Naik Turun Ngarai untuk Labelisasi Masjid NU Lumajang – Aspiratif News

Naik Turun Ngarai untuk Labelisasi Masjid  NU Lumajang
Views: 1403
Read Time:2 Minute, 3 Second

Naik Turun Ngarai untuk Labelisasi Masjid NU Lumajang – Aspiratif News

Lumajang, Aspiratif News

Ghirah  Pengurus Cabang  (PC) Lembaga Takmir  Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU)  Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dalam  melakukan labelisasi masjid NU,  laik diacungi Jempol. alasannya, labelisasi masjid itu bukan hal yang  sederhana, tapi  butuh kerja keras untuk mendata untuk keperluan labelisasi.  


Pendataan mau tidak mau mesti  mendatangi 1 persatu masjid yang bertebaran di sekujur wilayah Lumajang. Di kota pisang ini, Ada 1.182 masjid yang tersebar di 21 kecamatan,  210 desa, dan 7 kelurahan. Dari data tersebut diketahui bahwa  sebagian banyak masjid Ada di perdesaan. Bahkan tidak sedikit lokasinya yang cukup menjorok di kaki pegunungan.


“Tapi ini (pendataan) penting untuk menjaga masjid dari pencaplokan pihak lain,” tukas  Ketua Tim Pendataan Labelisasi Masjid  NU Lumajang, kiai M Hakam Joenaidi  di kantor PCNU Lumajang, Selasa (14/7).


menurutnya, tim tengah bekerja keras untuk memverifikasi masjid  (dengan cara mendatangi masjid), yaitu mencocokkan berkas yang dibuat dan dikirim oleh masing-masing  LTM MWCNU. Teknisnya, tim pendataan didampingi LTM MWCNU  mendatangi tiap-tiap masjid.

READ  Ayik Eks HTI Jelaskan 7 Kekhilafan Mendasar Kenapa HTI Wajib Ditendang


“Karena yang paling tahu bahwa itu dan ini ialah masjid NU, ya MWCNU dan Ranting NU,” terangnya.


Sementara itu, salah seorang anggota tim verifikasi masjid NU, kiai Musthofa Yasin menceritakan bahwa bagian yang cukup berat medannya ialah Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.  Di kecamatan tersebut Ada 33 masjid NU yang terebar  di tujuh desa, yaitu Kaliuling, Pundungsari, Tempurejo, Purorejo, Tegalrejo,  dan Bulurejo.


“Semuanya (medannya) sulit, tapi (desa) Kaliuling amat sulit,” jelasnya.


Desa Kaliuling berjarak 72 kilometer dari Kota Lumajang.  Tempursari sendiri berbatasan dengan wilayah Malang. Kaliuling termasuk daerah rawan bencana (banjir).  Bahkan untuk mencapai masjid-masjid  di desa tersebut, mesti melewati  jalan  tidak beraspal, naik turun ngarai, bahkan  memotong  sungai yang  rawan banjir  sebelum akhirnya sampai  di kaki pegunungan .


“Ini  sungguh susah, tapi untuk menjaga masjid NU dari rongorongan pihak  lain, ya kita wajib mendatanginya,” gamblang  kiai Musthofa Yasin.


Kendati sedemikian, ia mengakui tidak lelah, bahkan bangga dapat  mendatangi masjid-masjid di tempat  terpencil. Sebab ia percaya,  apa yang dilakukannya amat berguna untuk menjaga masjid NU dari pencaplokan pihak lain. Dikatakannya,  sekecil apapun  masjid, mesti  dilabeli NU jikalau sungguh  dibangun oleh warga NU.  Kecuali labelisasi, masjid NU juga akan dibuatkan  akta wakafnya. Sehingga sampai kapanpun, masjid tetap  milik NU.

READ  Perkara Sogok Meikarta, Gubernur Jabar akan Menjumpai Sekda Iwa


“Jadi kita antisipasi. Jangan jikalau sudah ramai (karena disengkatan) kita baru ingat  mau diaktakan,” pungkaksnya.


Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

Naik Turun Ngarai untuk Labelisasi Masjid NU Lumajang – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *