mainkan-isu-kudeta-demokrat-dan-ahy-dianggap-ingin-dimanja-jokowi-gkr.jpg

Mainkan Isu Kudeta, Demokrat dan AHY Dianggap Ingin Dimanja Jokowi

Diposting pada

Isu kudeta di tubuh Partai Demokrat terus menjadi perbincangan masyarakat setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu. Bahkan, Partai Demokrat tengah menunggu jawaban atas surat yang dilayangkan kepada Presiden Jokowi .

Surat dilayangkan ke Presiden lantaran isu kudeta diduga melibatkan orang di lingkaran Istana. Sejumlah elite Partai Demokrat (PD) pun menuding Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan orang-orang yang berada di internal partai sampai orang-orang yang telah keluar dari PD.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai, surat yang dilayangkan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Presiden Jokowi tak perlu mendapat respons.

“Apa perlunya Presiden membahas dan membalas surat yang isinya urusan internal Partai Demokrat? Enggak ada pentingnya,” katanya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (4/2/2021)

Menurut Fadhli, surat yang ditengarai berisi keluh kesah dan ‘curhatan’ internal Demokrat dengan pelbagai persoalannya, tak lepas dari dinamika politik nasional hari ini. Demokrat disebutnya sedang mencari perhatian Jokowi. “Demokrat sedang ingin mencari dan mendapatkan perhatian Jokowi. Bahasa drakornya (drama korea) butuh belaian kasih sayang, pengin dimanja doi (Demokrat)” ujarnya.

Baca Juga :  Calon Presiden Biden untuk Trump: “Inshallah, Kita Akan Lihat Pajak Anda”

Pasalnya, kata Fadhli, Demokrat dengan AHY semakin terpojok dari sisi elektabilitas dan dukungan parlemen. Dalam konteks politik hari ini, Demokrat seperti berada dalam ruang sempit untuk dapat mengangkat citra dan dukungan bagi AHY. Terlebih, citra dan elektabilitas AHY juga tak kunjung moncer di papan survei, sehingga apa yang dikatakan mantan elite PD, Max Sopacua bahwa partai tersebut tengah panik setidaknya mengonfirmasi kondisi tersebut.

“Bisa jadi surat itu meminta agar Jokowi berbelas kasih, supaya Demokrat dan AHY jangan terlalu ditekan, jangan diganggu,” pungkasnya. [sindonews.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *