Nabi Saw sang Maha Cinta Insani

Nabi-Muhammad-sang-Maha-Cinta-Insani.jpg
Views: 928
Read Time:6 Minute, 34 Second

Nabi Saw sang Maha Cinta Insani

3 Views


Read Time:6 Minute, 10 Second

Rasulullah Saw ialah sang Maha Cinta Insani, citanya tiada tertandingi oleh manusia lain di dunia ini, semenjak manusia diciptakan sampai sekarang dan sampai hari kiamat nanti.

Tulisan ini akan mengungkap bagaimana dahsyatnya Cinta Nabi Saw ke umatnya. Sehingga kecintaannya itu amat menggetarkan hati bagi siapa saja yang menyadarinya dan membalasa cinta Rasulullah saw tersebut dengan cara ikut perilaku Rasulullah, menjalani kewajiban yang diperintahkannya dan menjauhi larangan-larangannya. Para pecinta Rasulullah ini disebut selaku orang-orang yang bertaqwa.

Baca juga : Mahfud MD : Haram Tiru Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Saw

Rasulullah Saw ialah sang Maha Cinta Insani, citanya tiada tertandingi oleh manusia lain di dunia ini, semenjak manusia diciptakan sampai sekarang dan sampai hari kiamat nanti. Dengan kecintaannya yang agung itu beliau amat menginnginkan seluruh manusia nantinya masuk surga kecuali orang-orang yang tidak mau.

Mungkin di antara ummat Islam banyak yang belum tahu bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam amat mencintai umatnya. Saking cintanya ke umatnya, beliau senantiasa memohon ke Allah Ta’ala agar menyelamatkan umatnya semuanya.

Hidupnya full pengabdian ke ummat, waktunya habis untuk memikirkan kemaslahatan umatnya. Berjuang untuk ummat, mengorbankan air mata dan darah, bahkan nyawa dipertaruhkannya untuk ummat. Sampai di ujung hayatnya, ummat yang jadi prioritas perhatiannya. Di akhirat pun, ummat yang beliau cari untuk diberikan syafaatnya. Cintanya sungguh-sungguh tulus ke ummat.

baca juga : Kenapa Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Haram Ditiru Ummatnya?

Berikut beberapa bukti nyata kecintaan Nabi Saw ke umatnya sebagaimana dilansir dari Buku “Manusia Yang Tidak Seperti Manusia” karya Ustaz Ahmad Zarkasih Lc (pengajar Rumah Fiqih Indonesia).

  1. Tetap Mendoakan Walau Dizalimi

Mungkin seluruh kita ingat bagaimana cerita Nabi Saw yang Hadir ke Thaif untuk berdakwah. Alih-alih pesan dan nasihatnya didengar, Rasulullah Sawmalah memperoleh lemparan batu yang akhirnya melukai muka dan tubuhnya.

Lalu datanglah sokongan dari Allah dengan diturunkannya Malaikat Jibril AS. Jibril menawarkan ‘jasa servis’ untuk beliau untuk membalas apa yang telah dikerjakan oleh bangsa Thaif yang tidak menghormati Nabi sama sekali. Jibril menawarkan ke Rasulullah Sawuntuk menghancur-leburkan kaum Thaif tersebut dengan gunung yang siap diangkat.

Baca juga : “DOSA RIBA LEBIH BESAR DARI ZINA DENGAN IBU KANDUNG” ADALAH PERNYATAAN BATIL

Bagi orang yang tengah dalam kondisi terdesak dan dalam posisi lemah, tentu tawaran tersebut amat baik untuk diterima. Agar mereka orang-orang zalim tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu akan berbalik ke mereka berupa kesengsaraan. Itu watak manusia biasa yang maunya kalau dizalimi akan balas menzalimi juga. Tetapi tak sama dengan Nabi Muhammad SAW.

Bukannya mengamini apa yang ditawarkan oleh Jibril AS, beliau malah Tidak mau dan memilih untuk mendoakan kaum Thaif tersebut. Darah akibat cedera masih mengalir di wajahnya. Rasulullah mengangkat tangan lalu menjelaskan:

“Allah tidak mengutusku untuk jadi orang yang merusak dan juga tidak untuk jadi orang yang melaknat. Akan tetapi Allah mengutusku untuk jadi penyeru doa dan pembawa rahmat. Ya Allah, berilah hidayah untuk kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui”. (HR Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman)

Bca juga : IRONISME PENYEBAR HOAX OLEH KAUM TERDIDIK DAN RAJIN IBADAH, PASUKAN CYBER MUSLIM ?

Indahnya akhlak Rasulullah di waktu dan keadaan yang secara manusiawi amat wajar orang itu marah sesudah memperoleh banyak cedera akibat kezaliman orang lain. Tetapi Rasulullah Sawmemang tidak diutus untuk membalas keburukan dengan keburukan. Tetapi beliau diutus oleh Allah Ta’ala selaku agen kebaikan dan penyebar kasih sayang.

  1. Senantiasa Memohon Keamanan Ummat

Jikalau ditanya soal siapa orang yang paling mengasihi diri kita? Normalnya kita akan menjawab ia ialah ibu kita seluruh. Itu benar dan tidak salah. Akan tetapi kita juga wajib tahu bahwa Rasulullah Sawjauh lebih sayang dan paling mengasihi kita lebih dari siapapun di dunia ini. Dalam sebuah riwayat yang masyhur, termasuk riwayat Imam Ahmad dan juga dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah, disebutkan bahwa tiap-tiap malam dalam salatnya, Rasulullah Sawtidak berhenti meminta ke Allah untuk memberikan ampunan pembebasan azab untuk umatnya.

Beliau (Abu Dzar) RA menjelaskan: “Saya menguping Rasulullah Sawsatu malam dalam salatnya, ia membaca dan mengulang-ngulan firman Allah di tiap-tiap ruku’ dan sujudnya: “Kalau engkau mengazab mereka, sesungguhnya mereka ialah hamba-Mu. Dan kalau Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya sungguh Engkau maha pengampun lagi maha bijaksana”. (Al-Maidah: 118)

Abu Dzar RA lalu menanyakan: “Wahai Rasul, semenjak malam tadi engkau mengulang ayat itu di tiap-tiap ruku’ dan sujud mu, sampai waktu subuh Hadir. Ada apa gerangan?”

Baca juga : Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Cerita Kematian yang Indah

Rasulullah Sawmenjawab: “Saya memohon syafa’at ke Allah untuk umatku. Dan itu dikabulkan oleh-Nya bagi mereka yang tidak menyekutukan-Nya”. (HR Ibn Abi Syaibah dan Ahmad)

  1. Menangis untuk Umatnya

Dalam riwayat Imam Muslim, diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash RA, Rasulullah Sawpernah menangis di hadapannya tatkala membaca ayat Allah: “Sesungguhnya berhala-berhala tersebut banyak menyesatkan manusia. Dan siapa yang ikut ku, mereka ialah golonganku”. (Ibrahim ayat 36)

Dan beliau pun menangis kembali tatkala membaca ayat Allah yang lain: “Kalau engkau mengadzab mereka, sesungguhnya mereka ialah hamba-Mu. Dan kalau Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya sungguh Engkau Maha pengampun lagi Maha bijaksana”. (Al-Maidah: 118)

Lantas Rasulullah Sawmengangkat tangan seraya menangis dan menjelaskan: “Ya Allah, … umatku … umatku”. Akhirnya Allah mengutus Jibril untuk menjumpai nabi Muhammad soal karena kenapa Nabi Saw menangis. Lantas Jibril AS Hadir menjumpai Nabi soal apa yang membuatnya menangis, dan Jibril pun tahu apa itu. Dan Allah berfirman: “Wahai Jibril, Hadir temuilah Muhammad, dan katakan kepadanya bahwa kami akan membuatnya ridha dengan apa yang kami takdirnya untuk umatnya dan kami tidak akan menzalimimu”. (HR Muslim)

Baca juga : Bocah Penderita Lumpuh Otak Ini Hafal 30 Juz Alquran

Saking sayangnya Nabi Saw ke umatnya, beliau tidak pernah ridha umatnya memperoleh azab. Karenanya dalam tiap-tiap Peluang berdoa, beliau senantiasa memohon ke Allah Ta’ala untuk menghindarkan azab dari umatnya.

  1. Berdoa memintakan ampunan untuk Umatnya Saban Salat

Ada cerita menarik yang terekam dalam banyak kitab hadis, salah satunya apa yang tertulis dalam kitab shahih-nya Imam Ibn Hibban. Diriwayatkan bahwa Rasulullah Sawsedang bercakap-cakap santai di rumahnya bersama-sama Sayyidah ‘Aisyah radhiallahu ‘anha (RA).

Beliau (Aisyah) menjelaskan: “Waktu saya melihat muka Nabi SAW, terasa Kedamaian dalam diri, lalu saya katakan ke beliau”: “Ya Rasul, berdoalah ke Allah untuknya”. Lantas Rasulullah Sawmengangkat tangannya berdoa ke Allah:
للَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ

“Ya Allah, ampunilah ‘Aisyah, semua salahnya yang lalu dan yang akan Hadir. Celanya yang tampak dan yang tersembunyi”.

Menguping doanya Rasulullah Sawitu, ‘Aisyah lalu tersenyum lebar, dan tertawa. Saking senangnya, sampai-sampai ia menjatuhkan kepalanya di pangkuan Nabi SAW. Lantas beliau menjelaskan:

“Senangkah engkau dengan doaku tadi?” Sayyidah ‘Aisyah menjawab: “Bagaimana mungkin saya tidak gembira dengan doamu Ya Rasulullah?” Beliau lalu meneruskan: “Untuk Allah, itulah doaku untuk umatku tiap-tiap salat”. (HR Ibn Hibban)

Baca juga : Di “Zaman Khilafah” Muawiyah Banyak Tindakan mematikan Kepada Sahabat Nabi

Pedulinya Nabi Saw ke umatnya. Padahal tiap-tiap hari telah berdakwah menyampaikan syariat agar ummat terhindar dari perbuatan zalim dan dosa bahkan kesyirikan. Tetapi toh kalaupun tetap ada umatnya yang Tidak mau dakwah dan akhirnya jatuh pada kemaksiatan, masih juga didoakan oleh Nabi Saw.

Seperti ini beberapa contoh nyata kecintaan Nabi Saw ke umatnya. Semoga Allah memberi kita taufik-Nya agar dapat mencintai beliau, menghidupkan sunnahnya, meneladani beliau dan memperbanyak salawat ke beliau. Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad.

Allohumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa ashahbihiajmain, walkhamdu lillahi robbil alamin…..



0



0


Happy


Happy




%


Sad


Sad



%


Excited


Excited



%


Sleppy


Sleppy




%


Angry

Angry



%


Surprise

Surprise



%

Rasulullah SAW sang Maha Cinta Insani

READ  Langkah Antisipasi Radikalisme dan Terorisme di Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *