Mengelola Organisasi NU Dapat Mengacu Analisis SWOT – Aspiratif News

Views: 811
Read Time:2 Minute, 59 Second

Mengelola Organisasi NU Dapat Mengacu Analisis SWOT – Aspiratif News

Subang, Aspiratif News

Pelaksanaan dan pengelolaan organisasi NU dapat mengacu pada istilah atau konsep manajemen yang cukup terkenal, yaitu analisis SWOT. Cara ini berguna untuk membaca situasi dan kondisi dengan berpedoman pada Strengths (power), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (Peluang) dan Threats (ancaman). 


Pernyataan ini disampaikan Wakil Rais Syuriyah PCNU Subang, KH Musyfiq Amrullah, dalam sambutan pembukaan dan pengarahan Rapat Pleno PCNU Subang yang digelar di aula Kantor PCNU setempat, Selasa (7/7).


“Dalam mengelola PCNU Subang kita dapat melihat Strengths (power) NU Subang, berupa hitungan total pengurus dan jamaah NU yang terbilang amat besar,” ucap pria yang pernah jadi Ketua PCNU Subang selama 2 periode itu.


Ditambahkan, banyaknya hitungan total pengurus NU di Subang dapat dilihat dari struktur pengurus yang punya perwakilan di seluruh kecamatan. Bahkan, sampai tingkat ranting atau desa.


“Jarang sekali ada organisasi yang pengurusnya nyaris ada di tiap-tiap desa di Kabupaten Subang,” sambung kiai Musyfiq.

READ  Ancaman bagi Penganut Jarkoni, ‘Dapat Ngajar Ora Dapat Nglakoni’ - Aspiratif News


Pengasuh Pesantren At-Tawazun Kalijati ini menambahkan, jamaah NU di Subang juga terbilang banyak. Paling tidak, diukur dari sisi amaliyahnya. Sebab, rerata ummat Islam di Kabupaten Subang selalu menggelar sejumlah aktifitas yang jadi ciri khas NU seperti tahlilan, ziarah kubur, muludan, rajaban, dan sebagainya.


Kecuali itu, kata dia, pesantren di Subang yang berjumlah kira-kira 400-an itu sebagian besar berafiliasi untuk NU. Karena para pengasuhnya jadi jamaah bahkan jadi pengurus NU mulai dari tingkat ranting sampai cabang.

3 zona pesantren

Menurut kiai Musyfiq, pesantren di daerahnya terbagi atas 3 zona. “Berbicara pesantren, saya lihat di Subang terbagi dalam 3 zona, yaitu zona hijau, zona kuning, dan zona merah,” ujarnya.


Zona hijau, ialah pesantren yang ada pengasuhnya, lahannya luas, dan santrinya banyak. Adapun pesantren yang Ada di zona kuning ialah pesantren yang ada pengasuhnya, ada santrinya tapi lahannya sempit. Sementara gedungnya sudah tidak muat untuk tidur santri.


“Atau ada pengasuhnya, lahannya masih sedikit, gedungnya minimalis dan santrinya masih belum banyak,” paparnya.

READ  Perkiraan Gus Dur soal Perang Dunia, 60 Hari Sebelum Wafat - Warta Batavia


Sementara itu, lanjut dia, pesantren yang masuk wilayah zona merah ialah pesantren yang pengasuhnya sudah meninggal, santrinya tidak ada, dan lahan serta gedung pondoknya pun tidak kelihatan.


sesudah berbicara Strengths (power), kiai Musyfiq meneruskan dengan Weaknesses (kelemahan) NU di Kabupaten Subang berdasar hasil pengamatannya. Di antaranya ialah hitungan total jamaah NU yang terhitung banyak itu masih belum dapat untuk di-jam`iyah-kan atau dijadikan sebagai pengurus NU.


“Ada juga jamaah yang sudah masuk jadi pengurus. Akan tetapi, merasa dirinya bukan pengurus. Atau sudah jadi pengurus tapi belum dapat ikut arah dan keputusan taktik NU mulai dari PB sampai cabang,” ungkapnya.


Lalu, Opportunities (Peluang), sambung kiai Musyfiq, ialah power hitungan total anggota NU yang berkemungkinan untuk dikonsolidasikan dan didayagunakan untuk mencapai kemajuan dan kemaslahatan masyarakat khususnya warga NU. 


Threats atau ancamannya ialah mulai bermunculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu prinsip dasar NU dalam mengawal amanah wathaniyah (kebangsaan) dan diniyah (keagamaan),” tandasnya.

READ  2021, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 4,5%-5% - Aspiratif News

Ikuti AD/ART

Sementara itu, Ketua PCNU Subang KH Satibi menyampaikan, bagian target Ditunaikan aktifitas ini ialah selain ikut aturan AD/ART yang mengharuskan untuk menggelar rapat pleno tiap-tiap enam bulan sekali, juga diinginkan dapat jadi wasilah dalam menaikkan antusias perjuangan organisasi.


“Bagian perbincangan yang kita musyawarahkan dalam rapat pleno ini ialah restrukturisasi pengurus. Karena ada beberapa pengurus yang sudah meninggal dunia,” imbuhnya.


Dalam aktifitas rapat pleno tersebut, PCNU Subang, lembaga berikut banomnya memberitahukan sejumlah aktifitas yang sudah Ditunaikan. Kecuali itu, juga beberapa program yang rencananya akan Ditunaikan berdasar waktu yang sudah ditetapkan.


Kontributor: Aiz Luthfi

Editor: Musthofa Asrori

Mengelola Organisasi NU Dapat Mengacu Analisis SWOT – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *