Masih PJJ, Pemerintah Penting Tingkatkan Mutu Pembelajaran – Aspiratif News

Masih PJJ, Pemerintah Perlu Tingkatkan Mutu Pembelajaran
Views: 1603
Read Time:2 Minute, 12 Second

Masih PJJ, Pemerintah Penting Tingkatkan Mutu Pembelajaran – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Tahun Ajaran Baru 2020/2021 sudah mulai berlangsung pada Minggu ini. sebagian besar sekolah pun masih mengandalkan pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengingat kota tempat sekolah itu masih Ada dalam zona yang belum aman, entah kuning atau bahkan merah. walau pembelajaran model ini dianggap jauh kurang efektif dibandingkan tatap muka, tetapi tidak ada pilihan lagi dari pada tidak ada proses belajar mengajar.

 

Pembelajaran yang terbilang baru di tingkat dasar dan menengah ini tentu saja mengalami bermacam rintangan. Karenanya, Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) Aris Adi Leksono meminta pemerintah agar turun tangan dalam menaikkan mutu PJJ. Kecuali dengan memberikan Fasilitas pendidikan yang cukup, hal ini juga wajib diimbangi dengan peningkatan mutu pengajarnya.

 

“Pelatihan. Bimtek untuk guru dengan melibatkan perkumpulan masarakat, organisasi profesi, dan lain-lalin,” katanya ke Aspiratif News pada Jumat (17/7).

READ  Download Kitab Kifayatul Atqiya' PDF Makna Pesantren

 

alasannya, pemerintah baru mengeluarkan keputusan taktik yang sifatnya mengutamakan keamanan dan kesehatan masarakat sekolah atau madrasah. Masalah Fasilitas PJJ, menurutnya, masih belum maksimum karena semua diberikan pada sekolah.

 

“Peningkatan mutu Skill PJJ masih berjalan alamiah, belum masif dan sistematis. Apalagi Fasilitas new normal buat masarakat madrasah semuanya masih bebannya ditanggung lembaga masing-masing,” katanya.

 

Senada dengan Aris, Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Fahad A Sadat juga menyampaikan amat Penting peningkatan Skill bagi para guru. “Penting banget untuk pelatihan karena media baru. Sesuatu yang baru juga butuh pemahaman bareng,” katanya ke Aspiratif News pada Jumat (17/7).

 

Lebih detail, kiai Fahad menyebut bahwa konsep pembelajaran daring sampai waktu ini tidak ada standarnya. menurutnya, pemerintah belum berperan dalam hal bagaimana agar institusi pendidikan dapat menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara maksimum. Hal itu mengingat semuanya dilimpahkan ke masing-masing institusi, tidak ada aturan petunjuk teknisnya.

 

READ  Pasien Positif Covid-19 di Jombang Sembuh, Ini Tips yang Ditunaikan - Aspiratif News

Oleh karena itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren itu mengiginkan agar pemerintah membikin 1 platform tersendiri yang dapat diunduh dan dipakai secara gratis, baik oleh siswa maupun guru.

 

“Saya inginnya pemerintah punya 1 Fasilitas program pembelajaran online yang dapat diunduh di Playstrore dan gratis. Jadi, siswa dan guru dapat menggunakannya secara gratis,” katanya.

 

Walaupun sedemikian, kiai Fahad menyampaikan bahwa Buntet Pesantren sudah siap dengan pembelajaran daring dengan mempergunakan bermacam platform, seperti e-learning yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, Google Meet, Google Classroom, sampai aplikasi omongan pribadi seperti Whatsapp dan Telegram.

 

Karenanya, pihaknya telah meminta ke para pengasuh pondok di Buntet Pesantren agar mengizinkan santrinya mempergunakan ponsel di waktu mereka belajar di madrasah untuk berlangsungnya pembelajaran yang telah jadi keputusan di lingkungan pesantren.

 

Pewarta: Syakir NF

Editor: Muchlishon

 

Masih PJJ, Pemerintah Penting Tingkatkan Mutu Pembelajaran – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *