Memahamkan NU Ke Kader Butuh Proses – Aspiratif News

Memahamkan NU Kepada Kader Butuh Proses
Views: 1503
Read Time:2 Minute, 19 Second

Memahamkan NU Ke Kader Butuh Proses – Aspiratif News

Demak, Aspiratif News

Untuk memahamkan dan mengenalkan ajaran Islam Ahlussunnah  Wal jema’ah (Aswaja) ke kaum yang belum mengenalnya Penting proses panjang sabar, telaten, dan tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi kaum atau lingkungan tersebut terlebih dahulu pernah di masuki aliran Islam dengan faham lain.

 

Pengurus Wilayah Aliansi Guru besar NU Jawa Tengah Thoriqul Huda menerangkan, perlunya pemahaman yang sama dalam ideologi Islam Aswaja dengan terlebih dulu melalui proses pengenalan, pemahaman, dan ajakan secara berkesinambungan.

 

“Mestinya kita Penting bersyukur sebagai ummat dan warga NU. Dalam beragama dan ajaran aswaja, bermadzhab tinggal makan makanan yang sudah matang tinggal menikmati. Beda halnya dengan nenek moyang kita dulu dalam berjuang menegakkan dan menyebarkan akidah aswaja,” terangnya.

 

Hal itu disampaikan waktu memberikan materi pengkaderan ke-NUan pada pelajar dan maha siswa Demak bertempat di Masjid Al-Mubarokah Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, Jawa Tengah, Ahad (12/7).

READ  Problem HTI dan Radikalisme, Gus Ulil Bantah Pengamat Australia yang Sinis ke NU

 

menurutnya, sebagai pemateri dialog pada tahap pengenalan NU ke kaum muda, penting anak mda NU memahami sejarah NU, maka Penting dijabarkan sejarah asal muasal berdirinya  Nahdlatul Ulama yang dinahkodai Rais Akbar KH Muhammad Hasyim Asy’ari sampai merdekanya bangsa Indonesia sampai sekarang.

 

 

Dirinya juga Menyenggol  pada perkembangannya sampai cara berfikir madzhab dalam berakidah, berfikih, dan berakhlak sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah Wal jema’ah An-Nahdliyah.

 

“Keberhasilan ini  tidak dapat cuma dengan perjumpaan formal saja, akan tetapi belajar soal Islam Aswaja An-Nahdliyah juga dengan ikut tahap pengkaderan seperti yang Dilakukan IPNU, IPPNU, Ansor, dan Fatayat,” tegasnya.

 

Di samping itu lanjutnya, juga wajib masih diikuti dengan bermacam aktifitas yang diselenggarakan oleh NU.


Sementara itu, sehari sebelumnya di tempat yang sama, ialah (11/7) sebagai usaha untuk mewariskan tradisi Islam nusantara yang berhaluan ahlusunnah wal jamaah an-nahdiyah ke generasi muda mudi Desa Kedondong, NU Ranting Kedondong mengambil inisiatif untuk memperkenalkan sebuah organisasi yang mewadahi usia pelajar (IPNU dan IPPNU).

READ  Pihak Prabowo Diinginkan Jadi Oposisi yang Sehat dan Membangun

 

Ketua Pengurus Ranting NU Kedondong kiai Abdul Rozaq ke Aspiratif News, Senin (13/7) menerangkan, dirinya selalu menyampaikan pesan ke kaum terpelajar tidak malu dan segan mengakui sebagai kader NU. 

 

“Dalam bermacam Kesempatan, saya selalu Mengingatkan ke anak muda NU untuk tidak malu mengakui sebagai anak idelogis maupun biologis NU,” tegasnya.

 

Dirinya meminta para kader NU untuk membaca dan memahami sejarah awal mula target dibentuk dan didirikannya organisasi Islam terbesar di dunia ini dengan cara belajar semenjak dini sehingga mereka juga dapat menghormati dan menghargai para ulama.

 

“Jangan segan-segan sebagai pemuda dan pelajar untuk menerangkan kami pemuda NU, kami pelajar NU dan kami anak kecil NU,” tegasnya.

 

sesudah dialog digelar dilanjutkan dengan reorganisasi IPNU-IPPNU Ranting Kedondong. Dalam Kesempatan itu terpilih sebagai Ketua IPNU Lukman Hakim, sedangkan Indah Arifatul Muawanah sebagai Ketua IPPNU Ranting Kedondong.

 

Kontributor : A Shiddiq Sugiarto

Editor: Abdul Muiz

 

Memahamkan NU Ke Kader Butuh Proses – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *