kadrun-696x358.png
Berita

Mengenal Tipikal Kaum Kadrun | The Truly Islam

Ilustrasi

Istilah Kadrun biasanya disematkan kepada siapa saja yang terlalu berorientasi Kearab-araban, menganggap Arab itu simbol dan sumber kebenaran. Padahal tidak semua yang dari Arab itu baik, ada juga nilai-nilai negatif dari sana yang tidak perlu dicontoh atau diadopsi. selain itu pemahaman keislamannya cenderung picik, kaku, dan radikal (garis keras).

Sebaiknya para pembaca media online paham siapakah dan bagaimanakah golongan yang santer diistilahkan dengan kadal gurun (Kadrun) itu, maka silakan menyimak karakteristik mereka yang menjadi indikator golongan kadrun ini, agar kita bisa memilah dan memilih pergaulan. Mana yang bisa menyesatkan dan mana yang akan membawa selamat dunia akhirat.

1. Yang gagal move on saat kalah Pilpres dan Pilkada. Nafsu berkuasanya masih bergejolak, dan selalu mencari cara untuk merebut kekuasaan dengan cara apapun alias menghalalkan segala cara seperti melancarkan serangan hoax, fitnah, caci maki, ujaran kebencian, dan rekayasa licik lainnya.

2. Yang kurang wawasan kebangsaannya. Hanya belajar wawasan keislaman yang picik dan kaku. Mereka hanya belajar Islam yang praktis saja, formalitas hukum Islam yang kering dari substansinya, disuruh berpedoman pada al-Qur’an dan hadits saja tanpa mau bersusah payah mendalami disiplin keilmuan yang dibutuhkan dalam memahami pesan ayat dan hadits secara baik, benar, utuh, bijak dan solutif. Seperti ilmu nahwu sharaf, ushul fiqh, manthiq, balaghah, ulumul hadits, ulumul Qur’an, ulumut tafsir, dan semacamnya.

Baca Juga :  Maaher Soni Ernata Ditangkap, Begini Respon Nikita Mirzani

3. Benci kepada NU. Sebagaimana diketahui bahwa NU dan Muhammadiyah adalah ormas terbesar di Indonesia yang memiliki saham besar dalam mendirikan, memajukan dan merawat keutuhan NKRI.

NU sebagai penjaga tradisi Aswaja yang moderat, toleran, dan loyal terhadap pemerintah yang sah, dianggap sebagai penghalang besar mereka. Karena harus disingkirkan.

4. Mereka yang ingin menegakkan ideologi khilafah.

Kendati HTI organisasi pengusung khilafah dan anti NKRI sudah dibubarkan, tapi pengikutnya terus berkeliaran dan bergerilya melakukan infiltrasi ideologi mereka kepada kaum muslimin di berbagai level dan instansi yang rata-rata masih lugu, khususnya anak muda yang dikader untuk menjadi mujahid-mujahid ngawur yang radikal.

5. Mereka yang menganut faham Salafy-Wahaby (Sa-Wah).

Kebanyakan para teroris yang tertangkap maupun tewas terkonfirmasi sebagai penganut faham Salafy-Wahaby. Faham ini tidak diakui sebagai bagian dari Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja) oleh ulama-ulama Ahlussunah wal Jama’ah sedunia pada Muktamar Aswaja Internasional di Grozny, Cechnya, pada tahun 2016.

Mereka dikenal sebagai kaum Takfiri, yang gampang mengkafirkan orang lain dan membid’ah-bid’ahkan golongan lain yang setidak sefaham dengan mereka. Parahnya mereka bisa menghalalkan darah pihak yang dihukumi kafir tersebut.

Baca Juga :  [Berita Gambar] Perlawanan Adalah Cara Terbaik Untuk Menghentikan Normalisasi Israel

6. Mereka yang tidak bersyukur terhadap keberhasilan dan kemajuan pemerintah yang sah.

Kelompok ini lumayan banyak juga. Mereka diprovokasi untuk terus nyinyir, apa-apa serba menyalahkan pemerintah, bahkan engsel rumah copot pun salah pemerintah. Mereka tidak mensyukuri keberhasilan dan kemajuan yang ada, di mana mereka sendiri ikut merasakannya. Tapi ibarat pepatah semut di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Sekecil apapun kesalahan atau kekurangan pemerintah selalu dipermasalahkan dan dibesar-besarkan; sementara kemajuan, kenyamanan, atau tunjangan yang mereka nikmati dari pemerintah tidak mereka akui.

7. Pendukung kebangkitan Orba.

Setelah kekuatan Orba tumbang pada tahun 1998 setelah berkuasa 32 tahun lamanya. Maka anak-anak dari rezim Orba ini berusaha mengembalikan kejayaan ayahnya dengan kekuatan uang dan koneksi yang masih mereka miliki.

Kita doakan saja semoga mereka cepat disembuhkan pikiran dan hatinya agar negeri tercinta ini aman, damai, serta bisa bersama-sama membangun negeri ini ke arah yang lebih baik.

Baca Juga :  Ratusan Ilmuwan dan Akademisi Iran Rekomendasikan Serangan terhadap Pesawat dan Kapal Perang AS

Sumber : FB Kiai Cep Herry Syarifuddin

(Warta Batavia)

link sumber

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *