Maher-T.jpg

Pakar Hukum Tegaskan Penangkapan Maaher Bukan Kriminalisasi

Diposting pada
Maaher ditangkap (Ist & Instagram @ustadzmaherr_real)

Maaher At Thuwailibi diciduk tim Bareskrim Polri di rumahnya di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (3/12) pukul 04.00 WIB. Maaher At Thuwailibi kemudian menjadi sorotan setelah ditangkap polisi dan menjadi tersangka atas kasus penghinaan ulama karismatik Nahdlatul Ulama Habib Luthfi bin Yahya.

Dia ditangkap atas kasus dugaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan.

Menurut Pakar hukum pidana dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan menilai penangkapan Ustaz Maaher At-Thuwailibi bukan bentuk kriminalisasi.

Baca: Alhamdulillah! Maaher Resmi Ditahan Bareskrim atas Penghinaan Habib Luthfi

Diketahui, pemilik nama asli Soni Ernata itu menjadi tersangka dalam perkara ujaran kebencian seorang tokoh agama melalui media sosial Twitter.

“Kita melihat ini murni dugaan masalah hukum dan tidak ada kaitannya dengan kriminalisasi,” kata Edi, Jumat (4/12/2020).

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) ini mengatakan Bareskrim Polri yang menangani perkara ini sudah bertindak sesuai koridor hukum.

Baca Juga :  Aksi Menhub Naik Helikopter Pantau Lalu Lintas Libur Nataru

Baca: Jejak Digital Cuitan ‘Maaher Soni Ernata’: Hina Ulama NU Hingga Berujung Penangkapan

Edi menyebut kritikan dari kuasa hukum Ustaz Maheer bahwa penangkapan itu tindak diskriminatif Polri merupakan hal biasa.

“Kalau pihak Maheer menilai ada tindakan penyidik yang melanggar prosedur, sesuai aturan mereka bisa melakukan upaya hukum lainnya, misalnya mengajukan praperdilan” tegas Mantan mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012-2016 ini.

Polisi menjerat Ustaz Maheer dengan sangkaan melanggar Pasal 45 ayat 2, jo Pasal 28 ayat 2, UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ustaz Maheer At-Thuwailibi ditangkap di kediamannya, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis pukul 04.00 WIB.

Dalam penangkapan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti yakni tiga ponsel pintar, satu sabak digital (tablet) dan KTP atas nama Soni Ernata. [Antara]

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *