menhub-tinjau-perkembangan-pencarian-evakuasi-sj182-di-jict-7_169.jpeg

Menhub Kasih Wejangan ke Operator Bus Biar Selamat dari Pandemi

Diposting pada

Sektor transportasi terpukul parah oleh pandemi COVID-19. Salah satu yang paling terpengaruh adalah pengusaha bus.

Kebijakan pembatasan ruang gerak masyarakat membuat permintaan akan layanan bus semakin rendah, mencapai 70%.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga memperhatikan pengusaha angkutan bus. Memberikan saran tentang cara bertahan hidup dengan membuat konten media sosial. Tujuannya agar dapat menjangkau generasi muda tentang manfaat transportasi bus.

“Kita bisa menerobos ruang-ruang sempit yang luas melalui media sosial untuk menyasar, terutama generasi muda, yang merupakan pasar yang bagus untuk mendorong penggunaan bus,” ucapnya saat membuka acara Sumatra Roadshow 2021 bersama PerpalZ TV, di Jakarta. . , Minggu (14/3/2021).

Menurut Budi, bus sebenarnya tidak kalah bersaing dengan angkutan umum lainnya. Pasalnya, bus memiliki karakter yang tidak dimiliki oleh alat transportasi umum lain seperti kereta api dan pesawat terbang.

Ia mencontohkan, bagi warga Jakarta yang ingin pergi ke Temanggung menggunakan angkutan umum hanya bisa dilakukan dengan menggunakan bus. Dan masih banyak lokasi lain yang hanya bisa dijangkau dengan bus.

Baca Juga :  AS Bekukan Sementara Penjualan Senjata ke Saudi dan UEA

“Kalau Temanggung dari Jakarta kalau naik kereta harus ke Solo atau Semarang. Dengan bus point-to-point ini,” imbuhnya.

Menurut Budi, keunggulan tersebut bisa dilengkapi dengan pelayanan yang baik dan kualitas kendaraan. Jika bus itu mewah, dia yakin bus itu bisa bersaing dengan kereta bahkan pesawat.

Lebih lanjut, Budi juga menyarankan agar pengusaha bus terus berinovasi dan mengutamakan kreativitas, terutama yang berkaitan dengan promosi. Karena itu, pihaknya mendukung gerakan menghidupkan kembali transportasi darat dari kampanye pandemi dan keselamatan transportasi jalan raya.

Sementara itu, Presiden IPOMI Kurnia Lesani Adnan yang memimpin gerakan tersebut mengakui bahwa industri bus tengah dilanda pandemi besar.

“Kami berharap Sumatra Roadshow 2021 bisa menunjukkan kemajuan industri transportasi darat khususnya bus. Roadshow ini juga akan melihat seperti apa infrastruktur jalan di Sumatera, saat ini tol Lampung hingga Palembang dan kami ingin menunjukkan keamanan dan kenyamanan. saat bepergian dengan bus, “kata Sani.

Sebagai informasi, IPOMI akan mengadakan Sumatra Roadshow pada tahun 2021 untuk menunjukkan betapa aktifnya industri angkutan darat khususnya bus. Roadshow ini juga berfungsi untuk melihat sejauh mana infrastruktur jalan Sumatera yaitu jalan tol dari Lampung ke Palembang saat ini menunjukkan keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan dengan bus.

Baca Juga :  Risma Targetkan Desember 2020 BLT Rampung 100 Persen

Dalam Roadshow Sumatra kali ini, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia akan bekerja sama untuk mendukung performa bus yang maksimal melalui pelumas berkualitas dan melindungi mesin dalam jangka waktu penggunaan yang lama.

Roadshow ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa angkutan bus dapat menjadi pilihan masyarakat sebagai sarana transportasi yang aman, nyaman dan terpercaya, didukung oleh teknologi bus yang semakin canggih, antara lain teknologi mesin, AC, tempat duduk, ban, bodywork, dan pelumas.

Roadshow Sumatra 2021 dengan bus Mercedes-Benz OC500 RF 2542 milik PO SAN, akan berlangsung mulai tanggal 15 Maret 2021 hingga 3 April 2021 dengan pemberangkatan awal dari Jakarta menuju Palembang menggunakan langsung tol Jakarta-Merak melewati Bakauheni. , langsung masuk Trans. Sumatera ke Palembang.

Dari Palembang perjalanan akan turun ke Lampung, lalu melintasi pantai barat ke Bengkulu, lalu ke Jambi, Padang, lalu ke Pekanbaru dan kota Medan di Sumatera utara. Roadshow ini akan menempuh jarak total sekitar 6.300 kilometer pulang pergi.

Sumatra Roadshow 2021 akan mempertemukan lebih dari 25 operator bus di Sumatera, Perpalz TV akan mendalami sejarah, teknologi, regulasi dan perkembangan dunia transportasi darat khususnya bus di Indonesia.

Baca Juga :  Propaganda ‘Serangan AS ke Iran’ Cuma Omong Kosong, Apa Alasannya?

Di Sumatera Barat, rencananya adalah mengunjungi perusahaan bus yang sangat tua, yang lisensinya dikeluarkan oleh Belanda pada tahun 1930-an. Kisah sejarah bagaimana perusahaan bus tersebut berhasil bertahan dan terus eksis hingga saat ini tentunya sangat menarik dan dapat menjadi informasi yang sangat berharga bagi para pengusaha bus lainnya.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *