Mewaspadai Pengasong Khilafah Perusak Moral Bangsa

MERUSAK-MORAL-BANGSA-DENGAN-KEDOK-AGAMA.jpg
Views: 959
Read Time:2 Minute, 29 Second

Mewaspadai Pengasong Khilafah Perusak Moral Bangsa

223 Views


Read Time:2 Minute, 19 Second

MERUSAK MORAL BANGSA DENGAN KEDOK AGAMA

Bagaimana cara merusak moral dan mental bangsa yang terbukti efektif? Sebuah hasil studi dari riset psikologi yang ditunaikan oleh Universitas Nebraska pada para tahanan perang Korea mengungkapkannya.

Perang Korea ternyata ialah perang yang paling banyak menghabisi tahanan prajurit AS meski pun ditahan di kamp-kamp yang tidak dinilai kejem. Bagian strategi untuk menghabisi tahanan yang paling efektif meski pun tidak tampak kejem ialah dengan menghancur-leburkan moral para tahanan.

Caranya ialah dengan menghancur-leburkan motivasi mereka untuk bertahan hidup. Jadi mereka tidak disiksa tapi malah dibikin putus asa dan kehilangan gairah hidup. Nama penyakitnya ialah ‘mirasmus’ atau ‘kurangnya pertahanan, kepasifan’. Angka kematian perang kamp Korea Utara mencapai angka 38% – angka kematian tertinggi sejauh sejarah angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Baca juga : KH. Hasyim Muzadi Pernah Menyebut HTI Akan Bentrok dengan Negara

READ  7 Kekhilafan Mendasar HTI Ini Dibongkar Sendiri Eks Ketua HTI

Bagaimana cara menghancur-leburkan mental para tahanan? Ada 4 strategi Inti yang dipakai. Ke-1, menjadikan para tahanan saling bermusuhan. Dengan seperti ini tidak ada rasa kesetiakawanan lagi antara mereka sebab hubungan mereka dihancurkan 1 sama lain.

Ke-2, membikin diri sendiri merasa tidak berharga dengan meminta mereka mengakui atau menceritakan kekhilafan dan keburukan yang pernah mereka lakukan dalam hidup mereka di depan para sesama tahanan. Dengan seperti ini kepercayaan dan harga diri mereka digerus sedikit untuk sedikit.

Ketiga, menghilangkan kesetiaan pada atasan dan negara. Para prajurit diruntuhkan kesetiaan dan hormatnya pada atasan dan negara mereka. Tidak ada lagi rasa hormat dari para prajurit pada atasan mereka atau pun pada negara. Jadi tatkala ada kolonel yang Memperingatkan anak buahnya untuk tidak minum air dari sawah sebab telah tercemar maka sang prajurit akan Tidak mau mematuhinya sebab tidak ada lagi kepangkatan yang Penting dipatuhi.

Ke-4, menyembunyikan hal-hal positif dan membanjiri mereka dengan berita-berita buruk. Dengan seperti ini para tahanan ini akan merasakan hidupnya tidak lagi berharga dan merasa tidak ada lagi yang Penting dipertahankan dalam hidup ini.

READ  HRW: Serbuan Drone UEA Tewaskan Masarakat Sipil di Tripoli - Aspiratif News

Baca juga : Mengenal Masirah Kubra HTI di Indonesia

Strategi ini sukses membikin para tahanan jadi putus asa dan tidak mempunyai keinginan hidup lebih lama. Begitu ghirah hidup mereka hancur maka tidak lama lantas mereka akan mati tanpa penyakit yang terang.

Seluruh cerita ini dapat dibaca pada buku ‘HOW FULL IS YOUR BUCKET’ karya Tom Rath dan Donald O. Clifton PhD. Buku setebal 130 halaman ini termasuk New York Times #1 Bestseller.

Patuh pada pemerintah dinilai mati kafir

Apa yang terjadi waktu ini? Waktu ini kita dapat menyaksikan betapa miripnya suasana yang terbangun di masarakat. Waktu ini rakyat Indonesia seperti terpecah 2 sebab adanya pemilihan presiden. Bukan cuma sesama penduduk. Bahkan sesama muslim terpecah dan saling bermusuhan dengan tajam.

Ada pihak-pihak tertentu yang bahkan menuding dengan terang-terangan bahwa pemerintahan Indonesia ialah pemerintahan thagut dan nantinya siapa yang patuh pada pemerintah akan dinilai mati kafir. Inilah kekonyolan yang nyata, “mereka merusak moral bangsa dengan kedok agama”.

READ  Guspardi Gaus Sokong Perpanjangan PSBB oleh Pemda - Aspiratif News

Oleh: Satria Dharma

Mewaspadai Pengasong Khilafah Perusak Moral Bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *