Kategori
Berita

Na’udzubillah! Ormas FUI Ludahi Warga saat Bubarkan Petunjukan Seni, 15 Saksi Diperiksa

Anggota Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) melawan sejumlah warga saat buka-bukaan acara jalinan kuda di Medan. Polisi mengatakan kejadian itu bermula saat anggota FUI hendak menghentikan pertunjukan.

“Dari sejarah, ada yang tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana membuat jalinan. Ya, mungkin ada dari FUI yang putus dan pecah dalam kerusuhan, ”kata Kepala Bareskrim Medan Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak.

Budiman tidak mengetahui proses pembubaran yang dilakukan oleh anggota FUI. Dia mengatakan awalnya itu karena perselisihan pembubaran.

“Kami tidak tahu bagaimana memecahnya, itu tidak sopan atau semacamnya. Awalnya ada hype besar, jadi mereka mengalahkan saya, ”ujarnya.

Baca: Astaghfirullah! Ormas Islam di Medan membongkar seni pertunjukan dan meludahi warga

Usai kejadian, kedua kubu yang terlibat bentrok tersebut dilaporkan ke polisi. Sejauh ini, sudah ada 15 saksi yang memeriksa kasus tersebut.

“Ini masih penyelidikan. Kedua belah pihak saling merujuk, di kedua belah pihak mungkin sudah menginvestigasi 15 orang,” jelasnya.

Budiman juga membantah pernyataan Ketua FUI Sumut Indra Suheri yang mengatakan pembubaran FUI terjadi atas permintaan Kepala Lingkungan Hidup (Kepling) tempat berlangsungnya pertunjukan tenun kuda. Dia mengatakan, Kepling harus berkomunikasi dengan kecamatan, bukan FUI, jika mereka mau.

“Jika berminat, nanti akan tahu ketika Anda meminta untuk menutup usaha, dengan siapa dan dengan siapa”. Itu tidak di bawah FUI, itu harus turun ke kecamatan, ke FUI, di mana dia berada. pergi, “jelasnya.

Sebelumnya, video putus dan perkelahian yang dilakukan anggota FUI Sumut sempat viral. Awalnya disebutkan karena FUI menolak kuda kepang dengan alasan syirik.

DPD Laskar Khusus Umat Muslim FUI Medan membubarkan seni menenun kuda atau biasa disebut jaranan karena dianggap syirik, tulis pengunggah video tersebut.

Baca: Malu! Meludahi warga saat mereka syuting di sebuah pertunjukan seni, organisasi LKUI FUI Medan dikritik

Kecelakaan itu terjadi Jumat (2/4) lalu. Bentrokan terjadi karena FUI meludahi salah satu warga yang juga menolak ikut campur.

Ketua FUI Sumut Indra Suheri membantah pihaknya membubarkannya karena alasan penculikan itu. Dia mengatakan pembubaran itu terjadi atas permintaan kepala departemen di pertunjukan kuda kepang karena dia tidak memiliki izin.

“Lokasi kecelakaan ada di jalan bypass. Kebetulan Kepling mengenal FUI dengan baik, jadi datanglah ke sana, karena Kepling tidak setuju. Karena tidak ada huruf yang bisa melatih kepang di sana. Jadi orang FUI datang ke sana dan Kepling, “kata Indra saat dihubungi.

“Karena belum ada izin apalagi polisi, kita diminta bubar secara persuasif,” imbuhnya.

Indra mengatakan, warga dan pemain kuda kepang tidak setuju untuk melepasnya sehingga menimbulkan keributan. Dia mengatakan banyak anggotanya yang dipukuli oleh warga selama kejadian tersebut.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *