Masalah Isu Komunisme Menurut Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam

Soal-Isu-Komunisme-Menurut-Sejarawan-LIPI-Asvi-Warman-Adam.jpg
Views: 537
Read Time:2 Minute, 51 Second

Masalah Isu Komunisme Menurut Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam

Penjelasan Masalah Isu Komunisme Menurut Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam

Sejarawan LIPI Ungkap Masalah Munculnya kembali Isu-isu PKI dan Komunisme. Menurut Profesor Riset bidang Sejarah, Asvi Warman Adam, bahwa munculya kembali isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang belakangan dikaitkan dengan PDI Perjuangan akibat dari kepentingan politik kekuasaan Pemilihan Umum 2024.

walaupun Pemilihan Umum 2024 masih jauh, Menurut Asvi, isu kebangkitan PKI Disangka sengaja dimunculkan oleh kubu yang berharap Orde Baru (Orba) kembali berkuasa di 2024. Dalam hal ini, PDIP jadi pusat hantaman serbuan isu komunisme sebab dinilai akan menghambat agenda itu.

“Fenomena belakangan ini saya kira berhubungan dengan berhadapan dengan tahun 2024, waktu akan ada pemilihan presiden. Ada pihak-pihak berkepentingan dihidupkan isu komunisme ini,” kata Asvi dalam dialog virtual bertema ‘Ngeri-Ngeri Kebangkitan PKI’ yang dipandu Sejarawan, Bonnie Triyana, di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca juga : Penemuan Yusuf Muhammad Siapa Dalang di Balik Isu PKI

READ  Gus Muwafiq Dulu Pernah Jadi Santri di Pondok Pesantren Mana?

Sejarawan yang bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menduga, kubu yang berharap hal itu sama persis yang ditunaikan pada masa rezim Suharto yang menjadikan isu komunis selaku musuh bareng. Kubu ini disebutnya ‘berkongsi’ dengan kubu yang ingin menjaga eksistensi mereka untuk menyokong gerakan khilafah.

Maka tidak mengherankan, di aksi pembakaran bendera PKI beberapa waktu lalu, yang membakarnya kelihatan juga menggunakan bendera dengan simbol yang dekat dengan bendera HTI.

“Mereka ingin memperlihatkan eksistensi sejatinya, tetapi juga ingin menghancur-leburkan PDIP. Mereka dengan sengaja ingin menggoyang masarakat dengan berkata soal kebangkitan PKI,” ujar lelaki kelahiran Buktitinggi, Sumatera Barat itu.

PKI telah punah dengan TAP MPRS Pembubaran PKI

Padahal faktanya, Komunisme itu telah punah dengan adanya TAP MPRS yang isinya membubarkan PKI dan mencegah ajaran komunisme. Ini telah berlaku semenjak 1966 serta bertahan sampai waktu ini.

Diingatkan oleh Asvi juga, di era Orba Soeharto, isu PKI dipertahankan untuk kepentingan Pemerintah dan rejim berkuasa, dengan menghancur-leburkan orang yang bersikap kritis. Isu PKI juga dipakai waktu hendak mengambil tanah rakyat dengan mudah.

READ  Festival Kreativitas Sokong Seni Musik Generasi Milenial

Baca jua : Soal Konstitusionalisme Pancasila

“Maka di Orba, tiap-tiap Menjelang 30 September, pasti ada temuan bendera dan kaos PKI. Itu zaman Orba. Sekarang, makin rutin sebab ada kubu kepentingan yang mau angkat isu komunisme itu,” kata Asvi.

Asvi meneruskan, gerakan mereka kian menggema sebab Kemajuan teknologi info disertai kurangnya literasi masarakat dalam menyaring bahan-bahan kampanye yang disebarkan. Info amat mentah dan sumir itu sengaja disebarkan berulang dan terus menerus.

Hal itu kata dia, Disokong pula oleh proyek Desoekarnoisasi yang Dilakukan selama masa berkuasanya Orde Baru. Akumulasi seluruh hal itu juga yang terjadi dalam polemik pembicaraan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Baca jua : Pancasila dan “Orang Madura”

Bonnie lalu mempersoalkan narasi PDIP selaku anti Pancasila yang malah disampaikan pihak yang selama ini diragukan ke-Pancasila-annya. Menjawab itu, Asvi menjelaskan semenjak Reformasi 1998, makin terasa perlunya meneguhkan Pancasila, bukan cuma selaku dasar negara, tetapi pemersatu bangsa. Itulah perlunya ada lembaga seperti BPIP.

Lebih detail Asvi menjelaskan, waktu ada keinginan memperkuat status lembaga ini, maka penentangan muncul. Ada pihak tidak ingin Pancasila lebih disosialisasikan sebab anggapannya telah final.

READ  Labor Institute Minta seusai Lebaran Buruh Ikut Rapid Test - Aspiratif News

“Ini gamblang tujuannya kembali membangkitkan Orba, kembali mengangkat Soeharto selaku pahlawan penyelamat negara, yang ingin menjadikan komunisme musuh bareng, dan dalam rangka 2024. Dan bagian yang mengganggu mereka ialah PDIP. Dan untuk menyerangnya dikaitkan lah komunisme dan Soekarno. Mudah-mudahan rakyat lebih mudah memahami ini dan tidak termakan hantu komunisme,” pungkasnya. (qa/ummatina/sindonews)

Soal Isu Komunisme Menurut Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *