polda-metro-jaya-ungkap-kematian-editor-metro-tv-yodi-prabowo-7_169.jpeg

Menyusup di Demo Buruh di Jakpus, 22 Anarko Diamankan Polisi

Diposting pada
Kemenangan Polsek Metropolitan Ungkap Tewasnya Penerbit Metro TV, Yodi Prabowo 7169 Demonstrasi Tenaga Kerja Rahasia di Jakarta Pusat, 22 Anarko Diasuransikan Polisi

Polisi menangkap puluhan anggota anarko saat unjuk rasa peringatan May Day di luar kantor Organisasi Perburuhan Indonesia (ILO), Thamrin, Jakarta, sore ini. Agaknya mereka ingin memberontak melawan rapat umum Hari Buruh.

“22 anak Anarcho telah ditangkap,” kata Kepala Humas Kereta Bawah Tanah Polda Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/1/2021).

Menurut Yusri, kaum anarkis ini merupakan bagian dari kelompok pekerja massa.

“Ya, di ILO kami ingin bergabung dengan sekelompok pekerja,” ujarnya.

Polisi mengatakan kelompok anarko-sindikalis ini telah menyusup ke kerumunan saat demonstrasi. Mereka dicurigai sedang naik daun.

“Mereka biasanya dicurigai ada indikasi kerusuhan,” ujarnya.

Namun, sebelum kerusuhan terjadi, polisi menangkap puluhan orang tersebut. Mereka saat ini sedang diinterogasi oleh polisi.

“Seperti biasa, ada kecurigaan mereka ingin memberontak, jadi kami pastikan, akan kami periksa,” ujarnya.

Sebelumnya, massa buruh berkumpul untuk memperingati May Day atau May Day Pekerja di tiga tempat, yakni di patung kuda, di depan kantor ILO dan di depan gedung MK. Ada sejumlah tuntutan yang dilontarkan oleh massa pekerja, salah satunya terkait dengan undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga :  Pakai Baju Rizieq, Driver Ojek Online Terduga Teroris Digerebek di Ciputat

Wakil Presiden KSPI Riden Hatam Aziz mengatakan, selain turun ke jalan untuk berdemonstrasi, pihaknya hari ini akan mengajukan permohonan protes atas UU Cipta Karya ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Istana Negara. Riden mengatakan, pihaknya nantinya akan menerima perwakilan dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

“Informasi yang kami terima Sekjen akan menerimanya. Setelah sampai di MK, kami akan ke Istana Negara di Istana Negara. Bisa dipastikan, Insya Allah diterima oleh KSP. Kami menghormati tidak ada dialog. Kami mengirimkan petisi melawan undang-undang nomor 11 tahun 2020, ”kata Riden di kawasan itu. Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/2021).

Riden menuturkan, pihaknya, sekitar 200 pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja, mendatangi kawasan patung kuda tersebut hari ini. Ia mengatakan secara internal pihaknya telah efektif membatasi massa yang hadir mengingat masih ada pandemi virus Corona.

Terkait gugatan UU Cipta Karya, Riden mengatakan ada sejumlah regulasi di UU yang dinilai merugikan pekerja. Salah satunya terkait dengan upah minimum sektoral pekerja.

Baca Juga :  Mantan Pejabat Israel Sebut Iran Tak Lagi Takut Sanksi AS

“Sekarang kami tegaskan bahwa UU 11/2020 sudah mengalami degradasi dan ada juga yang mengalami penurunan yang luar biasa. Misalnya UMK sudah dihapuskan. Jadi UMK juga ada kata bisa / menentukan. Kata boleh atau tidak” Kata Riden.

“Mengingat dalam UU 11, kondisi hubungan perburuhan sangat liberal, sangat bebas, inilah yang disebut PKWT,” lanjutnya.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *