menteri-pendayagunaan-aparatur-negara-dan-reformasi-birokrasi-tjahjo-kumolo_169.jpeg

MenPAN-RB Akui Kerap Kehilangan PNS Berbakat Akibat Terpapar Radikalisme

Diposting pada
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo 169 MenPAN-RB mengaku kerap kehilangan pejabat bertalenta akibat terpapar radikalisme.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan adanya radikalisme di kalangan pemerintahan. Memang, Tjahjo kerap memecat pejabat publik yang terpapar radikalisme dan terorisme.

Hal itu diungkapkan Tjahjo usai terbitnya survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk Tantangan Reformasi Birokrasi: Persepsi Korupsi, Demokrasi dan Intoleransi Antar Pegawai Negeri. Tjahjo awalnya mengungkapkan bahwa radikalisme terkait erat dengan praktik intoleran.

Ia menyayangkan hilangnya banyak orang cerdas di lingkungan pemerintahan akibat hal ini.

“Kita sudah kehilangan banyak orang pintar yang seharusnya bisa duduk di level 1, yang seharusnya bisa duduk di level 2, yang seharusnya bisa menjadi pimpinan suatu instansi atau lembaga tetapi di TPA (Tes Potensi Akademik ) mereka terkena masalah radikalisme dan terorisme, ”kata Tjahjo, Minggu (18/4/2021).

Tjahjo mengaku memiliki semua data dan bukti yang menunjukkan keterkaitan pejabat tersebut dengan radikalisme. Ke depan, dia meminta semua pihak menilai acara ini.

“Tanpa ampun kita sudah punya datanya, semua orang melalui media sosialnya memegangnya, jadi menurut saya kita perlu melihat kedua PPATK itu bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Sedikit- Sedikit Salah Jokowi | The Truly Islam

Selain dugaan radikalisme dan terorisme, Tjahjo juga memberikan sanksi kepada PNS yang kedapatan menggunakan obat-obatan terlarang dan narkoba serta mereka yang terlibat praktik korupsi.

“Meskipun saya masih cukup sedih, hampir setiap bulan dalam sidang dewan administrasi publik, saya belum memutuskan pegawai pemerintah mana yang harus saya putuskan, pejabat mana yang harus saya tinggalkan atau hentikan karena mereka memiliki ideologi radikalisme dan terorisme … daerah yang berisiko Korupsi, dia pecandu narkoba dan pengedar narkoba. Saya kira tiga hal ini masih sebagian kecil dari jumlah PNS kita yang kita amati bersama, ”ujarnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *