m-lutfi-menteri-perdagangan-baru-1_169.jpeg
Berita

Mendag Beberkan Formula Sembuhkan Ekonomi RI

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menganalogikan kondisi ekonomi RI saat ini seperti sedang cedera dan berada dalam lari maraton. Indonesia tidak bisa berhenti begitu saja meninggalkan arena berlari itu. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu disiasati agar bisa sampai ke garis finish.

“Untuk survive daripada lari marathon ini kita perlu mengerjakan beberapa hal. Kita mesti membereskan yang injury tadi, ankle kita yang terkilir tadi itu kita mesti disiasati. Kita tidak punya banyak waktu, karena kita mesti finish maratonnya,” ujar Lutfi dalam webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1/2021).

Dalam kasus ini tentu yang dimaksud Lutfi adalah bagaimana agar ekonomi RI pulih seperti sebelum pandemi. Menurut Lutfi hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki produksi dan konsumsi dalam negeri.

“Yang pertama itu yang terkilir itu bagaimana, kita mesti memperbaiki struktur produksi dan konsumsi di dalam negeri. Konsumsi kita ini di rumus GDP, consumption kita ini lebih dari 50% jadi artinya kalau konsumsi terganggu, produksi terganggu atau produksi dan konsumsi terganggu itu growth ekonomi kita pada tahun 2021 ini akan terkena secara langsung,” katanya.

Baca Juga :  Fakta-Fakta Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

Untuk memperbaiki produksi dan konsumsi dalam negeri, hal yang bisa dilakukan adalah memastikan arus barang masuk lancar ke Indonesia.

“Jadi apa yang akan saya kerjakan adalah satu memastikan bahwa seluruh arus barang yang masuk ke Indonesia ini kembali normal atau lebih baik dari tahun sebelumnya,” tegasnya.

“Saya akan memperbaiki tata kelola di Kemendag, saya memastikan 70,3% dari barang impor kita itu siap melayani industri lagi,” tambahnya.

Menurut Lutfi, memastikan barang impor untuk industri lancar masuk ke Indonesia penting sebab tanpa industri yang mumpuni konsumsi tidak akan berjalan. Untuk itu, ia akan membicarakan hal ini dengan jajaran Menteri lainnya sebagai pendukung. Utamanya dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar berkenan memberi lebih banyak insentif agar lebih banyak orang bisa kembali membeli seperti dulu.

“Ini satu hal yang perlu saya bicarakan bukan saja di sektor perdagangan tapi juga perindustrian dan kemudian yang paling penting juga di tempat menteri keuangan karena kita membutuhkan insentif-insentif. Insentif itu bukan hanya berbentuk finansial seperti datang dari Menteri Keuangan juga insentif kepercayaan kepada pasar untuk orang membeli lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Babak Baru Peperangan Turki VS Yunani di Dunia Maya

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan konsumsi pada barang-barang otomotif yang selama pandemi turun drastis.

“Sektor terpenting buat saya itu adalah sektor konsumsi sepeda motor, reparasi dan otomotif yang turun hampir 20% jadi kita perlu meng-ensentified supaya market supaya orang mau membeli barang atau investasi kepada barang-barang seperti otomotif. Karena begitu otomotif sektornya jalan ini bisa menjalankan juga gerbong kereta daripada sektor produksi,” tuturnya. [detik.com]

link sumber

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *