Munarman.jpg

Munarman Bikin Gaduh di Pengadilan Rizieq, DT: Kapan Manusia Songong Ini Ditangkap!

Diposting pada

Politisi PDIP Dewi Tanjung (DT) mengomentari aksi emosional Munarman di persidangan Habib Rizieq Shihab terkait dugaan massa di Petamburan dan RS Ummi Bogor.

Dalam cuitan di akun Twitternya pada Kamis, 18 Maret 2021, Dewi Tanjung mendesak polisi untuk menangkap Munarman karena mantan sekretaris FPI itu melakukan perbuatan tercela di persidangan Habib Rizieq.

“Kapan polisi menangkap Songong Man ini?” Tweet Dewi Tanjung.

Ia juga menilai Munarman harus dipukul agar tidak membuat kesalahan di hadapan Majelis Mahkamah Konstitusi.

Lebih lanjut, Dewi Tanjung juga percaya bahwa Munarman suatu saat akan menderita karma akibat perbuatannya.

“Manusia ini harus ada di Hajaarr agar dahinya tidak bergerak secepat mungkin. Tapi Nyai yakin lelaki Songong ini suatu saat akan menerima karma dari perbuatannya, ”kata politikus yang akrab disapa Nyai itu.

Dalam tweetnya, Dewi juga menyinggung para eksekutif yang menurutnya kerap mengkritisi pendapatnya di media sosial.

“Kadrun bodoh. Tolong beri komentar anda. Kamu sangat suka Nyai, “katanya.

Diketahui, tamasya haru mewarnai sidang pertama mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, yang berlangsung pada Selasa, 16 Maret 2021.

Baca Juga :  Iran Tidak Menerima Pesan dari AS, Langsung atau Tidak Langsung

Mengutip Kompas.com, dalam persidangan, kuasa hukum Habib Rizieq Shihab Munarman menanyakan apakah Rizieq bisa mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa (JPU).

Salah satu jaksa kemudian mengungkapkan bahwa terdakwa telah menerima surat dakwaan.

Munarman pun menjawab tuduhan itu sudah diterima. Namun, dia kembali membenarkan keberadaan terdakwa di ruang sidang.

“Tapi yang jadi pertanyaan apakah terdakwa mendengar teks tersebut atau tidak. Anda jaksa, wajib menghadirkan terdakwa di pengadilan,” kata Munarman emosional.

Munarman juga mengakui bahwa menjadi tergugat adalah hak Habib Rizieq Shihab untuk dihadirkan di persidangan.

“Hak tergugat untuk dihadirkan di pengadilan. Itu harus dilakukan, kewajiban hukum. Jangan terpeleset!”

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *