Media Massa yang Kredibel Dapat Imbangi Hoaks di Media Sosial – Aspiratif News

Views: 1533
Read Time:2 Minute, 19 Second

Media Massa yang Kredibel Dapat Imbangi Hoaks di Media Sosial – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

1 di antara tantangan teknologi informasi ialah mewujudkan media massa yang dipercaya (kredibel). Kredibilitas amat penting untuk mewujudkan pers sebagai penangkal meningkatnya informasi hoaks di internet yang telah terbukti dapat mengancam perpecahan antaranak bangsa. 


Menurut Pemimpin Redaksi Tirto.Id, A Sapto Anggoro, pada prinsipnya media massa tidak dapat terlepas dari kredibilitas. Artinya, perusahaan media sudah barang tentu memegang teguh kode etik jurnalistik. Karena itu ialah amanat yang terkandung dalam UU Pers. 


“Media tidak dapat jauh dari kredibilitas,” kata Sapto Anggoro waktu dialog daring bertema Tantangan Media di Tengah Industri Manipulasi Informasi, Kebencian, dan Kepentingan Politik, Jumat (10/7) dalam rangka perayaan hari lahir ke-17 Aspiratif News, situs legal PBNU. 

Media yang kredibel, menurutnya, Ialah amanat  Undang-undang (UU) no 40 tahun 1999. menurut ketentuan pasal 33 UU nomor 40 tahun 1999 Soal hal pers, berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. 

READ  Astaghfirullah! Israel Ubah Masjid Bersejarah Al Ahmar jadi Bar - Aspiratif News


Karena itu, pers tidak mungkin melakukan kerja-kerja jurnalistik yang dapat memunculkan problem seperti terlibat dalam industri manipulasi informasi. Pers, lanjutnya, berusaha agar dapat menjalankan amanat undang-undang yang berlaku di Indonesia. 


“Misalnya yang Dilakukan oleh media dalam melakukan konfirmasi, itu ialah usaha untuk menjalankan amanah. Jadi, media massa tidak sekadar nulis, tanpa pegangan apa pun, atau memfitnah kiri kanan. Kita menjalankan amanah UU,” katanya. 


Ia kemudian menerangkan perbedaan antara media massa dan media sosial. Media massa ialah perusahaan media yang bertanggung jawab untuk pemberitaan, sementara media sosial ialah media individu masarakat. 


Lalu, sambungnya, untuk menghindari meningkatnya informasi hoaks di media sosial atau di internet, media massa wajib disiplin melakukan verifikasi secara prosedural. Jika media massa sudah sungguh-sungguh kredibel, problem informasi hoaks yang berkembang di internet dapat diimbangi media massa. Dengan begitu kepercayaan masarakat pun akan kian meningkat. 

 

“Contoh waktu ada informasi di medsos; kalau awak media dari media massa, itu sudah tahu wajib konfirmasi tidak sekadar dishare. Jikalau itu menyangkut fitnah, tanya saja ke yang difitnah. Kenapa? Karena kita punya pegangan pers, kode etik dan pedoman media siber,” ungkapnya. 

READ  [Ngaji Gus Baha] Da'i Wajib Berargumentasi yang Baik, Bukan Marah-marah Nggak Jelas - Warta Batavia


Kecuali Pemred Tirto.id, dialog juga dihadiri Presidium Penduduk Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid, Pemred Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, dan Pemred Narasi TV Zen RS. 


Dialog tersebut dipandu host 164 Channel Ahmad Rozali dan diberi pengantar oleh Pemred Aspiratif News Achmad Mukafi Niam.  Untuk memeriahkan warning Harlah ke-17 tahun sekarang, Aspiratif News yang lahir pada 11 Juli 2003 juga menggelar beberapa kategori festifal dengan hadiah-hadiah menarik. Aktifitas festifal dalam rangka harlah ke-17 tahun tersebut akan diumumkan lebih detail melalui saluran media sosial Aspiratif News, di Instagram, Facebook, maupun Twitter.  


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori 

Editor: Abdullah Alawi

 

Media Massa yang Kredibel Dapat Imbangi Hoaks di Media Sosial – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *