Masduki Sebut Yusril Negarawan Sejati di Tengah Wabah COVID-19

Masduki Menyebut Yusril Negarawan Sejati di Tengah Wabah COVID-19

Diposting pada

Masduki Menyebut Yusril Negarawan Sejati di Tengah Wabah COVID-19

Aspitaif News -, Eks Wakil Ketua DPRD Masduki Toha baru-baru ini membikin sebuah tulisan viral. Dalam tulisannya, itu dia mengupas sikap sosok Yusril Ihza Mahendra (YIM) yang menyebut selaku seorang ‘Begawan Hukum Indonesia’. YIM dianggap selaku sosok negarawan.

Menurut dia, eks kuasa hukum Joko Widodo di Pemilihan presiden terus menyuarakan pandangan selaku jalan penyelesaian atas problem bangsa ini. Walaupun solusinya tidak dijadikan keputusan strategi oleh pemerintah.

Bagian problem yang jadi sorotan Yusril ialah problem pandemi global COVID-19 yang tengah mewabah disejumlah daerah di Indonesia waktu ini.

baca juga:

“Semenjak sekira 2 bulan lalu saat tersebar berita soal adanya serbuan virus corona di bermacam negara, sejauh pengamatan saya,  Yusril ialah publik figur yang paling produktif melalui tulisan-tulisannya,” kata Masduki dalam keterangannya untuk media Sabtu (4/4/2020).


Dalam pandangan Masduki, YIM senantiasa menyampaikan pemikiran, pandangan, anjuran, masukan bahkan kritik untuk pemerintah sebagai pengambil keputusan strategi. Dan, dalam tiap-tiap kali menyampaikan pandangan dan kritiknya.

“Yusril senantiasa memberikan alternatif jalan penyelesaian. Tiap-tiap hari ruang publik seakan dipenuhi oleh pikiran-pikiran dan pandangannya. Berhari-hari, berminggu-minggu,”ucapnya.

Kendati sedemikian dia menilai, teriakannya Yusri berhenti pada 1 April 2020. Waktu itu Presiden Jokowi sudah memutuskan dalam berhadapan dengan wabah Covid-19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Masduki menyebut, jalan yang diputuskan presiden tak sama dengan yang diteriakkan . Yusril lebih merekomendasi Lockdown atau Karantina Wilayah, akan tetapi Presiden memilih PSBB. Walaupun mengandung kesamaan, tetapi amat jauh tak sama.

“Apakah Yusril kecewa? Mungkin iya. Namun apakah Yusril marah? Tidak sama sekali. Malah Yusril hari itu mengakhiri berondongan tulisan-tulisannya. Tulisan terakhir Yusril sesudah presiden Menyatakan keputusannya, berjudul “Bisakah PSBB berhadapan dengan virus corona?”. sesudah itu Yusril tidak menuliskan (mempublikasikan) lagi pemikiran-pemikirannya,” jelasnya.

Cuma, lanjut Masduki, pada alinea terakhir tulisan terakhirnya tersebut Yusril mecatat kritik selaku warning untuk pemerintah.

Masduki menyampaikan, selama Presiden Joko Widodo selaku pemimpin belum memgambil keputusan, Yusril sekuat tenaga dan pikiran menyampaikan seluruh hal yang dinilai benar dan baik.Tidak peduli dia dipuji atau dimaki. Tetapi saat presiden sudah memutuskan, walaupun hal itu tidak sesuai dengan pemikirannya, Yusril diam.

Yusril punya sikap, keputusan pemimpin negara wajib dihargai dan dihormati. Jangan dirongrong. Wajib Disokong.

“Saya percaya hari ini Yusril ialah orang yang paling tenang dan lega. Dia telah berusaha semaksimal mungkin. Bebannya sudah ditumpahkan. Tugasnya sudah ditunaikan. Usahanya sudah dijalankan,” ucapnya.

Tentu Yusril tidak kemudian berleha-leha. Pikiran dan hatinya pasti terus diperas untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi beberapa waktu kedepan.

“Seandainya kita sanggup meniru sikap dan caranya dalam berbangsa dan bernegara, sepertinya bangsa ini akan lebih cepat dewasa. Saya merasa kita sungguh layak berguru kepadanya, Sang Negarawan Sejati,” ujar Masduki mengakhiri. []

Masduki Sebut Yusril Negarawan Sejati di Tengah Wabah COVID-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *