Menakar Bahaya Laten Telkomsel | The Truly Islam – Aspiratif News

Menakar Bahaya Laten Telkomsel
Views: 1495
Read Time:4 Minute, 20 Second

Menakar Bahaya Laten Telkomsel | The Truly Islam – Aspiratif News

Tindakan mematikan besar besaran untuk mereka yang terduga sebagai PKI sesudah kejadian Gerakan 30 September 1965 diawali dari data yang diberikan oleh CIA – Central Intelegent of America.

Eks pejabat urusan politik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Robert J. Martens, mengakui memberikan daftar orang-orang PKI, dari figur publik atas sampai kader bawah, untuk serdadu Indonesia untuk diburu dan dibunuh. Sebagaimana diungkapkan awak media Kathy Kadane di washingtonpost dot com, 21 Mei 1990 lalu. Ada 5000 nama yang diberikan CIA, katanya.

Amerika tidak dapat menerima Indonesia jadi negara Non Blok. Maka dengan segala cara menjatuhkan Presiden Soekarno. setelah itu menghancur-leburkan pengaruh Komunis di Indonesia dan memposisikan Soeharto sebagai pengganti dan kaki tangannya.

Dan sesudah itu Amerika memperoleh konsesi menggali gunung emas melalui Freeport McMoran di Irian Barat atau Papua – sebagai imbalannya.

Data ialah petunjuk awalnya. Daftar berisi 5.000 nama yang telah disusun selama 2 tahun agar diburu dan “dihabisi” .

Dan kematian 1 sampai 3 juta simpatisan PKI – dan jutaan lainnya yang ditangkap dan dipenjara tanpa pengadilan, dibuang ke Pulau Buru, serta dikucilkan dan memperoleh stigma negatif sampai keturunannya – terjadi sesudah itu.

Di abad informasi Waktu ini – data kian penting. Bahkan amat penting.

READ  Tatkala KH Ali Maksum Tanyakan Rahasia Kewalian KH Hamid Pasuruan - Warta Batavia

DATA ialah petunjuk, lampu penerang, tulang punggung dan juga senjata. Berlaku juga dalam bisnis dan studi bermacam ilmu.

Memahami data, memahami problem. Dari data lah Pebisnis dan aktifis menyusun strategi dan langkah aksi.

Waktu ini di tahun 2020 ini – posisi CIA digantikan oleh kadrun di dalam Telkomsel, BUMN milik negara. Kadrun pro khilafah membocorkan data Denny Siregar di media sosial sebagai ancaman nyata.

Kemajuan mutakhir, Sangkaan terbongkarnya data Den-Si bukan oleh ‘hacker’ (dari luar) tapi bocoran kadrun (dari dalam) . Ada yang pegang kunci lemari data kastemer. Membukanya dan mengirimnya ke luar seakan olah ‘hacker’. Sungguh menakutkan.

Waktu ini terjadi pada Denny Siregar. Besok terjadi pada Anda dan kita semua.

No. hape, NIK – KTP dan KK (Kartu Famili) ialah kombinasi yang akan membuka segalanya karena itu syarat untuk mempunyai dan mengaktifkn nomor hape. Juga buka rekening bank.

Dan di era digital ini, dengan itu semua orang jadi telanjang dengan mengolah 3 data angka itu. Kita semua dapat dipermalukan. Dibuka aib dan semua rahasinya.

Saya berkeinginan aparat kepolisian ekstra keras dalam Perkara ini. Jangan cuma melihat sebagai pembobolan data kastemer terancam semata. Karena yang terancam negara juga.

Dan jangan dikira polisi dapat bebas dan jadi penonton dalam hal ini. Pihak netral atau independen. Tidak!

Masing masing di antara polisi juga punya HP. Dengan bocoran data dari mereka, isi rumah dan ATM Anda juga foto aksi tidak terpuji Anda dapat dibongkar. Diupload ke media sosial oleh para kadrun itu.

READ  Pemahaman Organisasi Jadi Modal Berkhidmah - Aspiratif News

Bukan rahasia lagi sesama AKP dan Kombes di instansi kepolisian bersaing 1 sama lain. Dan di masa Waktu ini saling menjatuhkan saingan, sesama korps, dapat dikerjakan dengan modal data.

Karena itu, polisi wajib menyelidiki tuntas. Kecuali itu untuk Perkara ini motifnya bukan uang – melainkan ideologia! Dan keamanan masarakat negara.

Sementara itu Dirut Telkom wajib memperlihatkan kesungguhannya tidak cuma pamer ISO ini ISO itu. Sertifikasi lembaga keamanan internasional. Pret. Nyatanya begitu mudah dibobol dari dalam.

Jangan sok kooperatif sama polisi tapi ngumpetin kadrun!

Sungguh tidak mudah. Para kadrun yang Waktu ini jadi ahli dan menduduki posisi penting sudah dibina dan dicuci otak semenjak masih di kampus mereka. Kampus perguruan tinggi negeri bergengsi.

Paham khilafah, intoleran, negara Islam, wahabi salafi, ikhwanul muslimin, sudah merasuk ke tulang sungsung mereka. Kajian agama menghadirkan ustadz kadrun pun berlangsung rutin. Ideologi antiPancasila sudah berurat berakar. Andaikan kanker, sudah masuk stadium 4 .

Selevel manager saja sudah nekad dan gamblang terangan memaki maki presiden di media sosial.

Bahkan yang ngaku “hacker” berhasil buka identitas jendral Moeldoko. Yang ternyata modalnya dari membuka kunci lemari dari dalam sendiri. Kunci fisik. Bukan kode dari jauh

READ  Hoax Banser Ngaku TNI, Ternyata Seorang Security Bukan Member Banser

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menduduki posisi ke 3 kapitalisasi saham di pasar. Di bawah BCA (Rp.644 triliun) dan BRI (Rp.298 triliun). Per Maret 2020 lalu, nilai induk perusahan Telkomsel mencapai Rp295 triliun.

Sempat ada ungkapan frustrasi : “Pilihannya Telkomsel yang hancur atau NKRI hancur ?! ”

Tentulah hal itu tidak Penting terjadi. Yang diperlukan ialah ketegasan menteri BUMN, Msnteri Kominfo dan Aparat tegas.

Informasi dari pihak internal pun mulai mengalir di ranah publik. Contohnya screenshot di atas yang beredar di Twitter.

Ini Peluang Baik baik bagi Kementrian BUMN di bawah Erick Thohir untuk membersihkan instansinya. Momen kebocoran data oleh oknum internal Telkomsel dapat jadi pemicunya.

Tentu yang dibersihkan juga termasuk para kadrun pengusung khilafah, atau para teroris yang ingin mengganti dasar negara.

TELEKOMUNIKASI itu amat vital dan besar imbasnya di dalam sebuah planning kudeta. Oleh sebab itu, Kementrian BUMN wajib membersihkan Telkom dan Telkomsel dari pengaruh ideologi kadrun dan antiPancasila sampai tuntas.

Bahaya sekali jikalau para teroris data ini dibiarkan menguasai perusahaan telekomunikasi negara. Jangan sampai Telkomsel menggantikan posisi PKI dan HTI: jadi bahaya laten. ***

Supriyanto martosuwito

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3348689861889042/

(suaraislam)


Menakar Bahaya Laten Telkomsel | The Truly Islam – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *