Nusa-dan-Rara-Propaganda-HTI-Via-Film-Animasi-Anak-anak.jpg

Nusa dan Rara, Propaganda HTI Via Film Anak-anak

Diposting pada

Tulisan ini untuk mengingatkan bahaya yang lebih besar dalam keragaman kita, jika politik identitas mulai ditanamkan ke anak-anak kita yang masih polos tanpa mereka sadari.

Jangan kaget kalau HTI ternyata sudah lebih maju dalam membuat film animasi anak-anak. Namanya Nusa dan Rara. Ide cerita film ini, siapa lagi kalau bukan dari salah satu dedengkot HTI, bernama Felix Siaw.

Itu kan cuma film anak-anak ? Apa yang berbahaya dari film anak-anak Nusa dan Rara ?

Dilihat sepintas memang tidak ada apa-apa, itulah kelebihan HTI. Tapi kalau mau melihat lebih luas, film Nusa dan Rara itu sebenarnya sedang membangun eksklusifitas keagamaan. Islam ditampilkan dalam wajah budaya arab, lihat saja pakaian Nusa yang bergamis.

Identitas keagamaan tampak sekali dari cara berpakaian mereka, seolah Islam itu ya harus seperti itu. Itu doktrin kepada anak-anak dan guru-guru sekolah pelan-pelan.

Sesudah Nusa dan Rara dikenal, baru pelan-pelan akan dimasukkan doktrin khas mereka kelak, “ngucapkan salam ke agama lain itu dosa” sampai “hanya kita agama yg paling benar”. Miriplah dgn doktrin-doktrin yang mereka lakukan ke umat mereka, tapi ini kepada anak kecil.

Berbeda dengan film produksi Malaysia, Upin dan Ipin di mana animasinya menunjukkan berbagai macam karakter, bukan saja Melayu dan bukan saja Islam. Film Upin dan Ipin adalah bagian dari propaganda pemerintah Malaysia, yang ingin menciptakan kesatuan suku dan ras, supaya menjadi Malaysia satu.

Di Indonesia, film masih belum jadi perhatian pemerintah utk propaganda persatuan, tapi dimanfaatkan kelompok hijrah utk propaganda identitas agama.

Yang menarik, film animasi Nusa dan Rara mau diangkat ke bioskop oleh sebuah PH besar. Mereka dan pendananya hanya berfikir tentang bisnis, tanpa sadar ikut meluaskan propaganda identitas yang dibangun oleh HTI dan jaringan mereka..

Gagapnya kita menahan laju gerakan militansi HTI, karena banyak dari kita kurang pengetahuan tentang mereka. Jangan kaget kalau suatu saat kita kalah bukan karena mereka pintar, tapi karena justru kita terlalu bodoh untuk melindungi negara kita.

Tulisan ini bukan untuk mempopulerkan Nusa dan Rara, justru untuk mengingatkan bahaya yang lebih besar dalam keragaman kita, jika politik identitas mulai ditanamkan ke anak-anak kita yang masih polos tanpa mereka sadari. (sumber: denny siregar)

Nusa dan Rara, Propaganda HTI Via Film Anak-anak

Nusa dan Rara, Propaganda HTI Via Film Anak-anak

Baca Juga :  Anton Permana Dijemput Paksa Polisi di Rumahnya, KAMI Sibuk Siapkan Advokasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *