00_1611488463-20210124-enggunaan_GeNose_C19_untuk_Pengecekan_COVID-19_Akan_Diterapkan_di_Terminal_dan_Stasiunenggunaan_GeNose_C19_untuk_Pengecekan_COVID-19_Akan_Diterapkan_di_Terminal_dan_Stasiu-1.webp_.jpeg

Menhub Minta KNKT Investigasi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Sumedang

Diposting pada

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi segera bergerak menangani satu-satunya kasus kecelakaan bus wisata Sri Padma Kencana di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Ia lantas meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencari penyebab kecelakaan bus dengan nomor polisi T 7591 TB, yang banyak mengangkut anak-anak SMA setelah kembali menunaikan ibadah haji.

“Sejak tadi malam saya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Pertanahan dan juga dengan tim lapangan. Saya kira kita menunggu laporan dari Dirjen Pertanahan, dan saya juga sudah tanya KNKT tentang penyebab dan penyebabnya. Alhasil, dia sudah kata Menteri Perhubungan Budi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (11/3/2021).

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi yang tiba di lokasi jatuhnya pesawat pada Kamis (11/3/2021) dini hari mengatakan, hingga pagi ini evakuasi sudah dilakukan. dilakukan. Proses jatuhnya korban dari kendaraan masih terus berlangsung.

“Kami bersama KNKT, Jasa Raharja, Basarnas sudah ada di lokasi. Dalam waktu dekat unit lalu lintas Polres Sumedang akan mengirimkan crane untuk memudahkan proses evakuasi. Jalan di sekitar TKP juga akan ditutup sementara untuk “evakuasi biasa,” jelasnya.

Baca Juga :  Survei Prabowo Tertinggi untuk Pilpres 2024, Pengamat Nilai Efek Kinerja Sebagai Menhan

Lokasi kejadian tunggal berada di Jalan Wado-Malangbong, Desa Cilangkap RT 01/06 Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Penyebab kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan, sedangkan informasi yang didapat adalah adanya keterlambatan dalam uji KIR. Saya koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat karena ini jalan provinsi, pagar pengaman bisa dipasang di jalan ini. atau apakah jalan kelas satu bisa diganti dengan beton, “kata manajer umum Budi.

Evakuasi dan pengumpulan data

Saat ini masih ada evakuasi dan pendataan selanjutnya dari data kecelakaan tersebut. Korban dievakuasi sementara ke Puskesmas Wado untuk perawatan lebih lanjut. Dari data awal diperoleh informasi bahwa bus tersebut membawa rombongan SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang.

Kronologi sementara yang diperoleh polisi setempat terkait kejadian ini adalah bus berangkat dari Malangbong menuju Wado. Hingga saat ini, sejumlah petugas terkait, termasuk tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan kepolisian setempat, tengah mengusut insiden tersebut. [liputan6.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *