Melarang Radikalisme Masuk Lingkungan Sekolah

Waspada-Radikalisme-di-Lingkungan-Sekolah.jpg
Views: 756
Read Time:2 Minute, 54 Second

Melarang Radikalisme Masuk Lingkungan Sekolah

89 Views


Read Time:2 Minute, 47 Second

Zaman now ini lingkungan sekolah sudah ada yang tercemar oleh ajaran radikalisme. Hal ini amat disayangkan karena murid dapat bingung dan menganggap paham mereka benar.

Publik pernah dibuat heboh dengan buku pelajaran yang memuat materi dengan kata-kata bom, jihad, perang, dan bantai. Padahal buku tersebut ditujukan untuk murid TK.

Spontan langsung ditarik dari peredaran dan diselidiki, mengapa sampai diberikan untuk sebuah lembaga pendidikan untuk bocah kecil. dari sini diketahui ternyata radikalisme sudah sengaja dimasukkan ke lingkungan sekolah.

Menurut Menteri Agama Fachrul Razi, ada 3 jalur untuk tempat masuk paham radikalisme ke lingkungan sekolah.

Yang Ke-1 ialah melalui jalur kurikulum. Khususnya di sekolah yang tidak mempergunakan kurikulum K-13. Mereka mempergunakan kurikulum lain yang sayangnya dapat disisipi oleh ajaran radikalisme. Jadi di proses pembelajaran, murid malah diajari untuk berjihad ke Syiria.

Baca juga : Usaha NU Menangkal Radikalisme dengan Membangun Sinergi Sipil – Angkatan bersenjata

READ  UAS Menyebut Syetan Sebar Isu Lewat Mimpi, Apakah Cerita ‘Bermimpi Prabowo’ Menjelang Pemilihan presiden Isu Syetan? - Warta Batavia

Jalur ke-2 ialah melalui buku. Seperti yang dicontohkan di atas, ternyata ada buku pelajaran yang memuat paham radikal. Misalnya ajaran untuk memerangi kafir dengan Peperangan dan aksi anarkis. Padahal di era modern, perang seperti ini tidak mungkin terjadi. Murid juga jadi seseorang yang intoleran karena tidak mau bergaul dengan selain kaumnya.

Sementara jalur ketiga ialah melalui guru. Seorang guru seharusnya mengajarkan soal pengetahuan dan kebaikan. Namun ia malah menyetelkan film soal perang Palestina dan mengajak murid untuk membantai musuh. Murid yang masih polos akan tercuci otaknya lalu menganggap ucapan guru benar, padahal pengajar tersebut ialah anggota pihak radikal.

Untuk mengatasinya maka sekolah mesti teliti dalam mempergunakan buku untuk bahan pembelajaran di kelas. Guru dan kepala sekolah mesti membaca satu-persatu materinya sebelum memutuskan untuk berbelanja buku itu. Jangan sampai salah dan ternyata ada cerita soal radikalisme yang membikin murid jadi salah kaprah dan Ada di jalur yang tidak benar.

Wakil presiden KH Ma’ruf Amin juga Menyatakan bahwa buku pelajaran yang mengandung konten radikalisme akan ditelusuri siapa penulis dan penerbitnya. Miris sekali bahwa ada buku seperti itu di tingkat SD, bahkan PAUD. Buku tersebut akan diperbaiki isinya dan ajaran radikalisme mesti dihapus, agar murid tidak lagi memperoleh pengaruh dari kaum radikal.

READ  Perkiraan Menlu Iran: Trump Dapat Menang Lagi di Pemilihan Umum AS

Sekolah juga wajib menyeleksi calon guru yang mengajar. Wajib dilaksanakan psikotes, tanya Jawab soal kebangsaan, dan dilihat juga akun media sosialnya. Jangan sampai ternyata ia anggota pihak radikal yang mengajarkan murid-murid soal jihad serta kebencian untuk pemerintah. 1 guru yang salah akan merusak otak ratusan murid.

Jikalau ada sekolah yang kurikulumnya ternyata pro radikalisme, maka orang tua jangan segan untuk memindahkan anak ke lembaga pendidikan lain, walau mesti berkorban uang, tidak apa-apa. Daripada anak terpapar radikalisme semenjak dini. Mereka dapat nekat kabur dari rumah dan ingin jihad ke luar negeri karena otaknya sudah terpengaruh oleh ajaran kaum separatis.

Baca juga : PELAJARAN DARI KEHANCURAN LIBYA AKIBAT PROPGANDA KHILAFAH

Untuk mengatasi murid yang sempat terpapar ajaran radikalisme, maka orang tua dapat mengatasiya dengan mengajarkan nilai nasionalisme. Misalnya dengan menyetel lagu-lagu kebangsaan di rumah, dan menggelar upacara bendera di rumah tiap hari besar nasional. Juga mengajak anak untuk menonton film soal sejarah kemerdekaan Indonesia.

READ  Teks Shohibus Syafa’ah (Sholli Wassallim Da'iman Alahmada) - Arab dan Latin - Warta Batavia

Tatkala kita telah paham radikalisme masuk ke sekolah melalui buku, kurikulum, dan guru. Buku yang mengandung radikalisme mesti diperbaiki isinya. Sekolah juga tidak boleh sembarangan menerima guru yang ternyata simpatisan atau member kaum radikal.

Orang tua juga wajib waspada kalau di sekolah anak kurikulumnya mengandung ajaran radikalisme maka langkah memindahkan anak-anaknya ke sekolah lain ialah langkah the best.

Mencegah Radikalisme Masuk Lingkungan Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *