Munafik! PA 212 Tolak Reklamasi Ahok tapi Menyokong Reklamasi Anies – Aspiratif News

Views: 1528
Read Time:4 Minute, 4 Second

Munafik! PA 212 Tolak Reklamasi Ahok tapi Menyokong Reklamasi Anies – Aspiratif News

sekretaris jendral PA 212 Bernard Abdul Jabbar. (Suara.com/Tyo)

Dari PA 212 kita belajar bahwa orang-orang yang pake gamis dengan gaya kearab-araban itu belum tentu orang baik. Dapat saja mereka itu lebih jahat dari orang jahat yang sesungguhnya, lantaran mempergunakan agama untuk kepentingan politik.

Karena, penjahat tidak menjadikan Tuhan sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan politik. Tetapi kelompok ini, yang merasa pemegang kunci surga menghajar lawannya pakek isu agama.

Dan, karena mereka mempergunakan baju agama untuk maksud politik, orang bodoh kerap kali terpengaruh, dan ikut-ikutan jadi laskar Kadrun.

Kecuali itu, jikalau soal ketidakkonsistenan antara prilaku dan perkataan, kelompok ini jago-nya.

Kita perhatikan saja bagaimana track record PA 212 ini, banyak banget yang antara apa mereka omongkan dan yang mereka lakukan tidak sama.

Dulu, ngakunya bela agama dan menuntut agar Ahok cepat dipenjarakan karena telah menista agama. Eh waktu Ahok sungguh-sungguh sudah dijebloskan ke hotel prodeo, mereka malah menyokong Prabowo di Pemilihan presiden 2019.

Padahal hubungan antara Ahok dengan Prabowo semua sudah tahu. Tidak baik. Yang mana hal itu diawali oleh cabutnya Ahok dari Gerindra, karena partai berlambang burung Garuda itu kala itu menyokong Pilkada tidak langsung. Utawa masarakat tidak usah memilih kepala daerahnya lagi, biar anggota DPRD saja yang menentukan.

READ  Syariat Islam Jalan keluar Bencana Asap - Warta Batavia

Dan hal inilah yang tidak disetujui oleh Ahok, sehingga ia memutuskan untuk cabut dari Gerindra.

Kelanjutannya, Prabowo mempergunakan Anies untuk menghantam Ahok kala itu di Pilkada DKI 2017. Dan si Anies ini, dalam mencalonkan diri sebagai gubernur DKI juga Disokong oleh PA 212.

Jadi, kelihatan banget jikalau PA 212 itu sesungguhnya relawan Prabowo, bukan pembela agama seperti yang selama ini mereka gembor-gemborkan.

Tetapi wajar sih mereka tidak konsisten. Imam besar-nya saja menabrak norma asusila, yaitu melakukan chat enak dengan seorang janda cantik bernama Firza Husein.

Eh bukannya bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut, si preman yang kerap dipanggil Habib itu malah kabur ke Arab Saudi.

Ngakunya sih umroh, tapi intinya tetap saja agar Perkara chat yang menabrak syariah itu tidak terbongkar kemana-mana.

Jadi, andaikan pepatah, ikan busuk mulai dari kepala. Kalau imam besarnya saja kelakuannya kayak gitu, gimana pengikutnya yang kerap disebut Kadrun itu?

Pasti lebih parah lagi.

Lalu, ketidakkonsistenan lainnya yang mereka pertontonkan ialah soal reklamasi.

Dulu mereka menerangkan, menyokong Anies karena Wan Anies itu Tidak mau reklamasi.

READ  Gandeng Lakpesdam, LPPNU Kudus Akan Dirikan Sekolah Berbasis Alam - Aspiratif News

Padahal Anies kala itu belum tentu percaya jikalau dia sungguh-sungguh Tidak mau reklamasi. Karena negara-negara maju di dunia, seperti Tiongkok, Belanda, Korsel bahkan Jepang juga melakukan reklamasi.

Dan terbukti, pasca ia terpilih jadi gubernur, isu Tidak mau reklamasi itu sungguh mainan Anies.

Ke-1, pada tahun 2019 silam ia mengumumkan lebih dari 1.000 IMB di pulau reklamasi.

Ke-2, baru-baru ini ia mengumumkan izin reklamasi Ancol dan Dufan seluas 155 hektar.

Lagi, untuk menghantam mereka yang mengkritik ketidakonsistenan Anies itu pake isu agama. Kali ini isu yang dimainkan ialah di lahan reklamasi yang dizinkan oleh Anies itu akan dibangun masjid apung dan museum Nabi Muhammad.

Jadi, siapa yang punya nyali mengkritik keputusan taktik yang menabrak janji kampanye itu, siap-siap dicap tidak pro ke pembangunan masjid dan ummat islam. Yang ujung-ujungnya dicap sebagai PKI.

Yang lucunya lagi, kelakuan ummat PA 212 ini. Dulu mereka keras banget Tidak mau reklamasi di masa Ahok, tapi sekarang malah ikut-ikutan pro ke reklamasi ala Anies.

“Itu sungguh keputusan taktik Pak Anies untuk melaksanakan apa yang sungguh jadi kebutuhan mereka,” ujar sekretaris jendral PA 212, Bernard Abdul Jabbar.

READ  Gus Baha Ungkap Hakikat Sorga dan Neraka yang Banyak Orang Belum Tahu - Warta Batavia

Menurut peternak sapi itu, izin reklamasi yang diterbitkan Anies dapat mendatangkan dampak positif, sedangkan yang diterbitkan Ahok tidak. Kwkwkwk

“Kan itu untuk menambah Fasilitas untuk rekreasi masarakat ya khususnya Jakarta. Kalau sungguh itu jadi keputusan taktik. Asal jangan reklamasi yang di Pluit itu,” ujar Bernard tanpa punya rasa malu.

Padahal jikalau mau melihat ke belakang, malah reklamasi ala Ahok yang lebih menguntungkan, karena ia memperjuangkan kotribusi 15 % dari reklamasi itu.

Dan jumlahnya pun tidak sedikit, yaitu mencapai angka 179 triliun rupiah. Yang mana duit itu dapat dipakai oleh Pemprov DKI untuk membangun bermacam Fasilitas kesehatan, pendidikan, olahraga, dll.

Waktu Anies terpilih jadi gubernur DKI. Lebih dari 1.000 IMB di pulau reklamasi diterbitkan, dan Andil 15 % itu hilang entah kemana.

-o0o-

Tetapi, apa yang disampaikan oleh sekretaris jendral PA 212 itu ada benarnya juga sih, izin reklamasi yang diterbitkan Anies berdampak positif.

Berdampak positif bagi segelintir orang, berdampak positif bagi Anies, berdampak positif bagi pengembang dan berdampak positif bagi PA 212 itu sendiri.

Fery Padli

Sumber: https://seword.com/umum/koplak-kuadrat-pa-212-tolak-reklamasi-ahok-tapi-ni33Td0cih

(suaraislam)


Munafik! PA 212 Tolak Reklamasi Ahok tapi Menyokong Reklamasi Anies – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *