Misteri Hilangnya Halaman Press Pernyataan Kemenlu RI Berisi Pernyataan Pro-Palestina – Aspiratif News

Misteri Hilangnya Halaman Press Pernyataan Kemenlu RI Berisi Pernyataan Pro-Palestina - Warta Batavia
Views: 1448
Read Time:4 Minute, 16 Second

Misteri Hilangnya Halaman Press Pernyataan Kemenlu RI Berisi Pernyataan Pro-Palestina – Aspiratif News

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memperlihatkan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia di sela-sela acara Bali Democracy Forum Ke- 10 di Indonesia Convention Exhibiton, Tangerang Selatan, Banten Kamis (7/12). – ANTARA/Muhammad Iqbal

Jakarta, Aspiratif News–Baru-baru ini, LI menemukan bahwa 2 halaman situs Kementerian Luar Negeri RI yang berisi pernyataan pro-Palestina hilang.

Halaman ke-1 yang hilang berisi pernyataan kecaman keras Indonesia untuk pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Amerika legal membuka kedutaannya di Yerusalem pada tanggal 14 Mei 2018 sesuai keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Lewat pernyataan yang dipublikasikan di situs, Kemenlu menyebut langkah AS tersebut menabrak bermacam resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, serta mengancam proses dan perdamaian di Timur Tengah. Mereka juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB cepat bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas.

Pernyataan ini sempat dikutip oleh CNN sebagai berikut.

“Indonesia menyokong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak ikut langkah Amerika Serikat,” sedemikian pernyataan Kemlu RI, Selasa (15/5/18).

LI berusaha melacak pernyataan tersebut di website Kemenlu, tetapi press pengumuman itu telah hilang dengan tulisan “404 error, maaf halaman tidak ditemukan.”

Lalu, di waktu yang sama, warga Palestina memprotes pembukaan kedutaan AS di Yerusalem, di tengah warning 70 tahun Hari Nakba, atau “Hari Bencana” yang menandai dimulainya penjajahan Israel untuk warga Palestina. Dalam aksi unjuk rasa itu, puluhan warga Palestina meninggal dan 2.400 luka-luka dalam bentrokan dengan prajurit Israel di Jalur Gaza.

Pasca kejadian ini, Kemenlu RI juga mengunggah pernyataan sikap untuk Israel. Hal ini juga dikabarkan oleh CNN sebagai berikut.

“Pemerintah dan bangsa Indonesia amat cedera dan menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban sipil termasuk anak kecil Palestina yang tengah berdemo di tapal batas antara Gaza-Israel,” kata Kementerian Luar Negeri RI lewat situs resminya, Selasa (15/5).

“Indonesia mengkritik keras keras aksi aksi anarkis yang keterlaluan dan aksi tembak yang ditunaikan prajurit Israel ke warga sipil Palestina.”

Kecuali mengencam, Kemenlu juga meminta Dewan Keamanan PBB cepat bersidang untuk mengambil langkah dan melakukan investigasi internasional secara independen, agar semua pelaku bertanggung jawab atas tindakan aksi anarkis untuk warga Palestina tersebut.

Akan tetapi, lagi-lagi, waktu LI melacak di website Kemenlu, press pengumuman itu telah raib dengan tulisan “404 error, maaf halaman tidak ditemukan.”

Berikut ini tautan ke ke-2 halaman situs:

Redaksi LI belum menemukan penjelasan apapun Soal hal penghapusan ini. Tapi, sungguh aneh bila web legal sebuah kementerian juga “disensor”, bukan?

Penyensoran Sistematis untuk Narasi Pro-Palestina

Belum lama ini, super model Amerika kelahiran Palestina, Bella Hadid, jadi perbincangan di media sosial. alasannya, foto paspor ayahnya yang ia unggah di Instagram Story sebagai wujud kebanggaannya jadi nasab Palestina, dihapus oleh Instagram. Bella pun mengkritik keras perusahaan media sosial itu karena ia merasa tidak diizinkan jadi orang Palestina. “Kita tidak dapat menghapus sejarah dengan membungkam orang…,” tulisnya

Walaupun pihak Instagram telah meminta maaf atas penghapusan foto itu yang mereka akui sebagai kekhilafan, dialog Soal hal penyensoran konten-konten pro-Palestina kembali memanas di media sosial.

Masarakat Palestina sudah tidak asing untuk penyensoran di media sosial, khususnya oleh Facebook. Imad Jibreen (40) ialah bagian korbannya. Ia Ialah jurnalis lepas dari Tepi Barat yang unggahannya sering ditutup paksa oleh Facebook. “Semua unggahan yang Ada kata ‘syuhada’, atau kalimat ‘rest in peace’, mereka akan menutup itu,” kata Jibreen ke MEE.

Praktik penyensoran ini ditunaikan semenjak 2016. Pada September tahun itu, seorang delegasi Facebook berjumpa dengan Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked dan Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan untuk menaikkan “kerja sama melawan hasutan untuk teror dan tindakan mematikan,” seperti dinyatakan oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kolaborasi Facebook dengan pemerintah Israel, yang berlanjut sampai hari ini, telah memanen kritik luas dari kelompok-kelompok HAM. Mereka menilai praktik itu “memperlihatkan tekad bulat [Facebook] untuk pemerintah Israel untuk membungkam konten yang berhubungan dengan solidaritas Palestina atau kritik untuk Israel.”

Kecuali Facebook, Google dan Youtube juga tidak lepas dari kolaborasi dengan Israel. Menurut laporan dari Middle East Monitor pada 25 November 2015, Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely berjumpa dengan perwakilan dari YouTube dan Google untuk membahas kerja sama melawan “penghasutan aksi anarkis dan terorisme”.

Kantor berita Israel,  Maariv, pun mengabarkan bahwa Hotovely telah setuju untuk bekerja dengan Google dan YouTube untuk membangun mekanisme “pemantauan” untuk mencegah unggahan video “berbahaya” yang berhubungan dengan Palestina.

Jikalau benar halaman di situs kemenlu juga hilang karena disensor, maka ini akan memperkuat Sangkaan sejumlah aktivis seperti Imad Jibreen bahwa Israel tidak ingin masyarakat internasional mengetahui apa yang terjadi di tanah Palestina.

Dengan menyensor jutaan konten pro-Palestina, raksasa-raksasa media ini tidak cuma menabrak kebebasan berbicara, tetapi juga terlibat dalam usaha sistematis menutupi realitas penjajahan dan kejahatan apherteid yang masif untuk Palestina. (ra)

 


Misteri Hilangnya Halaman Press Pernyataan Kemenlu RI Berisi Pernyataan Pro-Palestina – Aspiratif News

READ  Polisi Limpahkan Berkas Perkara Kivlan Zen ke Kejati DKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *