5d98981357929.jpg

Menteri LHK Pastikan Pembangunan di Lokasi Ibu Kota Negara Baru Tak Ganggu Kawasan Konservasi dan Satwa Liar

Diposting pada

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memastikan pembangunan ibu kota negara di Kaltim tidak akan mengganggu kawasan konservasi dan seluruh satwa yang menghuninya.

Siti memastikan konsep ibu kota negara memiliki lingkungan hijau dan modern (smart green city).

Hal itu disampaikan Siti saat melakukan kunjungan ke markas ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), didampingi Gubernur Kaltim, Isran Noor, Sabtu (3/4/2021).

“Jika masih ada kawasan hijau akan dijaga. Sebaliknya, jika ada kawasan yang rusak segera dilakukan reboisasi,” kata Siti, melalui keterangan resmi Humas Pemprov Kaltim.

Untuk itu, kata Siti, pihaknya langsung mendatangi situs ibu kota negara.

Menurut agenda, Siti harus mengunjungi lokasi pembangunan Gedung Pemerintah Pusat Republik Indonesia dan meninjau pembibitan modern di kawasan Fire Monitoring Tower atau Menara Bukit Sudarmono, Kecamatan Sepaku, PPU.

Titik ini dikenal sebagai titik nol dan merupakan lokasi istana kepresidenan Republik Indonesia.

“Makanya kami datang ke lokasi ini. Sejujurnya, tempat yang disiapkan sesuai dengan kondisi geografis di kawasan ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Saudi Mengaku Ingin Perang di Yaman Dihentikan

Untuk kawasan yang rusak, kata dia, persiapan reboisasi sedang dilakukan.

Namun, dia belum bisa memastikan jumlah bibit dan luas tanah rusak yang akan dihijaukan, karena masih menunggu detail dan generasi dari Kementerian PUPR.

Situs itu melanjutkan, pemerintah pusat berjanji memastikan ibu kota negara memiliki kawasan hijau atau ekologis.

Karena itu, pemerintah pusat sedang menyiapkan kesepakatan untuk kawasan hijau tersebut.

“Ibu kota negara tidak akan mengganggu kawasan konservasi dan habitat satwa yang hidup di sana,” ucapnya.

Sementara itu, Isran Noor meminta dukungan publik untuk kelancaran pembangunan ibu kota negara yang pada tahun ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pembangunan istana presiden Indonesia.

“Pemprov dan masyarakat Kaltim terus mendukungnya,” ucapnya. Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat untuk upaya ini, ”kata Isran.

Usai meninggalkan menara pantau, rombongan Menteri Lingkungan Hidup dan Hutan serta Gubernur Isran Noor menuju ke pembibitan mangrove dan World Mangrove Center (WMC), di Desa Mentawir, Sepaku, PPU, sebelum kembali ke Samarinda. [kompas.com]

Baca Juga :  Polri Telusuri Kaitan Munarman dengan JAD Makassar

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *