Masih Ada Daerah tidak Patuhi SKB 4 Menteri – Aspiratif News

Masih Ada Daerah tidak Patuhi SKB 4 Menteri - Warta Batavia
Views: 1024
Read Time:3 Minute, 43 Second

Masih Ada Daerah tidak Patuhi SKB 4 Menteri – Aspiratif News

DINAS pendidikan daerah mesti mentaati Surat Keputusan Berbarengan-sama (SKB) 4 Menteri dalam membuka sekolah tatap muka karena taruhannya ialah nyawa siswa dan guru.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) juga mesti mengawasi dan menegur dinas-dinas pendidikan daerah yang belum mentaati SKB 4 Menteri.

Seperti ini disampaikan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dalam Penjelasan legal, kemarin. FSGI memperoleh laporan dari jaringan guru di beberapa daerah yang membuka sekolah tatap muka. Padahal, wilayahnya bukan zona hijau.

“FSGI menyaksikan Penting adanya nomor kontak hotline dari Kemdikbud dan Kemenag yang dapat dihubungi oleh masarakat. Hal itu dipakai untuk memberitahukan sekolah dan atau dinas pendidikan daerah yang tidak mentaati SKB 4 Menteri,” kata Wakil Sekretaris Jend. FSGI Satriwan Salim.

menurutnya, pilihan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) ialah pilihan the best di tengah kondisi waktu ini.

Satriwan menerangkan, berdasar laporan jaringan FSGI di daerah, ada dinas pendidikan di wilayah zona hijau menginstruksikan siswa SD dan SMP tetap masuk, tidak cuma untuk aktifitas masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), tetapi seluruh siswa TK, kelas I-VI SD, dan kelas VII-IX SMP.

READ  Pandemi Corona, ITSNU-STAIS Pasuruan Gunakan Ragam Model Pembelajaran - Aspiratif News

“Ada di Kabupaten Simeleu, Provinsi Aceh. Menurut laporan jaringan guru FSGI di Aceh, Dinas Pendidikan Kab Simeleu meng-instruksikan seluruh siswa masuk pada awal tahun ajaran baru 13 Juli 2020,” tambah Satriwan.

Padahal, lanjutnya, Gubernur Aceh melalui Dinas Pendidikan Provinsi Aceh sudah memberikan petunjuk agar sekolah-sekolah, khususnya TK dan SD tidak dibuka.

Hal yang sama juga Dilakukan di Kabupaten Pandeglang, Banten, yang zona kuning. Pun Kota Bekasi yang pada Senin (13/7) ada 2 SD dan 2 SMP yang tetap masuk. Padahal, daerah itu berstatus zona merah. “Akan tetapi, kami memberikan apresiasi ke Dinas Pendidikan Kota bekasi yang langsung menghentikan MPLS dan pembelajaran tatap muka per Selasa (14/7),” ujarnya lagi.

Akan tetapi begitu, FSGI mengapresiasi Kabupaten Bima yang meski zona hijau, tetapi melaksanakan PJJ.

Jangan tetapkan target

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta guru untuk memilah mana kompetensi yang mesti dicapai siswa karena sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) amat tidak sama dengan situasi normal.

READ  Ada Usaha Hilangkan Jejak Islam dari Sejarah Kita - Warta Batavia

“Sebaiknya tidak membebani siswa dan orangtua dengan target-target yang keterlaluan sulit dicapai dengan pembelajaran jarak jauh. Jangan disamakan seperti dalam keadaan normal,” ujar Hetifah seperti dikutip dari website DPR.

Sementara itu, Ada sejumlah daerah yang belum mentaati SKB 4 Menteri. Di Provinsi Aceh, misalnya, dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 17 di antaranya mengawali belajar mengajar tatap muka di hari ke-1 tahun ajaran baru 2020-2021.

Pun Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, akan mengevaluasi aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, proses belajar mengajar tahun ajaran baru tatap muka Dilakukan secara berangsur dan akan diawali pada 20 Juli.

Di Provinsi Bangka Belitung (Babel) cuma SMA/SMK di 3 kabupaten yang dapat melaksanakan aktifitas belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru. (Zhi/YH/MR/JH/RF/X-7)


Masih Ada Daerah tidak Patuhi SKB 4 Menteri – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *