Menag-Gus-Yaqut-696x392.jpeg

Menag Gus Yaqut: Pelaksanaan Haji 2021 Masih Tunggu Keputusan Arab Saudi

Diposting pada
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Dok. Khusus)

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau gus Yaqut mengungkapkan, keputusan melaksanakan haji pada 2021 masih menunggu konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi.

“Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan apakah haji tahun ini dibuka atau tidak,” kata Yaqut kepada Solo, Jumat (5/3) seperti dikutip merdeka.com.

Gus Yaqut menegaskan, jika pemerintah Arab Saudi memberikan kepastian, maka persiapan teknis akan segera dilakukan pemerintah. Menurut dia, pemerintah saat ini telah menyiapkan sejumlah skenario.

“Tapi tentunya skenario ini hanya bisa berjalan jika ada keputusan haji oleh pemerintah Arab Saudi, apakah itu terbuka atau tidak. Salah satu skenarionya adalah pembatasan ini,” ujarnya.

Ia memprediksi, saat terjadi pandemi Covid-19, ibadah haji tidak akan berlangsung normal, bahkan selama perjalanan ke Arab Saudi.

“Ibarat menjaga jarak di pesawat, ruangan yang biasanya ditempati delapan orang itu hanya dipakai empat orang. Tanda yang kami dapat adalah ada larangan jamaah, tidak seperti di waktu normal,” ujarnya.

Sedangkan untuk jemaah lansia, pihaknya belum bisa memastikan apakah bisa ikut menunaikan ibadah haji.

Baca Juga :  Menguji Nalar dan Keimanan tentang Isra Mi’raj

“Kami belum yakin, kami harap bisa, tapi kami tidak tahu. Ini kebijakan pemerintah Arab Saudi. Kami tamu, kami ikuti peraturan pemerintah di sana,” ujarnya.

Arab Saudi memaksa jamaah haji tahun ini untuk disuntik vaksin Covid-19

Kementerian kesehatan Arab Saudi telah memutuskan bahwa hanya peziarah yang divaksinasi Covid-19 yang dapat berpartisipasi dalam haji tahun ini, surat kabar Okaz melaporkan Senin.

“Vaksin Covid-19 wajib bagi mereka yang hendak menunaikan ibadah haji dan akan menjadi syarat utama (mengantongi izin masuk),” bunyi laporan itu, mengutip surat edaran yang ditandatangani Menteri Kesehatan.

Arab Saudi memperkuat reputasinya dalam melindungi situs-situs paling suci umat Islam di Mekah dan Madinah, serta administrasi haji yang damai, yang di masa lalu telah dirusak oleh serangkaian insiden mengerikan.

Pada tahun 2020, kerajaan Arab Saudi secara drastis mengurangi jumlah jemaah haji menjadi sekitar 1.000 untuk membantu mencegah penyebaran virus corona, setelah melarang jemaah haji dari luar negeri untuk pertama kalinya di zaman modern.

Baca Juga :  Kapolri: Bomber Makassar dari Kelompok JAD yang Terkait Bom Gereja Filipina

Haji, kewajiban satu kali bagi mereka yang mampu, menjadi sumber pendapatan utama pemerintah Arab Saudi.

Kepadatan jutaan jemaah haji dari seluruh dunia bisa jadi merupakan penularan virus. Di masa lalu, para peziarah kembali ke negara itu dengan penyakit pernapasan dan penyakit lainnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *