Mantan-Dirut-PT-Pelindo-II-RJ-Lino-Ditahan-KPK.jpg

Mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino Ditahan KPK

Diposting pada

Mantan Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino (Sumber: Tribunnews)

Jakarta, Warta Batavia–KPK menangkap mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino (RJ Lino) setelah lima tahun menjadi tersangka kasus suap akuisisi tiga unit. derek kontainer di sisi dermaga (QCC).

Laporan dari detikcomRJ Lino meninggalkan ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi oranye narapidana KPK pada Jumat (26/3/2021), sebelum KPK menggelar konferensi pers penahanannya.

Berdasarkan Laporan Verifikasi Investigasi BPKP edisi 2010: LHAI-244 / D6.02 / 2011 tanggal 18 Maret 2011, RJ Lino diduga menyalahgunakan kewenangannya untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain atau perusahaan dalam pengadaan tiga unit QCC di 2010.

Hal ini diduga merugikan negara sebesar Rs50,03 miliar.

Lino juga diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan China untuk pengadaan tiga QCC tersebut. Saat itu Lino menjabat sebagai presiden dan direktur PT Pelindo II.

Jawaban RJ Lino

Lino mengaku bingung dengan tuduhan BPK atas kerugian keuangan negara sebesar $ 22.828,94 dalam pemeliharaan tiga unit QCC. Ia menyatakan, saat menjabat sebagai Direktur Utama dan Direktur PT Pelindo II, ia tidak bertanggung jawab atas pemeliharaan tower crane.

“Tadi sudah dengar BPK yang baru memberikan kerugian negara sebesar $ 22.000 untuk pemeliharaan. Saya mau tanya, siapa direktur utama perusahaan itu? Pemeliharaan? Perusahaan besar, urusan pengeluaran bukanlah urusan presiden. USD 22.000 dan USD 300 juta dibagi 6 tahun, Rp 57 juta, satu tahun dibagi tiga tower crane, Rp. 16 juta, satu tower crane dibagi 365 hari Rp. 45 ribu sehari. Hingga saat ini, alat tersebut berumur 10 tahun ketersediaan95 persen. Ini sangat istimewa, “katanya.

Baca Juga :  Trump Diskakmat oleh Kongres AS dan Kian Diabaikan

Rumor yang beredar, RJ Lino tak mempertimbangkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Baik. Ia pun menilai seharusnya KPK menghentikan kasus tersebut dari awal.

“Karena pas saya selidiki, saya bilang, saya tunjukkan instrumennya, langsung saya tunjukkan, dua tahun kemudian saya jual di lelang. 10 orang ikut lelang, itu saja. untuk memasukkan bid dua, itemnya sama persis, kebetulan pemenangnya sama, harganya 500rb lebih mahal dari milikku untuk menunjukkan segera, “katanya.

“Jadi kalau BPK Baik, mereka harus mengisinya, tidak akan ada kerugian bagi negara. Karena pelelangan lebih mahal dari untuk menunjukkan langsung, “tambahnya. (ra / detik)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *