1615697717700.jpg

Menag Sebut Indonesia Memiliki Gejala Meningkatnya Intoleransi

Diposting pada

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi tantangan penguatan aliran konservatisme agama yang menimbulkan intoleransi di masyarakat. Ini, kata dia, adalah hasil dari media sosial.

“Indonesia, seperti negara lain, menghadapi tantangan untuk memperkuat aliran konservatisme agama, sebagian besar karena kekuatan media sosial di antara penduduknya,” kata Yaqut saat berpidato di Understanding Indonesian Muslim Culture dalam siaran online, Sabtu. ( 13 /). 3/2021).

Beberapa penelitian dari berbagai institusi menunjukkan gejala meningkatnya intoleransi, tambahnya.

Namun, Yaqut meminta semua pihak tidak perlu khawatir. Pasalnya, tren ini belum menjadi arus utama masyarakat Indonesia.

Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama senantiasa berupaya untuk bertanggung jawab atas kehidupan beragama. Salah satunya adalah membuat kebijakan yang memperkuat kehidupan beragama secara lebih harmonis.

3 kebijakan utama

Selain itu, kata Yaqut, pihaknya telah menetapkan dan memprioritaskan tiga kebijakan utama. “Pertama, perbaikan agama yang lebih bermutu, lebih baik dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Alhamdulillah! Ketum GP Ansor Gus Yaqut Jadi Menag

Kemudian yang kedua adalah penguatan moderasi beragama yang bertujuan mencapai kehidupan beragama yang lebih moderat. Lebih lanjut, transformasi digital adalah proses mengadaptasi kepentingan agama ke informasi digital. [liputan6.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *