Menjelang-Diganti-Popularitas-Trump-Anjlok-Hingga-34.jpg

Menjelang Diganti, Popularitas Trump Anjlok Hingga 34%

Diposting pada

Popularitas Trump Tinggal 34%

Washington, Warta Batavia –Menjelang diganti oleh Joe Biden, Presiden AS Donald Trump mengakhiri masa jabatannya di Gedung Putih dengan tingkat popularitas terendah selama ia menjabat sebagai presiden. Demikian dilansir oleh sebuah jajak pendapat terbaru yang dilansir Ahad (17/1/2021). Dilaporkan bahwa hanya 34 persen dari mereka yang disurvei dalam Polling CNN mengatakan bahwa mereka bersikap positif atas kinerja Trump sebagai presiden, dan ini merupakan rekor terendah bagi tingkat popularitas Trump. Sebelum pemilihan November, popularitas Trump masih di angka 42 persen.

Tingkat popularitas Trump tetap kuat ketika polling dilakukan terhadap konstituen Partai Republik, yaitu pada angka 80 persen. Akan tetapi, angka ini mengalami penurunan 14 poin sejak Oktober, menurut jajak pendapat tersebut.

Mayoritas responden, 54 persen, mengatakan mereka sekarang mendukung Trump dicopot dari jabatannya sebelum masa jabatannya secara resmi berakhir karena perannya dalam serangan kekerasan 6 Januari di Gedung Capitol. Angka ini juga lebih besar dukunga pemakzulan dan pencopotan Trump dari jabatannya di tahun 2019 atau awal 2020 lalu.

Baca Juga :  Menag Yaqut: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal!

Dukungan pemakzulan datang dari hampir semua konstituen Demokrat – 93 persen. Sedangkan Republik ada 10 persen konstituen yang menyampaikan dukungan serupa.

Trump dimakzulkan oleh parlemen untuk kedua kalinya minggu lalu dan didakwa dengan hasutan pemberontakan. Trump yang menolak untuk mengakui kekalahan dalam pemilihan November lalu itu telah mendorong para pendukungnya untuk berpawai di Kongres dan mengganggu penghitungan seremonial suara elektoral Presiden terpilih Joe Biden pada 6 Januari. Lima orang, termasuk seorang petugas polisi Capitol, kehilangan nyawa akibat kerusuhan tersebut.

Jajak pendapat juga menunjukkab bahwa lebih dari sepertiga orang Amerika — 36 persen — menggambarkan serangan terhadap Capitol AS sebagai krisis bagi demokrasi Amerika, dan 39 persen lainnya mengatakan itu adalah masalah besar.

Meskipun telah sampai pada fase pemakzulan di DPR, Trump hampir pasti tidak akan dicopot dari jabatannya, dengan alasan bahwa  Wakil Presiden Mike Pence sendiri telah menyatakan dirinya enggan menerima proses tersebut. Menurut konstitusi AS, jika Trump betul-betul lengser, penggantinya harus wakil presiden. Sedangkan Pence dengan tegas menyatakan bahwa ia mengesampingkan amandemen ke-25 untuk mengusir Trump dari Gedung Putih. Selain itu, hingga berlangsungnya prosesi pelantikan presiden baru tanggal 20 Januari nanti, sidang Senat yang membahas dakwaan pemakzulan tak akan mungkin digelar, dengan alasan teknis dan administrasi. (os/Presstv)

Baca Juga :  [Video]: Pertama Kali, AS Rilis Rekaman Video Serangan Rudal Iran ke Ain Assad

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *