Masjid yang Dijadikan Gereja dan Hagia Sophia yang Dijadikan Masjid

Masjid-Masjid-yang-Dijadikan-Gereja-dan-Hagia-Sophia-yang-Dijadikan-Masjid.jpg
Views: 721
Read Time:6 Minute, 20 Second

Masjid yang Dijadikan Gereja dan Hagia Sophia yang Dijadikan Masjid

43 Views


Read Time:6 Minute, 10 Second

Banyak Masjid yang Dijadikan Gereja, Di Turki Hagia Sophia Dijadikan Masjid

WAKTU zuhur sudah tiba waktu Sultan Al-Ghazi, Muhammad Al-Fatih, masuk kota Konstantinopel yang baru saja dibebaskan. Ya, pas jam 1 dini hari hari, Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bersesuaian dengan tanggal 29 Mei 1453 M, Tentara Muslim sukses menaklukkan Konstantinopel.

Pada waktu itu, para prajurit tengah sibuk dengan rampasan perang, maka tiba-tiba itu juga beliau mengeluarkan perintah agar tidak berbuat kerusakan dan menjaga stabilitas keamanan dengan sesegera mungkin.

Lalu, beliau mengunjungi ke Gereja Hagia Shopia, lalu beliau memerintahkan agar dikumandangkan azan di dalamnya, selaku pengumuman bahwa tempat itu akan dijadikan masjid besar bagi ummat Islam.

Menariknya, sesudah pembebasan setelah, Sultan Al-Fatih Menyatakan ke segenap penjuru negeri agar tidak dicegah (atau membolehkan) pemeluk agama lain (seperti Kristen) untuk menjalankan ritual keagamaannya dan dijamin kebebasan beragama, bahkan harta mereka juga dijamin keamanannya.

Maka wajar saja kalau Muhammad Farid Bik dalam buku “Taarikh ad-Daulah al-‘Aliyyah al-Utsmaaniyah” menceritakan dijadikannya Aya Shopia jadi masjid, tidak dapat dipisahkan dari kejadian pembebasan Konstantinopel yang ditunaikan muslim sebanyak 11 kali.

Baca juga : Negara Paling Aman di Dunia, Qatar Juara Enam Tahun Berturut-turut

Baru lalu pada percobaan ke-12, sukses dibebaskan Muhammad Al-Fatih.

Sebuah Kelaziman:Masjid Jadi gereja dan Gereja Jadi Masjid

Dalam sejarah dunia, kejadian dijadikannya rumah ibadah jadi tempat ibadah yang sesuai dengan agama yang dipeluk penguasa telah lazim dicatat sejarah.

Karen Amstrong dalam buku “Perang Suci: Dari Perang Salib sampai Perang Teluk” (2003: 412) mecatat bahwa waktu prajurit Salib ke-1 menaklukkan kota suci Yerusalem, tidak ada 1 pun orang muslim dan Yahudi yang diperbolehkan untuk tinggal di dalamnya.

Lebih dari itu, masjid-masjid dan sinagog-sinagog dihancurkan, dicemari. atau diubah jadi gereja. Lalu, waktu Saladin (Shalahuddin Al-Ayyubi) berkuasa, maka gereja-gereja yang dibangun oleh Tentara salib itu diubah jadi masjid-masjid dan madrasah-madrasah.

walau sedemikian, Shalahuddin Al-Ayyubi tetap memberikan toleransi. Orang Kristen masih diperbolehkan untuk beribadah secara bebas di kota-kota Muslim. Kecuali kaum Frank.

“Lagi-lagi ini bukanlah perang melawan agama Kristen. Kaum Kristen Yunani dan Timur, yang tidak memburu dan menjajah kaum muslim, diperbolehkan untuk tetap tinggal di Kota Suci dan di Makam Suci,” ucap Karen Amstrong.

Sedemikian juga di Andalusia (Muslim di Spanyol). Menurut catatan Prof. Dr. Raghib As-Sirjani, dalam buku “Bangkit dan Runtuhnya Andalusia” juga tercatat bagaimana waktu Cordova jatuh pada 23 Syawal 553 Hijriah, masjid jami’nya yang amat megah dan besar diubah jadi sebuah gereja oleh orang Kristen.

Baca juga : Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia

Terkait kejadian bersejarah ini –dalam buku yang sama, disebutkan bahwa Abul Baqa’ Ar-Randi membikin kasidah soal selaku ratapan pada Andalusia. Bagian baitnya berbunyi sedemikian:

Kampung halaman itu jadi senyap dari Islam
yang marak ialah kekufuran
masjid-masjid telah berubah jadi gereja
dengan loncen dan papan salib
bahkan mihrab-mihrab pun menangis
mimbar-mimbar ikut meratap sedih

Masjid yang Dijadikan Gereja dan Hagia Sophia yang Dijadikan Masjid

Berikut ialah beberapa Masjid yang sudah diubah jadi gereja

Masjid Agung Cordoba

Sultan Abdurrahman I berbelanja tanah dan bangunan Kristen di Cordoba dan membangun masjid agung pada tahun 785. Ekstensi-ekstensi Inti masjid ditambahkan pada abad ke-9 dan ke-10, sampai ekstensi terakhir pada abad ke-10 di bawah Al-Mansur.

Saat orang-orang Kristen merebut Cordoba pada tahun 1236, Raja Ferdinand III dari Kastilia merubah masjid tersebut jadi sebuah katedral.

Lalu, bangunan lain katedral dibangun di tengah-tengah masjid lama, mengonfigurasi Masjid-Katedral Cordoba waktu ini.

Dulunya, masjid ini ialah masjid terbesar ke-2 di dunia sesudah Masjid Agung Makkah pada kisaran abad ke-9, sampai Masjid Sultan Ahmed, Istanbul dibangun pada tahun 1588.

Baca juga : Masjid Hadiah untuk Presiden Joko Widodo Akan Dibangun, Mirip Grand Mosque

Masjid Bab Al- Mardum

Masjid ini dibangun di Toledo pada tahun 999, di masa Umayyah. Sebuah prasasti ditulis pada batu bata dalam aksara Kufic di fasad barat daya mengungkapkan detail pendirian masjid tersebut:

“Bismillah. Ahmad ibn Hadidi yang mendirikan masjid ini mempergunakan hartanya sendiri, meminta hadiah di surga untuk itu dari Allah. Masjid dibangun dengan sokongan Allah di bawah arahan Musa ibn Alí, arsitek dan Sa’ada, dan berakhir di Muharraq pada 390 Hijriah”

Masjid ini diubah jadi gereja kisaran tahun 1085. Terjadi waktu Toledo diserbu oleh orang-orang Kristen. Raja Spanyol Alfonso VIII memberikan bangunan masjid untuk Ordo Servis Salib Suci pada tahun 1182. Elemen-elemen Kristen ditambahkan setelahnya seperti kubah setengah lingkaran di bagian atas altar dan mural dari tokoh-tokoh Kristen.

Masjid Jami’ Martulah

Adalah Masjid the best dan unik yang dapat ditemukan di Portugal, dengan campuran arsitektur Almohad dan Manueline pasca-Gotik.

Masjid yang terletak di Mertola ini terakhir dibangun kembali pada paruh ke-2 abad ke-12, tetapi beberapa elemen berasal dari abad ke-9.

Pada abad ke-13, Masjid ini diubah jadi gereja Kristen, dan altar diletakkan di tembok utara. Pada pertengahan abad ke-16, Pedro Dias menggambarkan Pergantian pada bangunan: menara Masjid diganti dengan menara lonceng dan garis atapnya sudah dihiasi dengan merlon, khas gereja, yang memahkotai atap bangunan. Sekarang ia dinamai, Gereja Nossa Senhora.

Baca juga : Nabi Saw sang Maha Cinta Insani

Masjid Agung Sevilla

Waktu ini, cuma menara dari Masjid Agung ini saja yang tersisa. Masjid ini dulunya sebanding dengan masjid Agung Cordoba, hancur oleh gempa bumi pada tahun 1365.

Menara tersebut Saat ini dipakai selaku menara lonceng gereja dan dinamakan selaku Giralda.

Pada mulanya ialah menara Masjid Agung Seville di al-Andalus, Spanyol Moor, pada masa pemerintahan dinasti Almohad, dengan top bergaya Renaissance ditambahkan oleh ummat Katolik sesudah penghalauan ummat Islam dari daerah tersebut.

Giralda didaftarkan pada tahun 1987 selaku Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Menara ini setinggi 104,1 m (342 kaki) dan tetap jadi bagian simbol terpenting kota, seperti yang sudah terjadi semenjak Abad Pertengahan.

Masjid Agung Nasrid, Granada

Masjid ini dibangun di masa Kesultanan Nasrid di Granada. Ia diubah jadi katedral sesudah Kerajaan Kristen Spanyol menguasainya pada tahun 1492. Pondasi untuk gereja dibangun oleh Enrique Egas mulai dari tahun 1518 sampai 1523 di atas tempat masjid Inti kota tersebut. Kapel Kerajaan Granada juga dibangun di atas bekas teras Masjid Agung tersebut.

Masjid Jami’ Mayrid

Sekarang berdiri selaku gereja bernama Gereja St. Nicholas di Madrid. Sisa-sisa arkeologis mempertunjukkan bahwa gereja dan menara loncengnya Adalah bagian dari bekas Masjid Jami’ itu.

Dipugar dan dijadikan gereja pada abad ke-12. Lalu kapel direnovasi pada abad ke-17. Adalah gereja tertua waktu ini di Madrid berasal dari 1202.

Ia dibangun di atas masjid Muslim Mayrit. Menaranya Adalah karya arsitektur Mudéjar Arab Moor. Muslim terusir dari Madrid pada 1085.

Masjid Agung Zaragoza

Bagian masjid terbesar & tertua di Al-Andalus. Diperbesar lalu jadi 54 × 86 meter. Penampakannya mirip dengan Masjid Agung Cordoba. Ke-1 kali dibangun oleh Hanas bin Abdallah, dikatakan oleh Al-Humaydi selaku bagian tabi’in.

Baca juga : Yunani Ancam Jadikan Rumah Ataturk Museum Genosida untuk Balas Turki

Masjid ini lalu diubah jadi katedral walaupun Ada katedral lain yang amat dekat yang dipakai oleh orang Kristen pada masa pemerintahan Moor.

Minaretnya tetap kokoh sampai abad ke-17. Masjid ini dihancurkan oleh Kerajaan Spanyol untuk kemdian dibangun katedral di atasnya. Restorasi pada tahun 1999, mengungkapkan ukuran asli masjid, tempat masuk dll. Sekarang dinamai selaku Katedral Savior of Zaragoza.

Masih banyak lagi gereja-gereja khususnya di Spanyol dan Portugal yang terbukti dibangun di atas Masjid. Kecuali jadi Gereja/Katedral, banyak juga masjid-masjid yang diubah fungsinya oleh Barat. Seperti Masjid Fethiye di Athena, Yunani yang diubah jadi bazar kebudayaan.

Di Israel, Masjid Al-Ahmar, sebuah masjid yang bersejarah diubah jadi klub malam. (qa/ummatina)

Masjid yang Dijadikan Gereja dan Hagia Sophia yang Dijadikan Masjid

READ  Daftar Website Islam yang Bersih dari Paham Radikal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *