Media Meksiko Publikasikan Foto Mayat Wanita, Warga Marah dan Turun ke Jalan

Media Meksiko Publikasikan Foto Mayat Perempuan, Penduduk Marah dan Turun ke Jalan

Aspitaif News -, Belum lama ini Meksiko digemparkan dengan Perkara Tindakan mematikan seorang perempuan muda. Perempuan itu ditandai berumur 25 tahun bernama Ingrid Escamilla, sementara pelaku ialah lelaki 46 tahun yang tidak disebutkan namanya.

Laki-laki tersebut, yang diketahui Adalah suami korban, mengklaim terlibat argumen dengan korban di mana waktu cekcok korban mengancam akan menghabisi pelaku. Waktu itulah pelaku lantas menghabisi korban dan mengulitinya, beberapa organ korban juga dikabarkan hilang.

Perkara ini memicu kemarahan masarakat, Claudia Sheinbaum sebagai Wali Kota Mexico City menjelaskan jaksa penuntut akan menuntut hukuman maksimum kepada tersangka pelaku.

baca juga:

“Femisida (Tindakan mematikan wanita) ialah kejahatan yang sungguh-sungguh dikutuk. Ini menakutkan tatkala kebencian mencapai ekstrem seperti dalam Perkara Ingrid Escamilla,” tulis Sheinbaum di Twitter, dikutip dari website CNN, Jumat (14/2).


Tapi, hal lain yang memicu amarah publik ialah tindakan media-media Meksiko, baik cetak maupun daring, yang menampilkan foto jenazah korban dan pelaku yang bersimbah darah. Para aktivis bareng masarakat turun ke jalan dalam beberapa bulan terakhir untuk menuntut Pergantian dalam cara Perkara aksi anarkis kepada wanita ditangani dan diadukan.

Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengkritik tanggapan media atas Tindakan mematikan itu. Sementara itu kantor kejaksaan Mexico City tengah menyelidiki pegawai negeri sipil atas kebocoran tersebut ke media dan mempertimbangkan untuk menjadikannya selaku kejahatan mendistribusikan gambar korban.

López Obrador menjelaskan pada konferensi pers pada hari Kamis bahwa orang yang bertanggung jawab untuk membocorkan gambar mesti diganjar.

Femisida atau Tindakan mematikan perempuan sebab kategori kelamin mereka sudah meningkat di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 1.006 Perkara diadukan pada 2019, naik dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 912 Perkara. Menurut Jaksa Agung Meksiko Alejandro Gertz, Femisida sudah meningkat 137 % dalam 5 tahun terakhir.

Sementara itu kelompok-kelompok pembela hak perempuan menjelaskan Perkara yang diklasifikasikan selaku Femisida oleh pemerintah lebih sedikit dari yang sesungguhnya terjadi serta banyak pelaku yang tidak diadili.

“Meksiko berhadapan dengan tantangan besar dalam hal aksi anarkis kepada wanita,” kata National Institute of Women di Meksiko.

“Distribusi gambar-gambar tindakan kriminal, selaku bentuk advokasi kejahatan yang melibatkan sensasionalisme, kejahatan, ejekan, dan morbiditas, menyebabkan revictimization, mencegah aksi anarkis, dan mengancam martabat, privasi dan identitas korban dan Famili mereka,” kata kubu tersebut.

Mereka menambahkan bahwa publikasi tersebut berisiko menghambat proses hukum dan meminta organisasi media untuk bertindak secara etis.[]

Media Meksiko Publikasikan Foto Mayat Wanita, Warga Marah dan Turun ke Jalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *