menag-yaqut-cholil-qoumas_169.jpeg

Menag Minta Jozeph Paul Zhang Ditindak: Ini Mengarah Penistaan

Diposting pada
Menag yaqut cholil qoumas 169 Menteri Agama meminta Jozeph Paul Zhang untuk bertindak: ini mengarah pada penistaan ​​agama

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berbicara tentang Jozeph Paul Zhang, pria yang diduga menghina agama, dan nabi Muhammad SAW di media sosial. Menteri Agama berharap Jozeph segera sembuh.

“Saya berharap segera ada penerapan intoleransi yang mengarah pada penodaan agama ini,” kata Gus Yaqut, panggilan menteri agama, kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Gus Yaqut menyesalkan intoleransi Jozeph Paul Zhang. Ia menilai sikap intoleran tidak memandang agama.

“Intoleransi tidak melihat apa itu agama. Itu tidak menjadi monopoli agama,” katanya.

Seperti diketahui, pria bernama Jozeph Paul Zhang tiba-tiba viral di media sosial karena diduga menghina agama dan Nabi Muhammad. Dia lari, menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengklaim dia adalah nabi ke dua puluh enam.

Atas perbuatannya, Jozeph kemarin dikritik oleh Bareskrim Polri oleh Husin Shahab. Laporan tersebut terdaftar sebagai LP / B / 0253 / IV / 2021 / BARESKRIM pada 17 April 2021.

Kini, Jozeph Paul Zhang juga diburu oleh polisi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku pihaknya sedang mengusut masalah tersebut.

Baca Juga :  Polisi Langsung Bergerak Usai Dugaan Lawan Hukum Rekening FPI Terbongkar

“Kami sedang menyelidiki,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat dimintai konfirmasi.

Listyo Sigit mengatakan, sesuai informasi dari Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta berdasarkan dokumen perjalanan No. B6622531, Jozeph Paul Zhang sudah tidak ada lagi di Indonesia. Itu terekam saat ia meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong pada 11 Januari 2018.

Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu Jozeph Paul Zhang. Dikutip Antara, Minggu (18/4/2021), Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan kehadiran Jozeph Paul Zhang di luar negeri tidak menghalangi dirinya untuk mendalami kasus tersebut dan ia sedang menyiapkan dokumen penyidikan.

Mekanisme penyidikan akan tetap berjalan meski yang bersangkutan berada di luar negeri, kata Agus.

Bareskrim Polri bekerja sama dengan polisi asing dan membuat daftar buronan (DPO) untuk Jozeph Paul Zhang. Ini dilakukan agar Jozeph Paul Zhang dapat dideportasi dari negara tempatnya berada.

“Mekanisme kerja sama polisi asing bisa berjalan. Jika negara tempat tinggal yang bersangkutan mengeluarkannya. DPO nanti akan dibebaskan,” kata Agus.

Baca Juga :  Sempat Berkelit, Gedung Putih Klaim Biden Siap Bertemu Putin

Agus menjelaskan, penyidik ​​Bareskrim bisa mengambil tindakan dengan melaporkan temuan terkait konten intoleran. Menurut Agus, konten intoleran yang menimbulkan konflik dan keresahan sosial di masyarakat dapat merusak persatuan dan kesatuan.

“Kalau begitu, kesimpulan penyidik ​​tentang konten intoleran, menimbulkan konflik sosial dan keresahan di masyarakat, merusak persatuan dan kesatuan, menurut Kapolres SE, akan ditindak tegas,” kata Agus. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *