MUI-Beri-Lampu-Hijau-Penggunaan-Sinopharm-dalam-Kondisi-Darurat.jpeg

MUI Beri Lampu Hijau Penggunaan Sinopharm dalam Kondisi Darurat

Diposting pada
MUI beri lampu hijau untuk penggunaan Sinopharm dalam kondisi darurat MUI berikan lampu hijau untuk penggunaan Sinopharm dalam kondisi darurat
Ilustrasi. (Andrej ISAKOVIC / AFP)

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan vaksin perusahaan farmasi China Sinopharm yang akan digunakan untuk program vaksinasi gotong royong itu haram karena mengandung enzim babi dalam komponen pembuatannya.

Meski demikian, MUI tetap memberikan lampu hijau untuk menggunakan Sinopharm di tengah keadaan darurat dan ketersediaan vaksin yang terbatas di Indonesia. Selain itu, vaksin dinilai menjadi salah satu upaya pengendalian pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Diklaim kemarin, Sabtu 1 Mei, vaksin Sinopharm yang mengandung porcine trypsin itu haram, tapi bisa digunakan karena keadaan darurat. Jadi hampir sama dengan vaksin AstraZenecaKata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah, Senin (3/5).

Dengan meluncurkan CNN Indonesia, Hasanuddin juga mencontohkan, jika pihaknya sudah memberikan izin, izin tersebut akan dicabut saat Indonesia mulai menjajaki merek vaksin lain, sehingga hasil kajiannya halal dan sakral. MUI, kata dia, saat ini sedang mematangkan hasil fatwa berupa fatwa tertulis yang akan segera disiarkan ke publik.

Selain AstraZeneca dan Sinopahrm, menurutnya, MUI juga menerapkan kebijakan serupa ketika memutuskan mengizinkan penggunaan vaksin meningitis bagi jemaah haji dan umrah pada 2010, serta campak dan rubella (MR) pada 2018.

Baca Juga :  Yaqut Cholil Qoumas Ingin Buktikan Kemenag Jadi Kementerian Semua Agama

Sama halnya dengan AstraZeneca, jika ada vaksin halal, vaksin Sinopharm tidak bisa lagi digunakan secara otomatis. Selama tidak ada yang halal dengan kapasitas banyak ya Sinopharm bisa digunakan. Copy Paste vaksin AstraZeneca, ya istilahnya, “Dia berkata.

Indonesia menerima 482.400 dosis vaksin dari Sinopharm China National Pharmaceutical Corporation pada Jumat (30/4). Pengiriman ini merupakan tahap kesepuluh dari pengiriman vaksin yang diterima Indonesia dari berbagai perusahaan farmasi di seluruh dunia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat (30/4) resmi mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan keamanan vaksin Sinopharm dapat ditoleransi dan memiliki tingkat kemanjuran 78%. Dia mengatakan uji klinis fase III yang dilakukan di Arab Saudi pada 42.000 orang menunjukkan bahwa vaksin ini memang aman digunakan.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *