Menteri LHK Awasi Langsung Konservasi Tanah dan Air di Jateng – Aspiratif News

Menteri LHK Awasi Langsung Konservasi Tanah dan Air di Jateng - Warta Batavia
Views: 1681
Read Time:5 Minute, 15 Second

Menteri LHK Awasi Langsung Konservasi Tanah dan Air di Jateng – Aspiratif News

MENTERI  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, meninjau dan mengawasi langsung aktifitas lapangan yang meliputi kerja bangunan konservasi tanah dan air serta penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Di samping itu, Menteri LHK juga mengevaluasi wilayah wisata alam yang tengah menyesuaikan dan adaptasi transisi Covid-19. Tujuannya untuk penyesuaian aktivitas di tengah masarakat dengan protokol menjaga jarak, mempergunakan masker dan mencuci tangan.

Kerja lapangan Menteri LHK Siti Nubaya  di Wonosobo, Jateng  ini dikerjakan bersama-sama Wamen LHK Alue Dohong dan para Dirjen meneruskan kerja lapangan di Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (12/7). Aktifitas di Wonosobo tersebut berlangsung sesudah dari Karanganyar dan Boyolali, Jateng.

Aktifitas tersebut Ialah langkah safari kerja Menteri  LHK dan iring-iringan Dirjen yang relevan serta Kepala Badan Litbang dan Terobosan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Beberapa aktifitas yang dikontrol Menteri LHK meluputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), taman wisata, perhutanan sosial, dan aplikasi litbang di lapangan. 

Sesuai pesan Presiden RI Joko Widodo bahwa penanganan pemulihan lingkungan amat penting sedemikian pula pemanfaatan bermacam tempat di Pulau Jawa dengan amat banyak pemandangan yang indah, dan aksesibilitas jalan yang bagus untuk jadi produktif membantu masarakat.

READ  Makruhnya Mempergunakan Minyak Wangi atau Parfum waktu Puasa - Aspiratif News

Kombinasi kerja hutan sosial, produktivitas masarakat dengan ekowisata dan industri kayu putih hutan sosial jadi langkah yang positif. Sejalan dengan itu, usaha pemulihan lingkungan dengan rehabilitasi lahan terus dikerjakan. 

Hal tersebut disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya waktu Lawatan kerja di wilayah wisata Dieng, tepatnya di Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Kelir dan Telaga Pengilon, Kabupaten Wonosobo, Jateng, Minggu (12/7).

“Cara penanganan atau pengelolaan spot-spot wisata seperti Telaga Kelir maupun Telaga Pengilon, jadi rujukan bagi spot-spot wisata yang lain. Keberadaan ekowisata seperti ini mesti disertai peningkatan produktivitas untuk masarakat sekitarnya,” kata Menteri Siti.

TWA Telaga Kelir dan Telaga Pengilon Ialah 1 dari 29 wilayah wisata alam yang dibuka lebih dulu dalam masa transisi ini. Pembukaan wilayah wisata alam ini untuk memberikan stimulan aktivitas wisata lain di Indonesia. Hal ini juga penting agar masarakat dapat kembali menjalani aktivitas produktif.

“Saya meminta Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk mengabarkan tiap-tiap hari Kemajuan 29 spot wilayah wisata alam ini, khususnya hubungan dengan naik turunnya angka sebaran Covid-19,” kata Menteri Siti. Wajib ada kehati-hatian dan penerapan protokol Covid-19. 

Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Siti mecatat ada beberapa hal yang Penting dikembangkan lagi dari TWA Telaga Kelir dan Telaga Pengilon yang Ada di wilayah kerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah ini.

READ  Selama Pandemi, Izin Cuti ASN Dibatasi - Aspiratif News

“Saya perintahkan Dirjen KSDAE agar melakukan pengecekan kembali secara keseluruhan. Di antaranya redesain infrastrukturnya, agar tidak keterlaluan banyak bangunan fisiknya, dan lebih menonjolkan lanskapnya,” ucapnya.

Kecuali itu, sesudah berdiskusi bersama-sama Sekda Kabupaten Wonosobo, Menteri Siti menerangkan keterlibatan pemerintah desa dan kecamatan Penting ditingkatkan, begitu juga dengan masarakat tani.

Ada juga masukan dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jateng untuk menyokong kemungkinan penambahan penanaman varietas baru di wilayah tersebut. HKTI Jateng meminta agar diadakan vokasi training untuk level sekolah menengah, Masalah teknis pengolahan kayu dan bambu.

“Saya juga memperoleh laporan adanya problem sampah. Kecuali itu, saya titip untuk teknik terasering di wilayah Dieng Penting diperbaiki untuk mencegah longsor dan erosi. Kita cari cara mengatasinya dengan aktifitas CSR (corporate social responsibility) untuk rehabilitasi dan bangunan Konservasi Tanah dan Air,” katanya.

Fungsi alam hutan

Lebih detail, Menteri Siti menerangkan fungsi alam hutan selain menjaga sistem penyokong kehidupan, juga mempunyai fungsi media, bahan produksi, informasi, sampai spiritual healing.

“Ada di tengah hutan dapat jadi forest healing. Misalnya di Jawa Timur, bahkan ada yang jadi spot-spot untuk ibadah,” terang Menteri Siti.

READ  NU Tangsel Sosialisasi Berkendara Aman Menjelang Kenormalan Baru - Aspiratif News

Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BKSDA) Jateng mengelola 27 Cagar Alam, 1 Suaka Marga Satwa dan 5 Taman Wisata Alam, termasuk TWA Telaga Kelir dan Telaga Pengilon.

Dirjen KSDAE Wiratno menerangkan situasi wisata disini tergantung pada keamanan kandungan karbondioksida dan sulfur (belerang) yang ada, yang dipantau secara intensif tiap-tiap bulan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Keberadaan TWA Telaga Kelir dan Telaga Pengilon ini sanggup menggerakkan ekonomi lokal di kisaran Dieng,” kata Wiratno.

Waktu hari biasa dalam kondisi normal, rata-rata pengunjung tiap-tiap tahunnya 425 ribu orang, dan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 3 Miliar.

Dalam rangkaian Lawatan kerjanya, Menteri Siti juga meninjau beberapa titik aktifitas RHL serta pembuatan bangunan konservasi tanah dan air (KTA) dengan mekanisme padat karya.

Aktifitas yang ditinjau meliputi bangunan gully plug atau dam penahan kecil-kecil di lahan masarakat serta penanaman dan pemeliharaan tanaman pokok Bintamin, Accacia decurens, dikombinasi tanaman HHBK (hasil hutan bukan kayuberupa macadamia, dan tanaman semusim carica (pepaya yang tumbuh di dataran tinggi) dan terong belanda, serta rumput vetiver, di wilayah hutan lindung bersisian dengan lahan masarakat, dengan landscape terjal dan dissected. (RO/OL-09)


Menteri LHK Awasi Langsung Konservasi Tanah dan Air di Jateng – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *