Mbah-Hasyim-Asyariy.jpeg

NU Jabar Tolak Undangan “GERAK” untuk Aksi Penolakan RUU HIP dan Komunis

Diposting pada

NU Jabar menolak undangan “GERAK” untuk Aksi Penolakan RUU HIP dan Komunis karena NU Jabar punya alasan kuat. Seperti diketahui, NU adalah Ormas Islam terbesar di dunia yang punya peran besar dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Baru-baru ini NU Jabar diudang untuk aksi demo oleh sekelompok massa. Tetapi NU Jabar dengan tegas menolak undangan tersebut, yaitu undangan dari Gerakan Rakyat Anti Komunis (GERAK) Jawa Barat. Penegasan ini disampaiakan NU Jabar dalam bentuk surat jawaban tertanggal 09 Juli 2020.

Alasan penolakan NU Jabar terhadap Undangan GERAK tersebut karena NU sudah sangat jelas brsikap pada tanggal 16 Juni dengan meminta proses legislasi RUU HIP dihentikan. Dan untuk memperjuangkan hal tersebut, NU senantiasa mendahulukan pendekatan dialog dan musyawarah.

Dalam surat jawaban kepada GERAK, NU juga menegaskan bahwa secara prinsip NU menolak ideologi komunis dan khilafah yang akan merongrong ideologi Pancasila.

Karena itulah NU Jabar meminta kepada GERAK untuk tidak menyertakan Lambang dan Identitas NU lainnya dalam berbagai bentuk publikasi dan aksi seperti yang dimaksud dalam undangan GERAK.

Surat Jawaban NU Jabar kepada GERAK Jawa Barat tersebut ditanda-tangani oleh Wakil Ketua NU Jabar Dr. KH. Abubakar Sidik, M.Ag, dan Sekretaris H. Asep Saepudin Abdillah.

Berikut ini surat Jawaban NU Jabar kepada GERAK Jawa Barat :

NU Jabar Tolak Undangan “GERAK” untuk Aksi Penolakan RUU HIP dan Komunis

NU Jabar Tolak Undangan “GERAK” untuk Aksi Penolakan RUU HIP dan Komunis

Baca Juga :  Lagu Penduduk NU “Ya Lal Wathon” Menggema di Malaysia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *