Mahfud-MD-696x392.jpg

Mahfud MD: Islam adalah Agama yang Cinta Kedamaian, Bukan Agama Teror

Diposting pada

Mahfud MD menyatakan bahwa aksi terorisme jelas-jelas dibenci oleh semua ajaran agama, termasuk Islam. Meski banyak yang dicap sebagai agama teroris, Mahfud mengklaim bahwa Islam sebenarnya adalah agama yang cinta damai.

Menurut Menko Polhukam, hanya segelintir partai yang melakukan aksi terorisme. Namun, tidak jarang pihak lain mengubah pandangannya tentang agamanya.

“Islam bukanlah agama teror. [Penduduk] Indonesia adalah 87% Muslim, tetapi jika ada teroris Muslim, hanya ada segelintir orang. Islam adalah agama damai, ”kata Mahfud dalam pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat di Makodam V Brawijaya, Surabaya, mengutip keterangan tertulisnya, Kamis (18/3).

Agar tidak menyimpang pendapat tentang ajaran agama yang berbeda, Mahfud mengimbau seluruh umat beragama untuk saling menghormati. Dia menekankan bahwa tidak boleh ada kebencian terhadap perbedaan agama.

Tidak hanya itu, kata Mahfud, ketidakadilan dan korupsi menjadi hal yang harus diperangi dari segala sisi.

“Kita tidak perlu membenci orang lain karena perbedaan agama. Yang harus kita lawan adalah ketidakadilan. Agama apapun setuju melawan ketidakadilan. Yang harus kita lawan adalah perilaku korup,” kata Mahfud.

Baca Juga :  Sandiaga Bertemu dengan Menkes, Ini Hasilnya

“Muslim, Kristen, Konghucu, Budha, Hindu membenci orang yang korup. Orang korup dan koruptor lainnya juga membencinya, ”lanjutnya.

Ia kemudian mencontohkan konsep hidup yang menghargai perbedaan, yaitu negara yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW alias Madinah al-Munawwarah. Mahfud mengatakan Madinah adalah negara beradab yang sangat menghargai perbedaan.

“Ketika orang-orang takut ketika Nabi Muhammad mendakwahkan Islam, Nabi Muhammad berkata: Innama Bu’istu liddini al-hanifiyah al-samhah; Saya tidak diutus untuk mengubah orang Yahudi, bukan untuk mengubah orang Kristen, bukan untuk mengubah orang-orang bijak. Tetapi saya diutus ke muka bumi ini membawa agama yang benar tapi toleran, tidak mengganggu agama, agar tidak menyalahkan orang lain karena berbeda, ”jelas Mahfud.

Atas dasar itu, ia menghimbau kepada semua pihak untuk dapat membangun Indonesia sebagai negara yang mencintai perbedaan dan menghargai segala perbedaan yang ada.

“Konsep solidaritas dalam negara-bangsa kita sebut Indonesia, yang menurut organisasi besar seperti Muhammadiyah, NU dan lain-lain disebut konsep Islam Wasathiah. Mari kita bangun bangsa dan negara ini bersama-sama atas dasar sikap toleran terhadap perbedaan. karena kita bersatu dalam perbedaan dan kita akan maju karena kita bersatu ”, pungkasnya.

Baca Juga :  Sah! RI Impor Garam 3 Juta Ton, Ini Alasannya

(Suara Islami)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *