gus-dur-696x696.jpg

Melawan Radikalisme ala Gus Dur (1)

Diposting pada

Melawan Radikalisme ala Gus Dur (1)

Ilustrasi, Bu Gedong dan Gus Dur Candi Dasa kab. Karangasem, Bali. (istimewa)

Dalam acara memperingati hari toleransi bertema Meneladani Spiritual dan Gagasan Toleransi Gus Dur, tgl. 30 Nop, 2020, diselenggarakan Gusdurian Cirebon, aku mengawali dengan menyatakan bahwa Gus Dur adalah seorang spiritualis besar yang dalam Islam disebut sufi, sang bijak bestari. Lalu aku mengutif kaedah cinta yang disampaikan guru spiritual maulana Rumi, Syams Tabrizi :

إن الصوفي الحق، هو الذي يتحمل بصبر، حتى لو اتهم باطلًا وتعرض للهجوم من جميع الجهات ولا يوجه كلمة نابية إلى أي من منتقديه، فهو لا ينحي باللائمة على أحد. فكيف يمكن أن يوجد خصوم أو منافسون أو حتى آخرون في حين لا توجد نفس في المقام الأول؟ كيف يمكن أن يوجد أحد يلومه في الوقت الذي لا يوجد فيه إلا واحد؟

“Seorang Sufi sejati adalah dia yang rela menanggung luka dengan sabar meski dituduh tanpa dasar kebenaran atau diserang, atau dihujat secara tak adil dari segala pihak. Ia tidak membalasnya dengan kata-kata buruk tentang mereka yang mengkritiknya, menuduh atau menyerangnya. Seorang Sufi tak pernah menyalahkan siapapun. Bagaimana mungkin ada musuh atau pesaing atau bahkan “pihak lain” bila dari awal memang tidak ada “pihak” atau “diri”?. Bagaimana bisa ada yang disalahkan kalau yang ada hanyalah Ke-Esaan/Ketunggalan semata?.”

Baca Juga :  Teroris Boko Haram Sergap Gubernur Gunakan Keledai Diikat Bom

Nah, dalam konteks kehidupan sosial hari ini di mana radikalisme tengah menjadi fenomena, bagaimana Gus Dur menghadapinya?. Apa yang akan dilakukannya?

Melawan Radikalisme

Membaca dan mempelajari paradigma, world view dan karakter spiritualisme Gus Dur, kita akan mengatakan bahwa Gus Dur tidak akan melakukan perlawanan terhadap para pelaku kekerasan dan kaum radikal melalui cara yang sama. Dengan kata lain Gus Dur tidak akan mengatasi kelompok garis keras dan kaum radikal tersebut dengan jalan kekerasan serupa dan militeristik.

Kekerasan tidak akan dilawan dengan kekerasan yang sama. Beliau sebaliknya akan mengambil dua langkah perlawanan kultural sekaligus : memajukan perdamaian di satu sisi dan mengembangkan saling pengertian antar penganut agama dan keyakinan, di sisi yang lain.

Bersambung

Sumber: FB KH Husein Muhammad

(Warta Batavia)

Melawan Radikalisme ala Gus Dur (1)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *