Menilik Kembali Kualitas Lapas untuk Para Napiter – Aspiratif News

Menilik Kembali Kualitas Lapas untuk Para Napiter
Views: 10
Read Time:1 Minute, 44 Second

Menilik Kembali Kualitas Lapas untuk Para Napiter – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

menurut beberapa catatan aksi teror di Indonesia, Ada sejumlah eks narapidana terorisme  (napiter) yang melakukan aksi teror kembali sesudah keluar dari lembaga pemasyarakatan (Lapas). Ini jadi sebuah catatan mengkhawatirkan yang mesti diperhatikan bahwa eks napiter dianggap berkemungkinan besar untuk mengulang kembali perbuatannya.


Menyebut saja pelaku bom Panci di Bandung Yayat Cahdiat yang melakukan aksi terornya pada 27 Februari 2017. Ia Ialah eks narapidana terorisme yang pernah divonis 3 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang dan telah bebas pada 2015.


sebelum ini juga beberapa eks narapidana terorisme mengulang kembali tindakan teror seperti Juhanda utawa Jo bin Muhammad Aceng Kurnia yang melakukan aksi teror Bom di Samarinda. Kemudian Afif utawa Sunakim dan Muhamad Ali utawa Marwan ialah 2 eks napi yang ikut dalam aksi pemboman dan aksi tembak brutal di Sarinah Thamrin Jakarta pada 14 Januari 2016.

READ  Gus Fawaid Madura Haruskan Zara Zettira yang Hina Pesantren Minta Maaf ke Para kiai


Sehingga Ini jadi bukti nyata yang mempertunjukkan ketidakberhasilan proses pemasyarakatan yang dikerjakan bertahun-tahun di dalam Lapas. Ini pun jadi catatan Manusia Firdaus dalam Jurnal Pemeriksaan Hukum De Jure, 2017 dalam tulisannya yang berjudul Penempatan Narapidana Teroris di Lembaga Pemasyarakatan.


Penelitiannya mengakui bahwa proses penempatan narapidana teroris di lembaga pemasyarakatan sudah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam undang-undang pemasyarakatan, yaitu mempergunakan pendekatan keamanan dan pembinaan yang dikerjakan melalui proses profiling dan assesment dalam tiap-tiap tahapan penempatan.


Ia juga mecatat sejumlah aspek-aspek yang jadi pertimbangan dalam penempatan narapidana teroris yaitu tingkat risiko dan radikalisme, pembinaan sumber daya manusia, dan Sarana prasarana lembaga pemasyarakatan.


Tetapi sedemikian, ia juga membubuhkan catatan Masalah adanya sejumlah hambatan di dalam lembaga pemasyarakatan yaitu di antaranya: over kesanggupan, keterbatasan sumber daya petugas pemasyarakatan baik secara kuantitas dan kualitas, serta Sarana prasarana.


Manusia Firdaus menutup tulisannya dengan sejumlah anjuran yang dialamatkan pada Direktorat Jendral Pemasyarakatan yaitu (1) Penting peningkatan kompetensi petugas pemasyarakatan, (2) peningkatan kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris, dan (3) perlunya sokongan Sarana dan prasarana Lapas yang memadai.

READ  Gabungan Jokowi-Ma'ruf Siap Ajukan 1 Paket Pimpinan MPR


Pewarta: Ahmad Rozali

Editor: Muhammad Faizin

Menilik Kembali Kualitas Lapas untuk Para Napiter – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *