Meluruskan Makna Sabar – Aspiratif News

Views: 23
Read Time:3 Minute, 27 Second

Meluruskan Makna Sabar – Aspiratif News

Bila kita melihat sinetron Indonesia, kerap kali terkesan bahwa orang sabar ialah figur yang  tertindas, lugu, mudah ditipu, dan bisanya cuma menangis sendirian. Orang semacam ini jadi pemenang cuma di episode terakhir saja sedangkan sebelumnya selalu kalah dan mengalah. Sedikit banyak tontonan semacam ini masuk ke alam bawah sadar penonton yang membentuk pemahaman bahwa orang sabar ialah orang lemah.


Bila kita lihat secara objektif, yang seperti itu sesungguhnya bukanlah sabar, tapi malah lemah. Lemah itu secara umum tidak baik. Mukmin yang lebih dilike Allah bukanlah yang lemah tapi yang kuat, seperti diterangkan oleh Nabi dalam hadits berikut:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ 


Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih digandrungi Allah daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing ialah baik” (HR Muslim).


Lalu sabar itu apa? Sabar berasal dari bahasa Arab الصبر (ash-shabru) yang lalu diserap dalam bahasa Indonesia jadi kata “sabar”. Waktu sudah jadi bahasa Indonesia, maka ada sedikit Pergantian makna sehingga muncullah makna sabar seperti terkesan lemah dalam sinetron-sinetron. 

READ  Arti Agama Islam bagi Orang Betawi - Aspiratif News


Makna asli kata ash-shabru ialah tahan sehingga ada istilah صبّر الجثة yang secara literal artinya “menyabarkan” bangkai. Maksudnya ialah membikin bangkai jadi tahan lama tidak mudah membusuk. Sehingga kata sabar maksudnya malah kuat tahan banting dan tidak mudah hancur. Dengan makna ini kita dapat memaknai ayat berikut dengan pas:

قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ


Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, ‘Betapa banyak kelompok kecil dapat mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.’ Dan Allah berbarengan orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqarah: 249).


Ayat tersebut bercerita soal para prajurit yang tahan banting sehingga walaupun jumlahnya sedikit tetapi sanggup mengalahkan musuh yang jumlahnya lebih banyak. Merekalah yang disertai oleh Allah dengan kemenangan. Di ayat lain malah lebih Jelas bahwa sabar artinya ialah kuat. Allah berfirman:

وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قَاتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ


Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah ghirah dan tidak (pula) menyerah (untuk musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS Ali ‘Imran: 146).

READ  Polres Nagekeo Lakukan Olah TKP Lanjutan di RSD Aeramo - Aspiratif News


Ayat terakhir ini menerangkan kriteria orang sabar ialah dia yang tidak lemah, tidak mudah patah ghirah atau menyerah. Ini semua ialah kriteria Muslim yang kuat sebagaimana disinggung Rasulullah.


Jadi, sabar bukanlah sifat bagi mereka yang lemah yang selalu kalah. Bahkan sebaliknya, ia ialah sifat bagi para pemenang yang selalu unggul baik tatkala jumlahnya sedikit dan tertindas sampai jumlahnya besar dan kebanyakan. 


Di sinilah kita dapat melihat bahwa Rasulullah dan para sahabat selalu sabar dalam saban kondisi. Waktu mereka minoritas dan ditindas di Makkah, tidak ada yang berpaling, menyerah atau kompromi soal aqidah Islam. Semua tetap tegas dan kuat walaupun dalam siksaan kaum Quraish. Seperti ini pula tatkala di masa pasca Hijrah di Madinah, mereka tetap sabar dan tahan banting dengan Pasukan yang jumlahnya lebih sedikit. Waktu menahan diri mereka bersabar, tatkala perang terbuka pun mereka sabar. Dengan modal kesabaran ini, maka ummat Islam awal tersebut meraih kemenangan gemilang.

 

READ  Campursari Menembus Batas - Aspiratif News

Ustadz Abdul Wahab Ahmad, Peneliti Bidang Aqidah di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur.

Meluruskan Makna Sabar – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *