Kendi Setiawan

Maarif NU Papua Menyambung ‘Sel’ yang Putus – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *