kepala-staf-kepresidenan-moeldoko_16928329.jpeg

Moeldoko Bantah Ingin Kudeta AHY di Partai Demokrat

Diposting pada

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menanggapi tudingan ingin mengambilalih kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat. Moeldoko menepis tudingan itu.

“Berikutnya kalau ada istilah kudeta itu ya kudeta dari dalem, masak kudeta dari luar,” kata Moeldoko dalam jumpa pers virtual, Senin (1/2/2021).

Moeldoko kemudian menjelaskan duduk persoalan hingga dirinya dituding ingin mengambilalih partai pimpinan AHY itu. Hal itu, kata Moeldoko, berawal dari adanya beberapa orang yang meminta bertemu dengannya dan kemudian menceritakan situasi yang dihadapi dalam Partai Demokrat. Moeldoko tidak menjelaskan siapa tamu yang bertemu dengannya.

“Ya secara bergelombang mereka datang berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga nggak ngerti. Tapi dari ngobrol obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya memang suka pertanian. Pada curhat tentang situasi yang dihadapi ya gua dengerin aja ya. Berikutnya ya, yaudah dengerin aja. Saya sih sebenarnya prihatin melihat situasi itu karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat,” papar dia.

Baca Juga :  Luhut Tinjau Kesiapan Lahan Taman Sains dan Teknologi Herbal di Humbahas

Menurut Moeldoko, dari pertemuan itulah kemudian muncul isu dirinya ingin mengambilalih Partai Demokrat. Padahal, kala itu dirinya hanya berupaya menunjukkan tidak ada batasan bagi seorang jenderal untuk bertemu siapapun.

“Terus muncullah isu dan seterusnya. Mungkin dasarnya foto-foto. Ya kan. Orang ada dari Indonesia timur dari mana-mana datang ke sini kan pengin foto sama gua, ya saya terima aja apa susahnya. Itulah menunjukkan seorang jenderal yang tidak punya batas dengan siapa pun. Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan ya silakan aja, saya nggak keberatan,” kata Moeldoko.

Moeldoko pun menyarankan AHY agar tidak mudah terbawa perasaan atau baperan jika menjadi seorang pemimpin. Dia juga meminta AHY untuk tidak mudah terombang-ambing.

“Saran saya ya, jadi seorang pemimpin seorang pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang-ambing dan seterusnya. Ya kalau anak buahnya nggak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol aja kali,” ujarnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *