Nilai Pendidikan Agama dalam Tradisi Lisan – Aspiratif News

Views: 20
Read Time:3 Minute, 11 Second

Nilai Pendidikan Agama dalam Tradisi Lisan – Aspiratif News

Indonesia mempunyai banyak tradisi lisan khas Nusantara yang unik. Sayangnya, seiring Kemajuan zaman, tradisi lisan sekarang terancam punah. Padahal tradisi lisan mengandung unsur pedidikan agama. Tradisi lisan seharusnya dapat menyesuaikan zaman yang relatif terbuka akan kemajuan teknlogi.

 

Untuk itu, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI pada tahun 2019 lalu melakukan pemeriksaan terkait kandungan nilai pendidikan agama dalam tradisi lisan di Lebak, Banten. Pemeriksaan ditunaikan untuk membuka mindset dan membikin melek para generasi milenial untuk budaya lokal yang ada di Indonesia. 

 

Untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan agama dalam tradisi lisan, para peneliti melakukan riset untuk penduduk tradisi Cisungsang, tradisi mapende, tradisi bujanggaan dan BPP (Buka Palang Pintu). Cisungsang Ialah desa yang Ada di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Cisungsang dikenal akan masyarakatnya yang masih teguh mempertahankan adat istiadat pra-Islam-nya. Akan tetapi, penduduk Cisungsang relatif lebih terbuka dengan kemajuan teknologi. 

 

Masarakat Cisungsang dapat dijadikan suatu gambaran nyata Masalah struktur dan sejarah alam semesta berskala besar mereka untuk keselarasan hidup dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan kebudayaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan teks pantun yang esensinya soal konsep ciptaan manusia di bumi yang jadi catatan penting dalam tradisi masyaraka Sunda, riwayat kehidupan, sosial dan petuah-petuah. 

READ  1 Dzul Hijjah, Otoritas Makkah Mulai Angkat Kiswah Ka’bah - Aspiratif News

 

Tradisi pantun Ialah tahapan ritual seren taun Kasepuhan Cisungsang yang berfungsi sebagai pengingat penduduk adat Cisungsang, serta kaidah atau aturan yang beraku di lingkungannya serta asal-usul penduduk adat Cisungsang. Kecuali itu, pola hidup yang harmonis dan bersinergis untuk melaksanakan hukum adat, agama dan negara amat diperlukan dalam pendidikan. 

 

Hal ini senada dengan konsep-konsep nilai pendidian agama yang dikemas sebagai peraturan hidup yang diterima sebagai pengetahuan untuk untuk membentuk sikap, kepribadian, dan Skill dalam menjalankan ajaran agama jadi manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa ke Tuhan Yang Maha Esa. Serta berakhlak mulia dan sanggup menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan internal dan antar ummat beragama.

 

Ada 3 macam nilai-nilai yang terkandung. Ialah beribadah sesuai dengan keyakinan, beramal shaleh dan berbuat kebaikan, dan menjaga kedamaian dan kerukunan. Tidak cuma di Cisungsang, nilai-nilai pendidikan agama juga ditemukan pada tradisi Bujanggan di Indramayu. Hal ini dbuktikan dengan adanya teks yang ditembangkan oleh petuah-petuah terkait dengan ajaran pendidikan agama. 

READ  Pebulutangkis Marcus Gideon Bangun Hall Untuk Generasi Muda - Aspiratif News

 

Teks yang disampaikan mengandung unsur keagamaan yang amat melekat akan norma dan kebudayaannya.  Nila-nilai pendidikan agama dapat kita petik dari tradisi mapende, memperteguh ajaran untuk untuk mengorientasikan pada dunia dan masa depan, pendidikan agama lainnya juga berhubungan erat dengan karakter penduduk sunda yang menjunjung tinggi harkat dan martabat.

 

Buka Palang Pintu mempunyai sebuah nilai akan penddidikan agama yang lebih berorientasi pada terciptanya sebuah kekeluargaan yang harmonis untuk mencipatakan generasi unggulan yang sanggup menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. 

 

Karena itu, para peneliti memberikan rekomendasi keputusan taktik sebagaimana usaha untuk menjaga tradisi lisan di penduduk. Sebagai bentuk rasa perhatian dan penghargaan penduduk akademis dan pemerintah pada warisan budayanya. Banyaknya temuan dapat berguna bagi banyak pihak khususnya generasi milenial dalam menjaga dan melestarikan tradisi lisan lokal yang dapat memberikan edukasi terkait dengan pendidikan agama yang sekarang lebih berorientasi pada nilai-nilai kultural. 

 

Keputusan taktik yang Penting diketahui oleh pemangku kepentingan yaitu sanggup mengembangkan program-program pembangunan yang bersifat multidimensi dan berjangka menengah dan panjang. Bermaksud untuk  memperkuat ketahanan budaya dalam penduduk agar sanggup berhadapan dengan intimidasi untuk nilai  budayanya.

READ  Peluncuran Satelit Angkatan bersenjata Iran Dinilai Ahli AS “Amat Hebat” dan “Luar Biasa” - Aspiratif News

 

Kemudian, pemberdayaan penduduk secara sosial, ekonomi, dan budaya lewat tradisi lisan agar saban penduduk mempunyai ketahanan secara budaya dalam berhadapan dengan Pergantian di era-modern ini. Kecuali itu melakukan regenerasi dan kaderisasi melalui sosialisasi dan pengembangan tradisi lisan di lembaga-lembaga pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan PT/PTN/PTKIN) melalui aktifitas ekstra kurikuler sebagai bagian dari pengembangan karakter siswa/i dan maha siswa/i berbasis budaya lokal. Hal ini dapat memunculkan generasi atau kader penutur atau maestro baru.

 

Penulis: Endang Agoestian

Editor: Kendi Setiawan


  

Nilai Pendidikan Agama dalam Tradisi Lisan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *