Kategori
Berita

Mengerikan! Pengakuan SB Anggota FPI Buat Bom untuk Ledakkan SPBU Jalan Raya Bogor

Ilustrasi

Tersangka teroris, Saiful Basri, yang dikejar oleh polisi antiteror Densus 88, menyerahkan diri ke Polsek Pasar Minggu, Kamis. Saiful Basri mengatakan, dirinya membuat bom yang kabarnya diledakkan di sebuah pompa bensin di Jalan Raya Bogor.

Saiful Basri awalnya mengaku pernah menjadi anggota Front Pembela Islam (FPI) Laskar pada 1998. Ia juga hadir dalam aksi peledakan bom yang dilakukan oleh terduga teroris yang sebelumnya ditangkap polisi, Habib Husein dan Zulaimi Agus.

Saiful Basri, tersangka teror yang diburu polisi antiteror Densus 88

“Saya atas nama Saiful Basri sebagai anggota FPI Laskar 1998. Saya mengetahui rencana produksi yang dilakukan oleh Habib Husein dan Zulaimi Agus, saya mengetahui dan ikut serta dalam percobaan bahan peledak dan pembuatan kapak yang dilakukan oleh Zulaimi Agus, Ahmad Junaidi dan Malik. Saya bersumpah dan berjanji kepada ulama untuk tidak mengkhianati kelompok Habib Husein yang ada di salah satu Musola di UIN Tangerang Selatan, “kata Saiful Basri dalam tayangan video, Jumat (16/4/2021). ).

Saiful Basri mengaku juga menghadiri persidangan terhadap Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN). Dia berpartisipasi dalam uji coba 3 kali.

“Saya menghadiri dan menyaksikan persidangan Habib Rizieq sebanyak tiga kali dengan tujuan memberikan dukungan kepada Habib Rizieq Shihab. Saya membeli dan menyiapkan campuran bahan peledak berupa batu bara dengan Noval atas perintah Bambang,” jelasnya.

Saiful Basri mengatakan, bahan peledak itu diledakkan di SPBU Jalan Raya Bogor. Pengeboman tersebut, kata Saiful Basri, digunakan sebagai aksi teror atas penangkapan Habib Rizieq Shihab.

“Adapun tujuan pembuatan bahan peledak di SPBU Pertamina milik China, pipa di Jalan Raya Bogor merupakan bentuk teror sehingga negara memandang kerugian sebagai bentuk protes terhadap penangkapan Habib Rizieq. Shihab,” ujarnya. dia berkata. menjelaskan.

Selanjutnya, Saiful Basri sedang menyelidiki situs yang akan dibom. Ia pun mempelajari ilmu kekebalan agar tidak sampai terluka.

“Saya juga ikut mengidentifikasi lokasi-lokasi yang menjadi sasaran ledakan, yakni pipa-pipa di kawasan Jalan Raya Bogor bersama Bambang dan Noval. Saya menghadiri acara imunisasi di Haji Popon dengan tujuan melukai saya saat aksi demo,” katanya. Dia menjelaskan.

Sebelumnya, Saiful Basri telah melapor ke polisi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis.

Tepatnya, kata Kepala Kantor Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Kamis (15/4/2021) dalam pesan singkatnya.

Dikutip dari detik.com, Saiful Basri ditempatkan di tempat yang aman di Polsek Pasar Minggu. Selanjutnya, Saiful Basri diserahkan ke Densus 88 Anti Teror untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, Saiful Basri mengundurkan diri kemarin pukul 06.00 WIB.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *