Menyoal Sanad Pendiri HTI Untuk Kakeknya, Syekh Nabhani – Aspiratif News

Views: 17
Read Time:3 Minute, 54 Second

Menyoal Sanad Pendiri HTI Untuk Kakeknya, Syekh Nabhani – Aspiratif News

Dari dulu mereka berusaha mencari simpatik dan pengaruh ke kalangan NU untuk Bergabung dengan gagasan khilafah mereka. Saya tidak pernah merespon apa yang mereka lakukan selama ini. Tetapi karena sudah keterlaluan dengan memelintir sanad keilmuan para pendiri NU, ialah Syekh Yusuf An Nabhani, kakek dari pendiri Hizbut Tahrir.

Para pengikutnya kemudian mengakui bahwa cucunya tersebut mewarisi sanad kakeknya dan para kyai NU seakan digiring sejalan dengan agenda mereka.

Penting diketahui bahwa nyaris kebanyakan Muassis NU pernah belajar di Hijaz dan masih menjumpai masa Dinasti Utsmaniyah. Tetapi belum kita dapati sampai waktu ini para Muassis NU Datang ke Indonesia dengan membawa misi khilafah meneruskan dari Turki. Saya tegaskan tidak ada.

Malah pada Bahtsul Masail NU di Banjarmasin, 1936, para kyai NU memutuskan bahwa Indonesia ini ialah Darul Islam dalam arti bukan Darul Kufr atau Darul Harb.

Syekh Taqiyuddin An Nabhani, pendiri HTI, lahir pada 1332 H atau 1914. Sementara kakek beliau Syekh Yusuf An Nabhani -yang dalam sanad keilmuan para pendiri NU jadi bagian guru- wafat pada 1350 H atau kisaran 1929. Artinya cucu tersebut menjumpai masa kakeknya kisaran 18 tahun. Bukan masa yang lama untuk mewarisi keilmuan dan sanad kakeknya.

READ  Rahasia Gus Dur Begitu Tegar Menanggung Cedera dan Caci Maki - Warta Batavia

Apakah kemudian ada jaminan bahwa cucu tersebut mewarisi sanad keilmuan kakeknya secara full? Tidak ada jaminan. Apa buktinya?

1. Khilafah Minhaj An-Nubuwah menurut cucu tersebut ialah khilafah yang ia perjuangkan, sementara kakeknya ikut riwayat Imam Ahmad bahwa khilafah tersebut ialah di masanya Umar bin Abdul Aziz:

ﺣﺬﻳﻔﺔ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺗﻜﻮﻥ اﻟﻨﺒﻮﺓ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺷﺎء اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ، ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫا ﺷﺎء ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ، ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﺧﻼﻓﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻬﺎﺝ اﻟﻨﺒﻮﺓ، ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﺷﺎء اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ، ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫا ﺷﺎء اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ، ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻠﻜﺎ ﻋﺎﺿﺎ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﺷﺎء اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ، ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫا ﺷﺎء ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ، ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻠﻜﺎ ﺟﺒﺮﻳﺔ، ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﺷﺎء اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ، ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫا ﺷﺎء ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ، ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﺧﻼﻓﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻬﺎﺝ ﻧﺒﻮﺓ» ﺛﻢ ﺳﻜﺖ

“Akan ada bagi Anda seluruh zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jikalau Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada Khilafah yang ikut manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jikalau Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jikalau Dia berkehendak mengangkatnya.  Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Seterusnya  akan ada kembali Khilafah yang ikut manhaj kenabian.”

READ  Ansor Kotawaringin Barat Bagi-bagi Masker ke Ribuan jema’ah - Warta Batavia

Biasanya kelompok HTI memotong hadis sampai di sini. Padahal masih ada kelanjutan. Sayangnya kelanjutan riwayat ini tidak menyokong kepentingan HTI. Yaitu:

ﻗﺎﻝ ﺣﺒﻴﺐ: “… ﻓﻘﻠﺖ ﻟﻪ: ﺇﻧﻲ ﺃﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﻣﻴﺮ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ، ﻳﻌﻨﻲ ﻋﻤﺮ، ﺑﻌﺪ اﻟﻤﻠﻚ اﻟﻌﺎﺽ ﻭاﻟﺠﺒﺮﻳﺔ، ﻓﺄﺩﺧﻞ ﻛﺘﺎﺑﻲ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰﻳﺰ ﻓﺴﺮ ﺑﻪ ﻭﺃﻋﺠﺒﻪ “

Habib (perawi hadis) berkata untuk Umar bin Abdul Aziz: “Saya berharap dialah Amirul Mukminin”, ialah Umar bin Abdul Aziz, sesudah masa pemimpin yang dzalim dan diktator. Lalu kitab saya masukkan untuk Umar bin Abdul Aziz, ia suka dan kagum” (Musnad Ahmad 18406).

Andaikan khilafah Minhaj An-Nubuwah bukan Umar bin Abdul Aziz maka dia akan membantah dengan semisal menerangkan: “Khilafah itu bukan masa saya. Tetapi nanti di akhir zaman”. Tetapi nyatanya Umar bin Abdul Aziz merasa suka sebagai bentuk kesetujuannya. Dan kita lebih percaya beliau dari pada para pengusung khilafah waktu ini.

2. Khalifah ialah dari Suku Quraisy

Syekh Yusuf An Nabhani sejalur sanadnya dengan para kyai NU sampai untuk Madzhab Syafi’iyah. Dan sudah maklum dalam Fikih Syafi’iyah kebanyakan berpendapat bahwa Khalifah ialah dari Suku Quraisy seperti hadis berikut:

READ  Ya Dzal Jalali Wal Ikram - Lirik Teks Arab, Latin dan Artinya

ﺣﺪﻳﺚ اﻷﺋﻤﺔ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺶ ﻭﻋﻤﻞ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺑﻪ ﻗﺮﻧﺎ ﺑﻌﺪ ﻗﺮﻥ ﻭاﻧﻌﻘﺪ اﻹﺟﻤﺎﻉ ﻋﻠﻰ اﻋﺘﺒﺎﺭ ﺫﻟﻚ … ﻭﻻ اﻋﺘﺪاﺩ ﺑﻘﻮﻝ اﻟﺨﻮاﺭﺝ ﻭﻣﻦ ﻭاﻓﻘﻬﻢ ﻣﻦ اﻟﻤﻌﺘﺰﻟﺔ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ

Hadis para Khalifah ialah dari Kabilah Quraisy. Ummat Islam telah mengamalkannya dari generasi ke generasi dan telah dijadikan Ijma’ akan hal itu… Dan tidak dihiraukan dengan pandangan Khawarij dan yang sejalan dengan mereka seperti dari Muktazilah, karena mereka telah tidak sama dengan kaum Muslimin (Fath Al Bari 17/119).

Ternyata kalangan Hizbiyyun tidak menjadikan nasab Suku Quraisy sebagai Syarat sah, tapi sebagai syarat Kamal (kesempurnaan). Ini Jelas mempertunjukkan sanad yang tidak sejalan walaupun mempunyai nasab sedarah.

KH. Ma’ruf Khozin

Sumber: https://pecihitam.org/sanad-pendiri-hti-kepada-kakeknya-syekh-nabhani/?

(suaraislam)


Menyoal Sanad Pendiri HTI Untuk Kakeknya, Syekh Nabhani – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *