Makna Silat Pagar Nusa menurut Sesepuh Kesatria NU Lampung Selatan – Aspiratif News

Views: 26
Read Time:2 Minute, 20 Second

Makna Silat Pagar Nusa menurut Sesepuh Kesatria NU Lampung Selatan – Aspiratif News

Kalianda, NU Online

Pencak Silat NU Pagar Nusa Ialah badan otonom Nahdlatul Ulama yang fokus menggembleng para kesatria NU untuk jadi sosok yang kuat jiwa dan raga. Para kesatria yang telah lulus pendidikan Pagar Nusa Ialah laskar yang bertugas menjaga agama dan bangsa sehingga terwujud kedamaian dan ketentraman masyarakat.


Makna silat sendiri ialah kelincahan. Lincah di sini bukan cuma sebatas kelincahan fisik tetapi lebih luas ialah kelincahan dalam aktivitas kehidupan seperti ibadah dan usaha. Para kesatria Pagar Nusa wajib lincah berkiprah dalam kehidupan sekaligus jadi benteng agama dan Negara.


“Pagar ialah benteng. Nusa ialah bangsa. Jadi Pagar Nusa ialah benteng penjaga bangsa,” Jelas Sesepuh Pagar Nusa Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, KH Turmudi waktu membaiat dan melantik anggota Pagar Nusa jadi para kesatria, Ahad (5/7) malam.


Waktu menjalankan tugas menjaga, para kesatria Pagar Nusa wajib memposisikan kesanggupan bela dirinya pada tempat yang pas. Para kesatria NU wajib tetap tenang, sabar dan tidak mudah terpancing dengan kondisi yang ada.

READ  Berlebaran Sambil Melayani Pencegahan Covid-19 - Aspiratif News


“Jikalau ada permasalahan wajib ditangani dengan sabar dan jangan mudah tersinggung. Ke-1 dinasehati, ke-2 diberi warning, ketiga diingatkan kembali. Jikalau tidak berubah maka dapat diambil tindakan,” ungkapnya.


Ia pun berharap ke seluruh Famili besar NU dan seluruh elemen untuk dapat membimbing dan mengarahkan para kesatria NU yang sudah dilantik ini agar dapat berkiprah dengan baik. Para kersatria ini wajib sanggup memperlihatkan kiprah yang maksimum dalam menjaga Nusa, Bangsa, dan Agama.


Penjagaan ini tidak cuma terbatas pada lingkup acara seremonial ummat Islam. Sebagai penjaga bangsa, para kesatria Pagar Nusa juga wajib siap menjaga aktifitas agama lain untuk menciptakan ketentraman.


“Kesatria Pagar Nusa wajib dapat mengayomi secara fisik agama lain. Ini Ialah pekerjaan lahir dan tentunya hatinya tetap Islam,” katanya.


Dengan kedamaian yang diupayakan ini, kiai Turmudi optimis, Pagar Nusa akan dapat mewujudkan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.


Sementara Rais Syuriyah MWCNU Sidomulyo, Lampung Selatan kiai Solihin Mengingatkan para kesatria Pagar Nusa untuk senantiasa dekat dengan para ulama. Jangan sampai para kesatria menjauh dari ulama sebagaimana fenomena zaman now di mana masyarakat tidak dapat membedakan mana ulama dan mana bukan.

READ  Mengenakan Masker, Sayid Nasrallah Berpesan Soal Kewajiban Menerapkan Protokol Kesehatan - Aspiratif News


“Akan Datang ke umatku suatu masa di mana mereka lari menjauhi ulama dan fuqoha (ahli fiqih), maka Allah menurunkan 3 bala untuk mereka. Ke-1, Allah menghilangkan berkah dari usaha mereka; Ke-2, dikuasai oleh pemerintah yang  zalim; Ketiga, keadaan wafatnya tidak membawa iman,” jelasnya mengutip hadits Nabi Muhammad Saw.


Pembaiatan tersebut ditandai dengan ritual mencuci kaki para orang tua dari kesatria Pagar Nusa. Hal ini sebagi simbol ketaatan dan kecintaan ke orang tua sehingga kiprah para kesatria akan senantiasa membawa keberkahan.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Syamsul Arifin

Makna Silat Pagar Nusa menurut Sesepuh Kesatria NU Lampung Selatan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *